Waspada Konsumsi Herbal Qusthul Hindi, Dokter Zaidul Akbar Ungkap Alasannya

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Sabtu, 07 Agustus 2021 | 11:55 WIB
Waspada Konsumsi Herbal Qusthul Hindi, Dokter Zaidul Akbar Ungkap Alasannya
Penelusuran Qusthul Hindi di laman Google. (Dok. Tangkapan Layar/Google/Suara.com)

Suara.com - Dokter Zaidul Akbar mengatakan qusthul hindi adalah tanaman obat atau herbal asal India yang berupa tanaman kayu dengan nama ilmiahnya saussurea costus

Namun mengonsumsi qusthul hindi, lanjut Dokter Zaidul Akbar, akan percuma jika tidak dibarengi dengan pola hidup sehat.

Pasalnya, apapun herbalnya membutuhkan bahan bakar untuk bekerja maksimal yaitu nutrisi yang baik. Nah, nutrisi yang baik ini bisa didapat dengan menerapkan pola hidup sehat.

"Saya bilang bahwa tubuh kita kerjanya itu sinergi, jadi kalau mau makan qusthul hindi sehari 1 kilogram, kalau nggak ada nutrisi di badan tidak akan bisa, jadi sama aja bohong," ujarnya di kanal YouTube dr. Zaidul Akbar Official, dikutip suara.com, Sabtu (7/8/2021)

Dokter Zaidul sendiri mengaku tidak pernah mengonsumsi qusthul hindi karena sulit didapatkan, mengingat herbal tersebut berasal dari India. 

Dokter Zaidul Akbar. (Dok: YouTube/dr. Zaidul Akbar Official)
Dokter Zaidul Akbar. (Dok: YouTube/dr. Zaidul Akbar Official)

Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) itu juga menerangkan jika 75 persen sistem kekebalan tubuh berada di saluran cerna, sehingga keunggulan herbal bisa difokuskan untuk memperbaiki kesehatan lambung,

Terkhusus untuk qusthul hindi, dr. Zaidul mengingatkan agar digunakan secara waspada, lantaran herbal tersebut bersifat panas, yang bisa menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan.

"Ketika orang mengonsumsi qusthul hindi jangan sampai kekurangan air, karena sifatnya panas. Di Indonesia juga herbal seperti itu, seperti kapulaga, sereh, lengkuas itu panas semua," terang dr. Zaidul.

Sekadar informasi, ekstrak qusthul hindi digunakan dalam berbagai pengobatan tradisional, dan dikenal dengan nama minyak atsiri.

Qusthul hindi banyak tumbuh subur di dataran tinggi beriklim alphine.

Kerap digunakan selama berabad-abad lamanya di Tibet dan obat tradisional China, karena tanaman ini diyakini punya efek anti-inflamasi, antimikroba, dan analgesik atau penghilang rasa sakit pada manusia.

Jika di India dikenal dengan sebutan qusthul hindi, tanaman ini mendapat sebutan yang berbeda di berbagai negara.

Di Jepang misalnya, qusthul hindi disebut Mokkou, sedangkan dalam pengobatan tradisional China disebut Mu Xiang. 

Sejenis tanaman herbal yang bersifat panas ini mengandung senyawa yang disebut terpen yang bisa mengurangi rasa sakit dan peradangan, dengan bekerja menekan enzim siklooksigenase atau COX.

COX adalah sejenis enzim yang biasanya ditargetkan oleh obat anti inflamasi non steroid seperti ibuprofen dan anaproxen.

Ingin mendengarkan langsung penjelasan lengkap Dokter Zaidul Akbar mengenai tanaman obat atau herbal qusthul Hindi? Tonton videonya di sini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Zaidul Akbar Sarankan Makan Biji Durian dan 4 Berita Kesehatan Menarik Lain

Dokter Zaidul Akbar Sarankan Makan Biji Durian dan 4 Berita Kesehatan Menarik Lain

Health | Jum'at, 06 Agustus 2021 | 20:57 WIB

10 Manfaat Kunyit Putih Untuk Kesehatan, Mulai dari Obat Maag Sampai Antikanker

10 Manfaat Kunyit Putih Untuk Kesehatan, Mulai dari Obat Maag Sampai Antikanker

Health | Sabtu, 07 Agustus 2021 | 09:10 WIB

Sempat Viral, Yuk Mengenal Qusthul Hindi, Asal, Manfaat Kesehatan dan Efek Sampingnya

Sempat Viral, Yuk Mengenal Qusthul Hindi, Asal, Manfaat Kesehatan dan Efek Sampingnya

Health | Jum'at, 06 Agustus 2021 | 19:05 WIB

Terkini

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB