Kontak Erat dengan Pasien Covid-19? Tak Perlu Langsung PCR, Begini Saran Dokter

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 19 Juli 2021 | 13:12 WIB
Kontak Erat dengan Pasien Covid-19? Tak Perlu Langsung PCR, Begini Saran Dokter
Ilustrasi PCR/tes Covid-19. [Shutterstock]

Suara.com - Temuan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 tidak akan berhenti hanya pada satu orang yang dinyatakan terinfeksi. Itu sebabnya, penting juga dilakukan pelacakan orang-orang yang pernah bertemu langsung dengan pasien Covid-19 selama kurang lebih 14 hari terakhir.

Jika kamu termasuk dalam kontak erat pasien Covid-19, jangan panik. Idealnya memang segera lakukan tes swab PCR untuk memastikan apakah kamu tertular atau tidak. Tetapi jika belum bisa melakukan PCR, dokter menyarankan hal lain.

"Kalau kita bicara tentang kontak erat, hal yang perlu dilakukan pertama adalah pemeriksaan fisik untuk menentukan apakah orang tersebut terinfeksi atau tidak terhadap Covid-19. Kalau misalnya hal tersebut tidak bisa dilakukan, bisa sementara lakukan karantina, tidak kontak dengan orang lain," kata dokter spesialis penyakit dalam dr. Jerry Nasaruddin, Sp.PD., dalam siaran langsung Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan, Senin (19/7/2021).

Baik bergejala maupun tidak, begitu tahu termasuk dalam kontak erat pasien Covid-19, dokter Jerry menegaskan harus segera menjauhkan diri dari orang lain untuk pencegahan paparan virus corona semakin meluas. Sementara itu, jeda waktu timbulnya gejala pada setiap orang juga berbeda-beda.

"Antara 2 sampai 14 hari, cuma rata-rata di hari ke-3 sampai hari ke-5. Jadi bisa karantina selama 5 hari. Kalau memang ada gejala, segera lakukan PCR untuk meminta pertolongan medis," sarannya.

Dokter di RSUP Fatmawati itu mengingatkan bahwa memutus mata rantai penularan virus corona hanya bisa terjadi jika orang-orang yang terinfeksi tidak berbaur dengan orang lain yang masih sehat. Terlebih dengan adanya berbagai varian virus yang ada saat ini juga memiliki kemampuan menular cepat.

Kalaupun melakukan PCR dan terkonfirmasi positif Covid-19, dokter Jerry mengatakan, jangan mengambil inisiatif sendiri untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. Sebab keputusan itu harus ditetapkan dokter dengan menyesuaikan gejala dan kondisi kesehatan pasien.

"Pasien yang boleh isolasi mandiri hanya pasien yang asimtomatik atau tanpa gejala dan pada kondisi covid ringan. Namun sebaiknya yang menentukan kondisi tersebut adalah dokter, supaya memang benar-benar kondisinya itu bukan masuk dalam kategori sedang, berat, ataupun kritis," ucapnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kiai Samian Hirup Nafas Pasien COVID-19 Dicibir Dokter: Para COVIDIOT Takabur

Kiai Samian Hirup Nafas Pasien COVID-19 Dicibir Dokter: Para COVIDIOT Takabur

Bekaci | Senin, 19 Juli 2021 | 12:48 WIB

Curhat Pasien Covid-19 Tidak Ditracing dan Dibiarkan Begitu Saja: Kami Berobat Sendiri

Curhat Pasien Covid-19 Tidak Ditracing dan Dibiarkan Begitu Saja: Kami Berobat Sendiri

Batam | Senin, 19 Juli 2021 | 12:45 WIB

Lampung Catat Pasien COVID 19 Terbanyak Selama Pandemi

Lampung Catat Pasien COVID 19 Terbanyak Selama Pandemi

Lampung | Senin, 19 Juli 2021 | 10:42 WIB

Terkini

Sejarah Jawa Jilid II: Masyarakat, Agama, dan Tradisi dalam Catatan Raffles

Sejarah Jawa Jilid II: Masyarakat, Agama, dan Tradisi dalam Catatan Raffles

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 06:41 WIB

Talenta Indonesia Tak Cuma Butuh Skill, tapi Juga Akses dan Kesempatan

Talenta Indonesia Tak Cuma Butuh Skill, tapi Juga Akses dan Kesempatan

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 06:34 WIB

Main 10 Orang, Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di SUGBK

Main 10 Orang, Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di SUGBK

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 06:00 WIB

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 05:05 WIB

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

×