WHO Beri Peringatan Potensi Penyebaran Virus Marburg yang Mirip Ebola

Vania Rossa, Lilis Varwati

Rabu, 11 Agustus 2021 | 08:21 WIB
WHO Beri Peringatan Potensi Penyebaran Virus Marburg yang Mirip Ebola
Ilustrasi Virus Marburg [Shutterstock]

Suara.com - Pria tanpa identitas yang meninggal di Afrika Barat terkonfirmasi positif infeksi virus Marburg yang mirip dengan virus Ebola. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengingatkan bahwa sebaran infeksi itu harus dihentikan segera karena berpotensi jadi epidemi seperti virus Ebola sebelumnya.

Sebelum meninggal, pria itu jatuh sakit dengan gejala demam, sakit kepala, kelelahan, dan sakit perut. Kemudian meninggal pada 2 Agustus, dengan tes darah menunjukkan bahwa penyebab kematiannya akibat terinfeksi virus Marburg.

WHO menyebut, penyakit tersebut sangat menular dan bisa menyebabkan demam berdarah.

"Dan memiliki tingkat kematian hingga 88 persen," kata WHO, seperti dilansir dari Fox News

Virus marburg masih dalam keluarga sama dengan virus Ebola yang pernah menewaskan sedikitnya 11.325 orang dalam epidemi 2014-2016 di bagian wilayah Guinea. Negara itu baru-baru ini dinyatakan bebas Ebola setelah serangan singkat awal tahun ini yang menewaskan 12 orang.

Marburg diyakini berasal dari kelelawar dan ditularkan dari hewan inang ke manusia.

"Virus Marburg berpotensi menyebar lebih jauh dan luas, berarti kita harus menghentikannya,” kata Dr. Matshidiso Moeti, direktur regional WHO untuk Afrika.

WHO mengirim 10 ahli untuk membantu pejabat setempat, yang mengatakan setidaknya 146 orang telah diidentifikasi melakukan kontak dengan pria itu sebelum dia meninggal.

"Kami bekerja sama dengan otoritas kesehatan untuk menerapkan respons cepat yang didasarkan pada pengalaman dan keahlian Guinea di masa lalu dalam mengelola Ebola, yang ditularkan dengan cara yang sama," kata Moeti.

baca juga

Wabah Marburg dimulai ketika hewan yang terinfeksi, seperti monyet atau kelelawar buah, menularkan virus ke manusia. Virus kemudian menyebar dari manusia ke manusia melalui kontak dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi.

Gejala Marburg termasuk demam tinggi dan nyeri otot. Beberapa pasien kemudian mengalami pendarahan melalui lubang tubuh seperti mata dan telinga, kata WHO.

"Tidak ada obat atau vaksin yang disetujui untuk Marburg, tetapi rehidrasi dan perawatan suportif lainnya dapat meningkatkan peluang pasien untuk bertahan hidup," demikian dikatakan WHO.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alert! WHO Peringatkan Munculnya Wabah Virus Marburg: Sangat Menular dan Rawan Epidemi

Alert! WHO Peringatkan Munculnya Wabah Virus Marburg: Sangat Menular dan Rawan Epidemi

Health | Selasa, 10 Agustus 2021 | 18:05 WIB

Kasus Pertama Virus Marburg yang Mematikan Terdeteksi di Afrika Barat

Kasus Pertama Virus Marburg yang Mematikan Terdeteksi di Afrika Barat

Health | Selasa, 10 Agustus 2021 | 12:36 WIB

Seperti Corona, Virus Ini juga Berpotensi Menimbulkan Pandemi di Masa Depan

Seperti Corona, Virus Ini juga Berpotensi Menimbulkan Pandemi di Masa Depan

Health | Kamis, 08 April 2021 | 12:40 WIB

Terkini

Jadi Tersangka Kasus HGB ATR/BPN, Eks Bupati Kebumen Arif Sugiyanto Bukan Mantan Pegawai KPK

Jadi Tersangka Kasus HGB ATR/BPN, Eks Bupati Kebumen Arif Sugiyanto Bukan Mantan Pegawai KPK

News | Rabu, 23 September 2026 | 17:17 WIB

3 Fakta Menarik Songpyeon, Kue Beras Kukus Daun Pinus Khas Musim Gugur di Korea

3 Fakta Menarik Songpyeon, Kue Beras Kukus Daun Pinus Khas Musim Gugur di Korea

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 17:15 WIB

Review Film Akal Imitasi: Ketika AI Masuk Kelas, Pintar Jadi Kian Mahal?

Review Film Akal Imitasi: Ketika AI Masuk Kelas, Pintar Jadi Kian Mahal?

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 17:15 WIB

Mahasisw ITB Kembangkan Minyak Jelantah Jadi Cat Ramah lingkungan

Mahasisw ITB Kembangkan Minyak Jelantah Jadi Cat Ramah lingkungan

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 17:15 WIB

Komisi III DPR Berkomitmen All Out Jadikan RUU Perampasan Aset Super Prioritas

Komisi III DPR Berkomitmen All Out Jadikan RUU Perampasan Aset Super Prioritas

News | Rabu, 23 September 2026 | 17:12 WIB

Teaser 5 cm: Revolusi Hati Dirilis, Ungkap Kisah Zafran saat SMP

Teaser 5 cm: Revolusi Hati Dirilis, Ungkap Kisah Zafran saat SMP

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 17:10 WIB

Rieke 'Oneng' Dilaporkan ke MKD DPR Oleh Mantan Istri Andre Taulany, Ini Duduk Perkaranya

Rieke 'Oneng' Dilaporkan ke MKD DPR Oleh Mantan Istri Andre Taulany, Ini Duduk Perkaranya

News | Rabu, 23 September 2026 | 17:09 WIB

Lebih dari Sekadar Ranking, Membaca Skill Problem Solving PISA 2025

Lebih dari Sekadar Ranking, Membaca Skill Problem Solving PISA 2025

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 17:07 WIB

IHSG Tiba-tiba Menghijau ke Level 6.300, Ini Pendorongnya

IHSG Tiba-tiba Menghijau ke Level 6.300, Ini Pendorongnya

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 17:05 WIB

Kepala Basarnas Banten Pastikan Pencarian 5 Jurnalis dan 2 ABK yang Masih Hilang Tidak Berlanjut

Kepala Basarnas Banten Pastikan Pencarian 5 Jurnalis dan 2 ABK yang Masih Hilang Tidak Berlanjut

News | Rabu, 23 September 2026 | 17:01 WIB

×