Pengertian Tes Covid-19 PCR, Rapid Test Antigen, Antibodi, GeNose, Cara Kerja & Akurasinya

Risna Halidi, Lilis Varwati

Selasa, 03 Agustus 2021 | 09:09 WIB
Pengertian Tes Covid-19 PCR, Rapid Test Antigen, Antibodi, GeNose, Cara Kerja & Akurasinya
Petugas memeriksa hasil spesimen usai melakukan tes cepat (rapid test) Antigen COVID-19. [ANTARA FOTO/Umarul Faruq]

Suara.com - Sejak pandemi covid-19, semua orang perlu tes covid-19 seperti PCR, Rapid Test Antigen, Antibodi dan GeNose untuk mengetahui ada atau tidaknya paparan virus Corona tersebut.

Seperti diketahui, Tes PCR menjadi standar utama di Indonesia untuk mengonfirmasi seseorang positif Covid-19.

Standar itu sesuai dengan rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), di mana pemeriksaan molekuler harus dilakukan pada orang yang terduga terinfeksi Covid-19.

Metode yang dianjurkan adalah deteksi molekuler/NAAT (Nucleic Acid Amplification Test) seperti pemeriksaan RT-PCR (Real Time PCR). Jenis tes tersebut memeriksa material genetik virus dalam tubuh.

Selain tes PCR, di Indonesia juga terdapat rapid test antigen, rapid test antibodi, dan GeNose yang sering digunakan untuk mengetahui kemungkinan terinfeksi virus Covid-19. Apa perbedaanya dengan Tes PCR? Mana yang lebih ampuh?

Dikutip dari Ruang Guru, berikut pengertian dan penjelasan lengkap mengenai tes PCR, Rapid Test Antigen, Antibodi, GeNose, cara kerja dan tingkat akurasinya.

Tes PCR

Petugas kesehatan meletakkan spesimen swab pasien ke Mobil Laboratorium Bergerak Surveilans saat uji swab PCR di Kantor Dinas Kesehatan Bantul, Rabu (24/2/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)
Petugas kesehatan meletakkan spesimen swab pasien ke Mobil Laboratorium Bergerak Surveilans saat uji swab PCR di Kantor Dinas Kesehatan Bantul, Rabu (24/2/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

PCR sebenarnya singkatan Polymerase Chain Reaction yang menjadi tes paling dianjurkan oleh WHO karena dapat mencari materi genetik dan virus. Tes PCR menjadi metode yang paling akurat dalam mendeteksi virus corona SARS Cov-2.

Namun, hasil dari tes PCR membutuhkan waktu yang lebih lama karena harus dilakukan pemeriksaan sampel di laboratorium dengan kelengkapan khusus.

baca juga

Cara Kerja
Tes PCR dilakukan dengan swab atau usap untuk mengambil sampel lendir di pangkal hidung dan tenggorokan. Cara ini bertujuan untuk mencari materi genetik dari virus corona.

Materi virus akan terdeteksi jika seseorang terinfeksi secara aktif. Pemeriksaan menggunakan metode PCR ini membutuhkan waktu yang cukup lama, mulai dari beberapa jam hingga satu minggu untuk menunjukkan hasilnya.

Tingkat Akurasi
Tes PCR diyakini paling akurat dalam mendeteksi virus corona dalam tubuh. Akurasinya bisa mencapai 80-90 persen.

Bahkan, sensitivitas dari tes itu juga masih dapat menunjukkan hasil positif Covid-19 pada pasien yang sudah sembuh karena materi genetik virus masih ada pada tubuh tetapi sudah tidak menularkan lagi.

Rapid Test Antigen

Petugas melakukan tes cepat (rapid test) Antigen COVID-19 kepada santri di Pendopo Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (22/5/2021). [ANTARA FOTO/Umarul Faruq]
Petugas melakukan tes cepat (rapid test) Antigen COVID-19 kepada santri di Pendopo Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (22/5/2021). [ANTARA FOTO/Umarul Faruq]

Rapid test antigen atau swab antigen memiliki metode yang mirip dengan PCR yaitu dengan pengambilan sampel lendir di pangkal hidung, tetapi tidak di tenggorokan.

Swab antigen bertujuan untuk mencari protein yang terdapat di permukaan virus.

Walaupun belum seakurat tes PCR, tetapi para peneliti mengatakan bahwa rapid test antigen dapat digunakan untuk menentukan pasien mana yang mengalami infeksi.

Rapid Test antigen juga bisa mendeteksi virus secara langsung dan lebih cepat dibandingkan dengan PCR.

Cara Kerja
Virus corona yang masuk ke dalam tubuh akan terdeteksi sebagai antigen (benda asing) oleh sistem imunitas. Antigen inilah yang dapat dideteksi melalui tes antigen.

Tes antigen mengambil sampel dari dalam hidung dengan metode swab. Hasilnya pun bisa langsung dilihat dalam waktu 10-15 menit sejak tes dilakukan.

Tingkat Akurasi
Tes antigen memiliki sensitivitas maksimal 94 persen dan spesifisitas sebesar lebih dari 97 persen. Namun, risiko untuk negatif palsu atau false negative cukup tinggi.

Biasanya, dokter akan menyarankan pasien untuk tetap melakukan tes PCR setelah tes antigen. Apalagi untuk pasien yang hasilnya negatif, padahal memiliki gejala terpapar Covid-19.

Rapid Test Antibodi

Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Rapid test antibodi merupakan jenis tes Covid-19 yang paling awal muncul. Namun sayangnya, tes ini memiliki tingkat akurasi yang rendah dalam mendeteksi keberadaan virus corona di dalam tubuh.

Hasil pemeriksaan tes antibodi dibaca sebagai reaktif (positif) dan nonreaktif (negatif).

Cara Kerja
Tes antibodi dilakukan melalui pengambilan sampel darah dari tubuh pasien. Perlengkapan rapid test akan mengenali antibodi dalam sampel tersebut.

Antibodi ini merupakan protein yang dibentuk sebagai perlindungan tubuh saat terinfeksi virus corona.

Tingkat Akurasi
Tingkat akurasi dari tes antibodi tergolong rendah jika dibandingkan dengan PCR atau antigen.

Tes antibodi berisiko tidak akurat bila dilakukan pada yang belum pernah terinfeksi virus corona.

Apalagi, tiap orang bisa memberi respon antibodi yang berbeda-beda saat terinfeksi.

GeNose

Calon penumpang meniup kantong nafas saat mengikuti tes deteksi COVID-19 dengan metode Gajah Mada Electric Nose COVID-19 (GeNose C19) di Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (24/3/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Calon penumpang meniup kantong nafas saat mengikuti tes deteksi COVID-19 dengan metode Gajah Mada Electric Nose COVID-19 (GeNose C19) di Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (24/3/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Tes GeNose awalnya dilakukan sebagai syarat untuk bepergian dengan kereta api. GeNose merupakan hasil inovasi dari tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM).

Cara Kerja
GeNose memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam membedakan pola senyawa yang didekteksi lewat hembusan napas.

Orang yang dites akan diminta untuk menghembuskan napas di kantung khusus.

Sebelum melakukan tes, pasien juga diminta untuk tidak merokok, puasa, dan tidak mengonsumsi makanan atau minuman yang berbau khas selama kurang lebih 30-60 menit sebelum tes dilakukan.

Tingkat Akurasi
Akurasi GeNose diklaim sebesar 93-95 persen, dibandingkan dengan tes PCR atau antigen. Hasilnya pun bisa diketahui lebih cepat kurang lebih 3 menit.

Apabila pasien dinyatakan positif dari satu kali kantung napas, maka diduga kuat terinfeksi Covid-19. Sama seperti tes antigen, setelah tes GeNose dokter biasanya akan menyarankan pasien untuk tes PCR.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Khawatir Dianggap Endorse Covid-19 Alasan Raffi Ahmad Tak Umumkan Positif

Khawatir Dianggap Endorse Covid-19 Alasan Raffi Ahmad Tak Umumkan Positif

Entertainment | Selasa, 03 Agustus 2021 | 08:30 WIB

Kadis Kominfo Aceh Barat, Istri dan Anak Positif Covid-19

Kadis Kominfo Aceh Barat, Istri dan Anak Positif Covid-19

Sumut | Selasa, 03 Agustus 2021 | 05:35 WIB

IPB: Belum Ada Bukti Hewan Positif COVID-19 Tularkan Virus Corona ke Manusia

IPB: Belum Ada Bukti Hewan Positif COVID-19 Tularkan Virus Corona ke Manusia

Tekno | Senin, 02 Agustus 2021 | 22:51 WIB

Terkini

Panduan Lengkap Susunan Upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober di Sekolah

Panduan Lengkap Susunan Upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober di Sekolah

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 13:47 WIB

Jerawat dan Bekasnya Hempas! 4 Serum Azeclair Alternatif Kulit Berjerawat

Jerawat dan Bekasnya Hempas! 4 Serum Azeclair Alternatif Kulit Berjerawat

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 13:45 WIB

Angkat Pengeboman Hiroshima, Shim Eun Kyung dan WOODZ Tolak Film Damako

Angkat Pengeboman Hiroshima, Shim Eun Kyung dan WOODZ Tolak Film Damako

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 13:45 WIB

Viral Julurkan Lidah ke Demonstran Hari Tani, Oknum Polisi Bengkulu Dijatuhi Sanksi Disiplin

Viral Julurkan Lidah ke Demonstran Hari Tani, Oknum Polisi Bengkulu Dijatuhi Sanksi Disiplin

News | Selasa, 29 September 2026 | 13:42 WIB

Apakah Kulkas Boleh Dibaringkan saat Pengiriman? Ketahui Panduan Amannya

Apakah Kulkas Boleh Dibaringkan saat Pengiriman? Ketahui Panduan Amannya

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 13:38 WIB

Siap-siap, Tahun Depan Subsidi BBM dan LPG Dipangkas, Penerima Diseleksi Ketat!

Siap-siap, Tahun Depan Subsidi BBM dan LPG Dipangkas, Penerima Diseleksi Ketat!

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 13:34 WIB

Agung Nugroho: Jangan Ada Lagi Warga Pekanbaru yang Tak Punya Rumah

Agung Nugroho: Jangan Ada Lagi Warga Pekanbaru yang Tak Punya Rumah

Riau | Selasa, 29 September 2026 | 13:32 WIB

Segini Kisaran Kompensasi yang Harus Dibayar PSSI Jika Memecat John Herdman Sekarang

Segini Kisaran Kompensasi yang Harus Dibayar PSSI Jika Memecat John Herdman Sekarang

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 13:32 WIB

Menteri Hukum Sambangi Istana, Ungkap Ada Urusan Pemerintahan dan Partai

Menteri Hukum Sambangi Istana, Ungkap Ada Urusan Pemerintahan dan Partai

News | Selasa, 29 September 2026 | 13:32 WIB

Isak Tangis Iringi Kepulangan Guntur, ABK Kapal Virgo Transport 8 yang Ditemukan di Dalam Kamar

Isak Tangis Iringi Kepulangan Guntur, ABK Kapal Virgo Transport 8 yang Ditemukan di Dalam Kamar

Surakarta | Selasa, 29 September 2026 | 13:30 WIB

×