Dalam Hitungan Menit, Tubuh Akan Alami Ini Jika Kamu Berhenti Merokok

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Jum'at, 23 Juli 2021 | 08:00 WIB
Dalam Hitungan Menit, Tubuh Akan Alami Ini Jika Kamu Berhenti Merokok
Ilustrasi berhenti merokok. (Shutterstock)

Suara.com - Banyak orang ingin berhenti merokok namun mengaku merasa kesulitan untuk memulainya. Hal itu memang tidak lepas dari kandungan nikotin pada rokok, zat kimia yang melepaskan dopamin dan endorphin ke otak yang membuat kita jadi kecanduan.

Rokok sendiri memberi efek yang sangat merugikan. Dikutip dari Ruang Guru, efek pertama dari tar, zat kimia yang terkandung dalam rokok, akan merusak gigi. Rokok juga dapat merusak saraf penciuman di dalam hidung. Sementara kerusakan di paru-paru, terjadi bronkitis dan emfisema karena silia yang bertugas membersihkan saluran udara jadi rusak. Rokok juga berisiko membuat perempuan susah hamil. Sementara pada laki-laki, bisa menyebabkan impotensi.

Meski dengan berbagai risiko gangguan kesehatan yang menghantui, jika seseorang telah bertekad berhenti merokok, bukan tidak mungkin tubuhnya jadi sehat kembali.

Tak perlu menunggu hingga bertahun-tahun, tubuh bahkan bisa lebih baik hanya dalam hitungan menit tidak menghisap rokok. Dan tahukah kamu, inilah yang terjadi pada tubuh jika seseorang berhenti merokok secara konsisten.

20 Menit pertama
Hanya dalam 20 menit setelah berhenti merokok, detak jantung dan tekanan darah mulai kembali normal.

12 Jam kemudian
Tanpa kepulan asap, tingkat karbon monoksida (CO) di dalam darah stabil, sehingga darah bisa lebih banyak mengangkut oksigen.

24 Jam
Risiko penyakit jantung akan menurun. Saat itu pula detak jantung dan tekanan darah sudah normal. Keesokan harinya, saraf-saraf yang bertanggung jawab untuk mencium dan mengecap sudah pulih.

1 Bulan
Paru-paru akan semakin lebih sehat. Napas pun akan jadi lebih panjang dan batuk-batuk berkurang.

9 Bulan
Rambut di paru-paru seperti silia yang bertugas membersihkan aliran udara sebenarnya sudah mulai pulih sejak seminggu berhenti merokok. Kemudian berfungsi kembali setelah 9 bulan penuh berhenti merokok. Sehingga, tugasnya sebagai "pembersih" sudah berjalan dengan normal. Tidak ada lagi "udara kotor" di dalam tubuh, sehingga badan sudah lebih kuat dan tahan dari infeksi.

1 Tahun
Risiko terkena penyakit jantung telah menurun drastis. Hal ini dikarenakan fungsi pembuluh darah meningkat.

4 Tahun
Kemungkinan pembekuan darah sangat jauh menurun. Pada saat ini, risiko terkena stroke juga menurun. Pada tahun keempat, kebanyakan orang umumnya sudah mulai bisa mengontrol diri. Sudah terbiasa hidup tanpa rokok

10 Tahun
Kemungkinan terkena kanker paru-paru akan berkurang 50 persen. Hal ini karena kemampuan tubuh dalam memperbaiki DNA tubuh sudah pulih. DNA yang sebelumnya terpengaruh zat kimia dalam rokok, dan dapat memicu kanker, tertempel zat arsenik dan nikel yang menyulitkan perbaikan DNA. Namun setelah 10 tahun penuh berhenti merokok, sudah pulih dan normal.

15 Tahun
Risiko terkena penyakit jantung koroner sudah sama seperti orang yang tidak pernah merokok sama sekali, bergaya hidup sehat, dan tidak terpapar zat nikotin maupun tar dalam tubuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wanita Merokok Bisa Picu Ganguan Kesehatan, dari Reproduksi Hingga Resiko Keturunan

Wanita Merokok Bisa Picu Ganguan Kesehatan, dari Reproduksi Hingga Resiko Keturunan

Surakarta | Kamis, 22 Juli 2021 | 20:45 WIB

Duh! Ibu-ibu Pengajian Asyik Merokok, Warganet: Astaga Ukhti

Duh! Ibu-ibu Pengajian Asyik Merokok, Warganet: Astaga Ukhti

Jawa Tengah | Minggu, 04 Juli 2021 | 09:25 WIB

Orang Ini 3 Bulan Berhasil Berhenti Merokok, Ternyata Rahasianya Selai Cokelat Jadul

Orang Ini 3 Bulan Berhasil Berhenti Merokok, Ternyata Rahasianya Selai Cokelat Jadul

Lifestyle | Minggu, 27 Juni 2021 | 13:14 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB