Benarkah Alami Gejala Long Covid-19 Jadi Tanda Adanya Kerusakan Paru?

Kamis, 05 Agustus 2021 | 06:41 WIB
Benarkah Alami Gejala Long Covid-19 Jadi Tanda Adanya Kerusakan Paru?
Ilustrasi long Covid-19 (Shutterstock)

Suara.com - Meski sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19, tidak sedikit orang merasa khawatir karena merasakan gejala sisa atau Long Covid-19 yang sangat menganggu. Salah satunya adalah gejala seperti batuk dan napas berat hingga mudah lelah.

Lantas timbul pertanyaan, apakah gejala sisa  bisa menyebabkan kerusakan paru dan bisakah kembali normal seperti sedia kala?

Dokter Spesialis Anak, Kurniawan T. Kadafi, Sp.A(K) mengatakan gejala long Covid-19 bisa berbeda pada setiap orang, bergantung seberapa parah gejala awal saat terinfeksi virus corona.

Sehingga ia menyarankan untuk menjalani pemeriksaan penunjang untuk memastikan kondisi paru setelah terinfeksi Covid-19.

"Sebaiknya harus dicek dengan pemeriksaan penunjang dengan foto rontgen laboratorium dan lain sebagainya," ujar dr. Kurniawan dalam diskusi Instagram Live bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, seseorang akan dinyatakan mengalami long Covid-19, apabila ia masih mengalami gejala sisa seperti saat pertama kali terinfeksi Covid-19 antara 3 hingga 12 minggu setelah dinyatakan sembuh.

Dikatakan Kurniawan, long Covid-19 terbagi dalam dua kondisi yaitu gejala yang dialami serupa dengan kerusakan organ yang belum pulih dari peradangan akibat infeksi virus corona.

Kondisi lainnya, penyintas Covid-19 masih merasakan gejala tapi hasil pemeriksaan menunjukan organ sudah membaik, berdasarkan foto rontgen paru-paru normal dan pemeriksaan penunjang pada organ lainnya berjalan normal.

"Maka pikirkan jangan-jangan ada psikogenik, karena ini akan menyangkut terhadap terapi. Terapi lengkap itu pada prinsipnya itu mengobati keluhan yang sekarang muncul," terang dr. Kurniawan.

Baca Juga: Masih Demam HIngga Pusing Usai Sembuh, Waspadai Gejala Long Covid-19 Anak

Bahkan bukan tidak mungkin apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kerusakan atau ketidaknormalan akibat peradangan paru atau fibrosis, maka akan dilakukan treatmen pemberian obat atau fisioterapi.

"Kemudian ada juga yang kalau berhubungan dengan gangguan kesulitan konsentrasi belajar atau gangguan psikologis yang lainnya, akan diberikan psikoterapi dan lain sebagainya," pungkas dr. Kurniawan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI