Ebola Berpotensi Jadi Penyakit Kronis, Virolog: Bisa Diatasi dengan Vaksin

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Selasa, 30 Maret 2021 | 15:32 WIB
Ebola Berpotensi Jadi Penyakit Kronis, Virolog: Bisa Diatasi dengan Vaksin
Ilustrasi ebola. (Shutterstock)

Suara.com - Ebola muncul kembali di Guinea, Afrika Barat, lima tahun setelah epidemi terbesar di negara tersebut. Sebanyak 18 orang terinfeksi dan 9 di antaranya meninggal.

Hal tidak biasa dari wabah kali ini adalah bahwa nampaknya penularan tidak berasal dari hewan, tetapi dari manusia. Orang-orang ini mungkin terinfeksi selama epidemi 2014 hingga 2016.

Meski Ebola dianggap sebagai infeksi jangka pendek, wabah terbaru ini menyoroti potensi besar infeksi jangka panjang.

Infeksi jangka panjang Ebola

Virus Ebola, yang terdiri dari enam spesies dan dapat menyebabkan penyakit virus Ebola atau Ebola Virus Disease (EVD) pada manusia dan hewan.

Gejala EVD bisa muncul secara cepat, seperti demam, gejala mirip flu, diare, dan pendarahan yang dapat menyebabkan kegagalan organ serta kematian. Infeksi sistemik ini ditandai dengan tingkat virus yang sangat tinggi di dalam darah, organ, dan cairan tubuh.

Seorang pria di Kongo diberi vaksin anti Ebola oleh salah satu petugas medis. (AFP)
Seorang pria di Kongo diberi vaksin anti Ebola (AFP)

Berdasarkan The Conversation, penyintas EVD dapat menderita dampak jangka panjang yang melemahkan.

Dalam beberapa kasus, pasien sembuh bisa mengalami infeksi yang lebih parah, atau meninggal, pada infeksi kedua berbulan-bulan setelahnya.

Hal 'unik' dari wabah baru di Guinea ini adalah waktu infeksi yang lebih lama dari yang teridentifikasi sebelumnya. Lebih mengkhawatirkan lagi ketika virus sudah menyebabkan banyak kasus infeksi.

baca juga

Mengingat virus Ebola menyebabkan infeksi sistemik yang besar, virus mungkin dapat mengakses jaringan sel yang memiliki kekebalan, seperti mata atau testis.

Pada kasus yang jarang terjadi, infeksi sel dapat bertahan lama di organ-organ tersebut. Dikombinasikan dengan tingkat replikasi virus yang rendah, hal itu akan memicu penyakit kronis.

Namun, Virologi di Queen's University Belfast Connor Bamford mengatakan bahwa infeksi kronis dapat diatasi melalui program vaksinasi atau dengan merawat orang yang selamat dari EVD.

"Kita bahkan mungkin dapat memanfaatkan fenomena biologis ini untuk membuat vaksin yang lebih baik," kata Bamford.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wabah Ebola Merebak Lagi di Guinea, Ini Alasannya Menurut Ilmuwan

Wabah Ebola Merebak Lagi di Guinea, Ini Alasannya Menurut Ilmuwan

Health | Rabu, 17 Maret 2021 | 22:55 WIB

Peneliti: Virus Ebola Bisa 'Menetap' di Tubuh Penyintas selama 5 Tahun

Peneliti: Virus Ebola Bisa 'Menetap' di Tubuh Penyintas selama 5 Tahun

Health | Rabu, 17 Maret 2021 | 11:35 WIB

Wabah Ebola Kembali Terjadi, Guinea Mulai Luncurkan Program Vaksinasi

Wabah Ebola Kembali Terjadi, Guinea Mulai Luncurkan Program Vaksinasi

Health | Selasa, 23 Februari 2021 | 18:26 WIB

Terkini

Walkot Tangsel Naik Tank Saat HUT RI Kena Semprot Netizen: Jalan Benerin, Bukan Dadah-Dadah

Walkot Tangsel Naik Tank Saat HUT RI Kena Semprot Netizen: Jalan Benerin, Bukan Dadah-Dadah

Entertainment | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:55 WIB

Sindir Orde Baru, Megawati: Soekarno Ditahan Tanpa Pengadilan karena Pak Harto Ingin Jadi Presiden

Sindir Orde Baru, Megawati: Soekarno Ditahan Tanpa Pengadilan karena Pak Harto Ingin Jadi Presiden

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:48 WIB

Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam

Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:44 WIB

LPDB Koperasi Rayakan Dua Dekade dengan Berbagi, Salurkan Ratusan Paket Bantuan Sosial untuk Lansia

LPDB Koperasi Rayakan Dua Dekade dengan Berbagi, Salurkan Ratusan Paket Bantuan Sosial untuk Lansia

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:41 WIB

Pesan Tegas Shin Tae-yong di Hari Kemerdekaan Indonesia

Pesan Tegas Shin Tae-yong di Hari Kemerdekaan Indonesia

Bola | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:36 WIB

Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya

Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:35 WIB

Tips Jaga Tahan Tubuh untuk Cegah ISPA di Musim Kemarau

Tips Jaga Tahan Tubuh untuk Cegah ISPA di Musim Kemarau

Sumbar | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:33 WIB

Grammy Pertimbangkan Ubah Kategori Asian Pop Usai BTS Tolak Kirim Karya

Grammy Pertimbangkan Ubah Kategori Asian Pop Usai BTS Tolak Kirim Karya

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Prabowo Diapit Jokowi dan Gibran, Tawa Pecah di Istana

Prabowo Diapit Jokowi dan Gibran, Tawa Pecah di Istana

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:26 WIB

Tak Ada Beban Biaya, Pedagang Gorengan Hingga Nasi Uduk Bebas Pakai QRIS

Tak Ada Beban Biaya, Pedagang Gorengan Hingga Nasi Uduk Bebas Pakai QRIS

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:25 WIB

×