Alami Gejala Long Covid-19 Meski Sudah Sembuh, Bolehkah Divaksinasi?

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Rabu, 04 Agustus 2021 | 18:45 WIB
Alami Gejala Long Covid-19 Meski Sudah Sembuh, Bolehkah Divaksinasi?
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Presisi.co]

Suara.com - Long Covid-19 syndrome atau gejala sisa usai sembuh dari infeksi virus corona bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satunya bisa menghambat untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 lantaran masih demam, sakit tenggorokan, hingga batuk.

Alhasil timbul pertanyaan, bolehkah orang dengan long Covid-19 disuntik vaksin Covid-19? Jawabannya bisa.

Diungkap Dokter Spesialis Anak, Kurniawan T. Kadafi, Sp.A(K) orang dengan long Covid-19 boleh menerima suntikan vaksin, dengan syarat ia sudah dinyatakan sembuh dan keluar dari rumah sakit atau sudah menjalani isolasi mandiri (isoman) minimal 14 hari.

Adapun jarak vaksinasi minimal tiga bulan setelah selesai isoman dan sembuh dari Covid-19. Tidak masalah jika gejala long Covid-19 masih dirasakan, ia tetap boleh menerima vaksin Covid-19. Apalagi gejala long Covid-19 kronik bisa terjadi selama enam bulan lamanya.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).

Pendapat ini dikemukakan dr. Kurniawan, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan periode Juni hingga Desember 2020, terkait penyintas Covid-19 yang mengalamin gejala sisa, lalu divaksinasi pada Januari hingga Februari 2021.

Hasilnya kata dr. Kurniawan, vaksinasi pada penyintas Covid-19 yang mengalami gejala sisa, tidak terbukti kondisinya semakin berat atau parah. Namun menunjukan sebaliknya, vaksinasi mempercepat pemulihan gejala long Covid-19.

"Justru yang dilakukan vaksinasi secara jumlah ada terjadi perbaikan. Jadi keluhan kelelahan dan batuk setelah divaksinasi pada usia dewasa (18 hingga 59 tahun), justru mengalami perbaikan secara klinis. Perbandingannya jadi 23 persen pada kelompok tervaksinasi dan 15 persen pada kelompok yang tidak tervaksinasi," ujar dr. Kurniawan dalam IG Live bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) beberapa waktu lalu.

Penelitian ini juga ditimpali oleh seorang ahli mikrobiologi, yang mengatakan jika vaksin yang disuntikan bisa mengedukasi dan mengajarkan sel kekebalan tubuh untuk memperbaiki inflamasi atau peradangan akibat virus.

"Dan apabila keluhan itu disebabkan karena virus yang masih ada, vaksin itulah yang bertanggungjawab untuk menghancurkan virus itu," pungkas dr. Kurniawan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebanyak 27 Persen Pasien Covid-19 di Bantul Meninggal Saat Isoman, Ini Penyebabnya

Sebanyak 27 Persen Pasien Covid-19 di Bantul Meninggal Saat Isoman, Ini Penyebabnya

Jogja | Rabu, 04 Agustus 2021 | 14:55 WIB

Dari Enam Tempat Isolasi Pasien Covid-19, Wagub DKI: Hanya Terisi 40 persen Sekarang

Dari Enam Tempat Isolasi Pasien Covid-19, Wagub DKI: Hanya Terisi 40 persen Sekarang

News | Rabu, 04 Agustus 2021 | 14:55 WIB

Ancaman PHK, Cerita Buruh Pengidap Komorbid Sulit Ikut Vaksin karena Ditekan Bos Pabrik

Ancaman PHK, Cerita Buruh Pengidap Komorbid Sulit Ikut Vaksin karena Ditekan Bos Pabrik

News | Rabu, 04 Agustus 2021 | 14:43 WIB

Terkini

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB