Peneliti Hong Kong: Kasus Rabun Jauh pada Anak-Anak Meningkat selama Pandemi

Yasinta Rahmawati

Kamis, 05 Agustus 2021 | 13:58 WIB
Peneliti Hong Kong: Kasus Rabun Jauh pada Anak-Anak Meningkat selama Pandemi
Ilustrasi anak kecil pakai kacamata (Pixabay)

Suara.com - Pandemi Covid-19 memberi konsekuensi pada berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah penglihatan anak-anak yang memburuk. Peneliti di Hong Kong mendeteksi peningkatan pesat dalam rabun jauh (miopi) selama tahun lalu di antara anak-anak usia 6-8 tahun.

Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, kasus miopi yang didiagnosis meningkat lebih dari 10 persen. Meskipun tidak mungkin untuk mengatakan dari data apakah rabun jauh ini secara langsung terkait dengan pandemi.

Tetapi menghabiskan waktu di luar ruangan diketahui menurunkan risiko anak terkena rabun jauh, ketimbang saat melakukan 'pekerjaan dekat' seperti membaca, menulis, atau melihat layar gadget.

Faktanya, penelitian terbaru menunjukkan kurangnya waktu di luar ruangan mungkin menjadi indikator miopi yang lebih besar daripada genetika. Oleh karena itu, ada kemungkinan penutupan sekolah dan lockdown karena pandemi menjadi penyebab meningkatnya rabun jauh di kalangan anak-anak belakangan ini.

Ilustrasi anak rabun jauh. (Shutterstock)
Ilustrasi anak rabun jauh. (Shutterstock)

"Meskipun karantina dan penutupan sekolah akibat pandemi tidak akan berlangsung selamanya, peningkatan adopsi dan ketergantungan pada perangkat digital, serta perubahan perilaku akibat kurungan rumah yang diperpanjang, mungkin memiliki efek jangka panjang pada perkembangan miopi pada populasi, terutama di antara anak-anak," tulis para peneliti dalam makalah baru mereka, dikutip dari Science Alert.

Kuesioner penelitian mengungkapkan anak-anak di Hong Kong menghabiskan 68 persen lebih sedikit waktu di luar rumah selama pandemi, dari rata-rata satu seperempat jam di luar ruangan menjadi hanya 24 menit sehari.

Sedangkan waktu yang dihabiskan untuk menatap layar meningkat hampir 3 kali lipat, meningkat dari rata-rata 2,5 jam sehari, menjadi 7 jam sehari.

Hari ini di China miopi dianggap sebagai epidemi. Lebih dari 90 persen anak muda di sana mengalami rabun jauh, membuat generasi berikutnya rentan terhadap berbagai kondisi mata selama hidup mereka.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penjualan Daging Beku Jadi Peluang Bisnis Menjanjikan Saat Pandemi di Jakarta

Penjualan Daging Beku Jadi Peluang Bisnis Menjanjikan Saat Pandemi di Jakarta

Bisnis | Kamis, 05 Agustus 2021 | 13:19 WIB

Dinilai Perburuk Pandemi, Muhammadiyah Minta Masyarakat Waspada Politisi Ikan Lele

Dinilai Perburuk Pandemi, Muhammadiyah Minta Masyarakat Waspada Politisi Ikan Lele

News | Kamis, 05 Agustus 2021 | 13:12 WIB

Ortu Meninggal karena Covid, 50 Ribu Anak Indonesia Dilaporkan Mendadak jadi Yatim Piatu

Ortu Meninggal karena Covid, 50 Ribu Anak Indonesia Dilaporkan Mendadak jadi Yatim Piatu

News | Kamis, 05 Agustus 2021 | 13:01 WIB

Terkini

Remisi Sakit Indra Kenz Diinvestigasi! Bisa Kembali ke Lapas Jika Dibatalkan

Remisi Sakit Indra Kenz Diinvestigasi! Bisa Kembali ke Lapas Jika Dibatalkan

News | Rabu, 30 September 2026 | 15:55 WIB

Pelatih Bangladesh Tepis Rumor Keretakan Skuad Jelang Laga Kontra Timnas Indonesia

Pelatih Bangladesh Tepis Rumor Keretakan Skuad Jelang Laga Kontra Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 15:50 WIB

Sephora Kids dan Obsesi Skincare Dini: Saat Anak SD Lupa Caranya Bermain

Sephora Kids dan Obsesi Skincare Dini: Saat Anak SD Lupa Caranya Bermain

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 15:50 WIB

Istri Eks Sekjen Kemnaker  Hery Sudarmanto Dipanggil KPK terkait Kasus Pemerasan RPTKA

Istri Eks Sekjen Kemnaker Hery Sudarmanto Dipanggil KPK terkait Kasus Pemerasan RPTKA

News | Rabu, 30 September 2026 | 15:48 WIB

Kenalin Om Jauh Deputi Bakom Timothy Ivan, Heryanto Tanaka Penyuap Hakim Agung

Kenalin Om Jauh Deputi Bakom Timothy Ivan, Heryanto Tanaka Penyuap Hakim Agung

News | Rabu, 30 September 2026 | 15:44 WIB

5 Tahun Dibiarkan Semrawut, Kabel di Kuningan Barat Bikin Pengendara Sering Terpeleset!

5 Tahun Dibiarkan Semrawut, Kabel di Kuningan Barat Bikin Pengendara Sering Terpeleset!

News | Rabu, 30 September 2026 | 15:43 WIB

Jokowi dan PSI Makin Percaya Diri, Pengamat Singgung Potensi Pecah Kongsi

Jokowi dan PSI Makin Percaya Diri, Pengamat Singgung Potensi Pecah Kongsi

Video | Rabu, 30 September 2026 | 15:42 WIB

Honda Keluarkan Mobil Keluarga Harga Setara Innova Zenix Hybrid

Honda Keluarkan Mobil Keluarga Harga Setara Innova Zenix Hybrid

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 15:41 WIB

Review Serial Honor Thy Mother: Mengulik Duka dan Ambisi dalam Keluarga

Review Serial Honor Thy Mother: Mengulik Duka dan Ambisi dalam Keluarga

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 15:40 WIB

Bansos dan KJP Banyak yang Putus, DPRD DKI Desak Pengelolaan Desil Balik ke Daerah

Bansos dan KJP Banyak yang Putus, DPRD DKI Desak Pengelolaan Desil Balik ke Daerah

News | Rabu, 30 September 2026 | 15:38 WIB

×