alexametrics

Ketua IDI Ungkap Penyebab Banyak Pasien Covid-19 Meninggal Saat Isoman

Vania Rossa | Lilis Varwati
Ketua IDI Ungkap Penyebab Banyak Pasien Covid-19 Meninggal Saat Isoman
Ilustrasi isoman di rumah. (Andrea Piacquadio/Pexels)

Harus ada pengawasan oleh tenaga kesehatan bagi pasien Covid-19 yang isoman.

Daeng menjelaskan bahwa sianosis menunjukkan kekurangan oksigen, dan jika diperiksa dengan oximeter kemungkinan saturasinya telah di bawah 94.

Namun, meskipun oksigen bisa digunakan secara mandiri dari rumah, tetap ada dosis yang harus diperhatikan saat menggunakannya. Sekali lagi, Daeng menekankan, karena itulah pentingnya pendampingan dari tenaga medis bagi pasien Covid-19 yang isoman.

"Karena kebanyakan masyarakat belum mengetahui gejala alarm tadi. Ini bisa tercegah kalau dia selalu terhubung, selalu konsultasi ke dokter atau tenaga kesehatan. Ada pendamping tenaga kesehatan atau dokter yang terus ditanyakan," ucapnya.

Menurut Daeng, pasien Covid-19 yang OTG atau hanya gejala ringan sebenarnya peluang untuk sembuh sangat besar. Asalkan mendapatkan perawatan yang baik dan tepat.

Baca Juga: Stok Tempat Tidur di RS Tanjungpinang Kritis, Banyak Warga Meninggal Saat Isolasi Mandiri

"Maka saya katakan, isoman penting sekali untuk didampingi," pungkasnya.

Komentar