alexametrics

Studi: Anak-Anak Berisiko Kecil Alami Gejala Jangka Panjang Covid-19

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Studi: Anak-Anak Berisiko Kecil Alami Gejala Jangka Panjang Covid-19
Ilustrasi virus corona Covid-19, anak-anak Covid-19 (Pixabay/educadormarcossv)

Sebuah studi menunjukkan bahwa keparahan Covid-19 pada anak risikonya kecil.

Suara.com - Sebuah studi baru menunjukkan bahwa anak-anak memiliki kemungkinan kecil mengalami gejala jangka panjang Covid-19.

Penelitian yang disusun oleh King's College London (KCL) ini menyatakan bahwa anak-anak mayoritas sembuh dalam satu minggu. 

Melansir dari Independent, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet Child & Adolescent Health ini mengamati 1.734 anak yang dites positif Covid-19 yang mendekati timbulnya gejala.

Penelitian menemukan bahwa penyakit rata-rata berlangsung enam hari pada anak-anak. Sebagian besar anak pulih dari gejala mereka dalam waktu empat minggu.

Baca Juga: Setelah Google dan Facebook, Giliran Microsoft Wajibkan Karyawannya Divaksinasi Covid-19

Sebagian kecil yakni 77 anak (4,4 persen) terus mengalami penyakit setelah sebulan, sementara kurang dari 2 persen masih berjuang dengan gejala setelah delapan minggu.

Di antara anak-anak dengan gejala jangka panjang, kelelahan adalah yang paling umum terjadi. Sakit kepala dan kehilangan indra penciuman juga dilaporkan.

Anak sekolah memakai masker. (Shutterstock)
Anak sekolah memakai masker. (Shutterstock)


Profesor Emma Duncan, penulis senior laporan tersebut meyakinkan bahwa kasus Covid-19 gejala jangka panjang pada anak-anak risikonya rendah. 

“Namun demikian, masih ada sejumlah kecil anak-anak memang mengalami gejala jangka panjang Covid-19,” kata Profesor Duncan.

Meskipun anak-anak sebagian besar terhindar dari dampak terburuk Covid-19, momok penyakit jangka panjang telah menghantui kaum muda selama pandemi.

Baca Juga: Suntik Vaksin yang Hampir Kedaluwarsa ke Putri dan Keponakan, Perawat Senior Dipecat

Data yang dirilis oleh Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS) awal tahun 2021 menunjukkan bahwa 9,8 persen anak di bawah 11 tahun dan 13 persen anak berusia 12 hingga 16 tahun melaporkan setidaknya satu gejala yang menetap lima minggu setelah diagnosis positif.

Sebuah laporan berbeda yang diterbitkan pada bulan April menemukan bahwa seperempat dari anak-anak yang disurvei setelah keluar dari rumah sakit di Rusia pasca infeksi memiliki gejala lebih dari lima bulan kemudian.

Komentar