Pandemi Covid-19 Bikin Busui Makin Sulit Dibujuk Beri ASI Eksklusif, Ini Penyebabnya

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 04 Agustus 2021 | 20:30 WIB
Pandemi Covid-19 Bikin Busui Makin Sulit Dibujuk Beri ASI Eksklusif, Ini Penyebabnya
Ilustrasi ibu Menyusui. (Shutterstock)

Suara.com - Tahun kedua pandemi Covid-19 terasa lebih menantang bagi para tenaga kesehatan (nakes) untuk mempertahankan jumlah ibu menyusui memberikan ASI kepada bayinya.

Survei dari Health Collaborative Center (HCC) menunjukan, 62 persen nakes mengaku sulit mempertahankan ibu untuk menyusui dan tetap berikan ASI eksklusif selama masa pandemi.

"Artinya sekitar enam sampai tujuh dari sepuluh tenaga kesehatan Indonesia, terutama yang kerja di layanan primer, yang berhubungan langsung dengan ibu hamil dan menyusui, mengatakan sulit banget mempertahankan ibu tetap menyusui," kata peneliti utama HCC Dr. dr. Ray Wagiu, MKK., dalam konferensi pers virtual, Rabu (4/8/2021).

HCC mengidentifikasi ada empat faktor penting penyebab masalah tersebut.

Faktor pertama, sebanyak 57 persen nakes mengatakan bahwa kebanyakan fasilitas Kesehatan layanan primer, seperti puskesmas, tidak memiliki pelayanan antenatal care secara daring atau telemedicine selama pandemi Covid-19.

Dokter Ray mengatakan, selama pandemi pelayanan puskesmas bagi ibu hamil dan menyusui ditutup, tetapi sayangnya juga tidak ada pengganti layanan secara telemedicine. Padahal layanan secara daring itu juga penting untuk melakukan identifikasi kesehatan.

"Bahkan beberapa kelas menyusui juga dihentikan oleh pemerintah karena harus fokus pada penanganan Covid-19," imbuhnya.

Kedua, layanan kesehatan non Covid-19 di beberapa fasilitas kesehatan juga menjadi penghambat bagi nakes memantau ibu hamil dan ibu menyusui. Para nakes menyadari bahwa pemerintah saat ini sangat memprioritaskan penanganan Covid-19.

Sekalipun para nakes bisa menjangkau para ibu, namun 66 persen dari mereka mengaku tidak pernah mendapatkan pelatihan cara edukasi khusus manajemen laktasi selama pandemi.

Meski berbagai informasi telah tersebar, seperti melalui situs Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) maupun Kementerian Kesehatan.

"Tapi mereka bilang bingung menerapkannya," imbuh dokter Ray.

Menurutnya, jika fasilitas kesehatan primer tidak memiliki pelayanan adenatal atau layanan ibu hamil dan menyusui secara telemedicine, berakibat 1,4 kali membebani kerja dokter dan bidan.

Padahal jika tidak ada pelatihan tenaga kesehatan atau protokol manajemen laktasi, yang terjadi 1,2 kali pelayanan kesehatan untuk ibu hamil dan menyusui akan terganggu atau bahkan gagal.

"Faktor ketiga, 42 persen juga mereka mengatakan tidak pernah ada ketersediaan informasi tentang menyusui yang aman selama masa pandemi di fasilitas kesehatan tempat mereka bertugas.

Keempat, 64 persen dari yang kerja di fasilitas pelayanan kesehatan primer tidak punya fasilitas khusus menyusui untuk pasien covid," paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selain Lindungi Anak dari Penyakit, Ini Deretan Manfaat ASI yang Sangat Menakjubkan

Selain Lindungi Anak dari Penyakit, Ini Deretan Manfaat ASI yang Sangat Menakjubkan

Health | Rabu, 04 Agustus 2021 | 18:50 WIB

Ibu Menyusui Terkendala Jam Kerja, Coba Gunakan Dot Orthodontic

Ibu Menyusui Terkendala Jam Kerja, Coba Gunakan Dot Orthodontic

Health | Rabu, 04 Agustus 2021 | 18:39 WIB

Banyak Mahasiswa Terancam DO karena Covid-19, Sri Mulyani Perpanjang Bantuan Uang Kuliah

Banyak Mahasiswa Terancam DO karena Covid-19, Sri Mulyani Perpanjang Bantuan Uang Kuliah

Bisnis | Rabu, 04 Agustus 2021 | 17:37 WIB

Terkini

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB