alexametrics

Jangan Abaikan Pusing ketika Bangun Tidur, Bisa Jadi Hipotensi Postural

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni
Jangan Abaikan Pusing ketika Bangun Tidur, Bisa Jadi Hipotensi Postural
Ilustrasi pusing ketika bangun tidur. (Pexels/Andrea Piacquadio)

Anda mungkin pernah merasakan pusing ketika bangun tidur.

Suara.com - Anda mungkin pernah merasakan pusing ketika bangun tidur, sehingga harus duduk lagi atau memegang sesuatu untuk sandaran. Kondisi ini disebut hipotensi postural yang merupakan penurunan tekanan darah tidak normal ketika berdiri.

Pusing ketika bangun tidur ini perlu diwaspadai, karena bisa meningkatkan risiko cedera akibat terjatuh, penyakit jantung, depresi, demensia hingga kematian.

Sebenarnya, hipotensi postural akan meningkat risikonya seiring bertambahnya usia dengan 1 dari 5 orang usia di atas 60 tahun mengalaminya. Sebanyak 15 persen orang usia 65-69 dan lebih dari 25 persen orang usia 85 tahun ke atas berisiko mengalami hipotensi postural.

Hipotensi postural klasik itu bisa terjadi dalam 3 menit ketika Anda berdiri. Sedangkan dilansir dari Mirror UK, hipotensi postural atau pusing ketika bangun tidur terjadi setelah 3 menit.

Baca Juga: WHO Desak Pemerintah AS Ungkap Bukti Asal-usul Virus Corona

Tapi, kondisi ini juga bisa dipicu oleh makanan. Seperti yang ditunjukkan Artaza Gilani dan rekan-rekannya di BMJ, hipotensi postural adalah ciri dari banyak kondisi medis, seperti penyakit Parkinson, diabetes, defisiensi vitamin B12, gagal ginjal, penyakit autoimun, dan kanker.

Ilustrasi bangun tidur (freepik)
Ilustrasi bangun tidur (freepik)

Lalu, ada serangkaian kondisi jantung termasuk tekanan darah tinggi dan aritmia. Selain itu, gula darah tinggi bisa menyebabkan penuaan.

Bahkan, obat-obatan juga bisa menyebabkan hipotensi postural, seperti antihipertensi, nitrat, diuretik, antidepresan trisiklik, antipsikotik, dan beta blocker hingga kebiasaan minum alkohol.

Salah satu risiko Utama hipotensi postural adalah patah tulang karena jatuh, sehingga tujuan pengobatan tidak hanya untuk mengurangi gejala tetapi juga risiko cedera.

Sayangnya, perawatan tidak cukup untuk menormalkan penurunan tekanan darah secara postural. Beberapa dokter akan menyarankan pengobatan untuk hipotensi postural tanpa gejala.

Baca Juga: Tetap Aman Saat Makan di Luar Selama Pandemi Virus Corona, Lakukan 5 Tips Ini

Sebaliknya, cara yang harus dilakukan adalah melakukan beberapa tindakan pencegahan, seperti mengubah posisi secara perlahan dan bertahap dari berbaring lalu duduk dan berdiri.

Komentar