Ternyata Oseltamivir dan Azithromycin Tidak Lagi Jadi Obat Standar untuk Covid-19

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 24 Juli 2021 | 18:30 WIB
Ternyata Oseltamivir dan Azithromycin Tidak Lagi Jadi Obat Standar untuk Covid-19
Ilustrasi obat. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Sejak 14 Juli 2021 antivirus Oseltamivir dan antibiotik Azithromycin dikeluarkan dari obat standar penanganan Covid-19.

Keputusan terkait obat terapi Coid-19 ini disampaikan melalui surat rekomendasi 5 organisasi profesi kedokteran terkait terapi utama Protokol Tatalaksana Covid-19.

Kelima organisasi itu yakni Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN), dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Farmasi Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Prof. Keri Lestari menjelaskan jika oseltamivir tidak lagi menjadi terapi standar karena tidak efektif menghambat replikasi virus SARS CoV 2 penyebab sakit Covid-19.

Ilustrasi obat antivirus Covid-19. (Pixabay)
Ilustrasi obat antivirus Covid-19. (Pixabay)

Menurutnya oseltamivir bekerja dengan cara menghambat enzim neuraminidase pada virus influensa, sehingga virus tersebut sulit bereplikasi (memperbanyak diri). Sayangnya, dalam SARS CoV 2 tidak memiliki enzim neuraminidase.

"Kenyataan pada SARS CoV 2 tidak ada jalur neuraminidase ini, sehingga kalau diberikan ke mana mekanisme kerjanya. Makanya direkomendasikan tidak digunakan oseltamivir ini," jelas Prof. Keri saat dihubungi suara.com, Sabtu (24/7/2021).

Fakta ini diketahui usai dilakukan penelitian, pemantauan, dan pengamatan pasien Covid-19 yang mendapat terapi obat oseltamivir. Namun obat ini tetap bisa digunakan sebagai terapi sekunder, yakni apabila pasien Covid-19 terinfeksi virus influensa.

Alasan yang sama juga diungkap Prof. Keri bahwa azitromisin tidak lagi jadi obat standar penanganan Covid-19, lantaran obat ini adalah antibiotik yang berfungsi melawan bakteri dan bukan melawan virus, sedangkan Covid-19 disebabkan oleh virus.

"Khawatir kalau diberikan azithromycin, pasien Covid-19 mengalami resistensi antibiotik, yang membuat obat tersebut tidak lagi berguna saat terinfeksi bakteri," pungkas Prof. Keri.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Covid-19 Meningkat, Vietnam Lockdown Ibu Kota Hanoi 15 Hari

Kasus Covid-19 Meningkat, Vietnam Lockdown Ibu Kota Hanoi 15 Hari

Foto | Sabtu, 24 Juli 2021 | 17:20 WIB

Simalakama PPKM Darurat, Antara Bendera Putih dan Bendera Kuning

Simalakama PPKM Darurat, Antara Bendera Putih dan Bendera Kuning

Jabar | Sabtu, 24 Juli 2021 | 17:09 WIB

Sabtu 24 Juli: Kasus Positif Corona Tambah 45.416 Orang, 1.415 Jiwa Meninggal

Sabtu 24 Juli: Kasus Positif Corona Tambah 45.416 Orang, 1.415 Jiwa Meninggal

News | Sabtu, 24 Juli 2021 | 16:55 WIB

Terkini

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Kalbar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:14 WIB

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:03 WIB

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:48 WIB

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Banten | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:37 WIB

×