Ketua IDI Ungkap Penyebab Banyak Pasien Covid-19 Meninggal Saat Isoman

Vania Rossa, Lilis Varwati

Kamis, 22 Juli 2021 | 12:31 WIB
Ketua IDI Ungkap Penyebab Banyak Pasien Covid-19 Meninggal Saat Isoman
Ilustrasi isoman di rumah. (Andrea Piacquadio/Pexels)

Suara.com - Ketua Ikatan Dokter Indonesia dr. Daeng M. Faqih membenarkan tak sedikit pasien Covid-19 yang meninggal saat melakukan isolasi mandiri atau isoman di rumah. Ia mengungkapkan, ada beberapa faktor yang jadi penyebab hal itu bisa terjadi.

Daeng menekankan bahwa isoman hanya bisa dilakukan oleh pasien Covid-19 yang tanpa gejala atau juga gejala ringan. Sementara pasien dengan gejala sedang, berat, dan kritis harus menjalani perawatan di rumah sakit. Namun, lantaran lonjakan kasus positif yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, diakui Daeng, masyarakat sulit mendapatkan tempat tidur di rumah sakit.

"Sekarang banyaknya yang meninggal saat isoman. Kita harus terbuka saja, banyak yang mestinya sudah dirawat di rumah sakit, dengan saturasi di bawah 94, bahkan mungkin saturasinya rendah sekali 80 atau 70, karena tidak dapat kamar (di rumah sakit) terpaksa dirawat dirumah. Ini memang agak berat, tapi terpaksa dirawat di rumah karena tidak ada tempat di rumah sakit. Ini memang yang menyebabkan banyak kasus meninggal," ucap Daeng saat konferesi pers virtual bersama Good Doctor, Kamis (22/7/2021).

Bahkan orang tanpa gejala (OTG) atau bergejala ringan juga ada yang meninggal saat isoman di rumah, lanjut Daeng. Hal itu biasanya disebabkan karena terjadi perburukan kondisi pasien, namun tidak disadari, sehingga terlambat mendapatkan perawatan medis yang tepat.

Oleh sebab itu, Daeng menekankan harus ada pengawasan oleh tenaga kesehatan bagi pasien Covid-19 yang isoman. Memang, tidak mungkin datang langsung ke rumah pasien, karena itu, Daeng menyampaikan bahwa pentingnya peran telemedicine yang bisa diakses oleh pasien melalui gawainya masing-masing dari rumah.

Selain itu, baik pasien maupun keluarganya harus memahami alarm atau tanda tubuh jika terjadi perburukan gejala Covid-19.

"Bagi yang melakukan isoman, ada alarm kapan dia harus mencari pertolongan ke rumah sakit. Pertama, sebenarnya secara keseluruhan kalau terjadi perburukan atau gejala yang tampak berat. Biasanya gejala yang dikaitkan dengan gangguan pernapasan. Karena gangguan pernapasan sebagai tanda terjadi gejala pneumonia atau radang paru," jelasnya.

Gejala pneumonia di antaranya napas jadi lebih cepat dan pendek. Jika diukur respiratori atau kecepatan napas mencapai 24 kali per menit.

"Itu sudah menunjukkan gejala gangguan napas, berarti dia sudah ada gejala pneumonia. Sudah masuk gradasi gejala sedang, bukan lagi gejala ringan, jadi tidak boleh lagi dilakukan isoman," imbuh Daeng.

baca juga

Gejala kedua, meskipun napas tidak cepat tapi merasa sesak atau dada seperti tertekan dan sakit, itu termasuk gejala gangguan napas. Ketiga, terjadi sianosis, yakni kebiruan pada bibir, ujung tangan, juga ujung kuku.

Daeng menjelaskan bahwa sianosis menunjukkan kekurangan oksigen, dan jika diperiksa dengan oximeter kemungkinan saturasinya telah di bawah 94.

Namun, meskipun oksigen bisa digunakan secara mandiri dari rumah, tetap ada dosis yang harus diperhatikan saat menggunakannya. Sekali lagi, Daeng menekankan, karena itulah pentingnya pendampingan dari tenaga medis bagi pasien Covid-19 yang isoman.

"Karena kebanyakan masyarakat belum mengetahui gejala alarm tadi. Ini bisa tercegah kalau dia selalu terhubung, selalu konsultasi ke dokter atau tenaga kesehatan. Ada pendamping tenaga kesehatan atau dokter yang terus ditanyakan," ucapnya.

Menurut Daeng, pasien Covid-19 yang OTG atau hanya gejala ringan sebenarnya peluang untuk sembuh sangat besar. Asalkan mendapatkan perawatan yang baik dan tepat.

"Maka saya katakan, isoman penting sekali untuk didampingi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ojol Gratiskan Layanan Antar Kebutuhan Isoman, Kisah Ubay Banser Bikin Terenyuh

Ojol Gratiskan Layanan Antar Kebutuhan Isoman, Kisah Ubay Banser Bikin Terenyuh

Kalbar | Kamis, 22 Juli 2021 | 12:10 WIB

Pasien Covid-19 Meninggal Saat Isoman di Sunter Agung Melonjak

Pasien Covid-19 Meninggal Saat Isoman di Sunter Agung Melonjak

Jakarta | Kamis, 22 Juli 2021 | 10:39 WIB

Sehari sampai 3 Jenazah, Petugas Pemulasaraan Jakarta Akui Banyak Pasien Isoman Meninggal

Sehari sampai 3 Jenazah, Petugas Pemulasaraan Jakarta Akui Banyak Pasien Isoman Meninggal

News | Kamis, 22 Juli 2021 | 10:16 WIB

Terkini

WNI Terjebak di Hotel saat Banjir Besar di Bangkok

WNI Terjebak di Hotel saat Banjir Besar di Bangkok

News | Senin, 28 September 2026 | 08:51 WIB

OKX Ungkap Cadangan Kripto US$27,4 Miliar, Klaim Lindungi 690 Ribu Pengguna

OKX Ungkap Cadangan Kripto US$27,4 Miliar, Klaim Lindungi 690 Ribu Pengguna

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 08:51 WIB

5 Tips Memilih Sandal Outdoor yang Bagus dan Awet untuk Temani Petualangan

5 Tips Memilih Sandal Outdoor yang Bagus dan Awet untuk Temani Petualangan

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 08:49 WIB

7 Penyebab Cushion Menggumpal di Cuping Hidung dan Garis Senyum serta Solusinya

7 Penyebab Cushion Menggumpal di Cuping Hidung dan Garis Senyum serta Solusinya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 08:46 WIB

Banjir Bangkok Meluas, 50 Distrik Ditetapkan Sebagai Zona Bencana Nasional

Banjir Bangkok Meluas, 50 Distrik Ditetapkan Sebagai Zona Bencana Nasional

News | Senin, 28 September 2026 | 08:33 WIB

Harga Logam Mulia Diprediksi Fluktuatif, Simak Rentang Proyeksi Harga Emas

Harga Logam Mulia Diprediksi Fluktuatif, Simak Rentang Proyeksi Harga Emas

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 08:29 WIB

Belanda Tekuk Serbia 2-1, Xavi Soroti Brace Mexx Meerdink dan Umpan Akurat Veerman

Belanda Tekuk Serbia 2-1, Xavi Soroti Brace Mexx Meerdink dan Umpan Akurat Veerman

Bola | Senin, 28 September 2026 | 08:25 WIB

Kronologi Menteri PU Dody Hanggodo Marah ke Anak Buah saat Sidak Sawah Bekasi

Kronologi Menteri PU Dody Hanggodo Marah ke Anak Buah saat Sidak Sawah Bekasi

News | Senin, 28 September 2026 | 08:23 WIB

Kematian Vanreko Varkas Jadi Alarm: Koalisi Desak Usut Tuntas dan Hentikan Militerisasi!

Kematian Vanreko Varkas Jadi Alarm: Koalisi Desak Usut Tuntas dan Hentikan Militerisasi!

News | Senin, 28 September 2026 | 08:10 WIB

BIGBANG Tambah Jadwal Konser di Jakarta! Simak Trik Jitu Biar Nggak Gagal War Tiket Lagi

BIGBANG Tambah Jadwal Konser di Jakarta! Simak Trik Jitu Biar Nggak Gagal War Tiket Lagi

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 08:10 WIB

×