facebook

Akui Vaksin Covid-19 Tidak Bisa Cegah Penularan, Ahli Virologi: Tapi Bisa Cegah Kematian

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi
Akui Vaksin Covid-19 Tidak Bisa Cegah Penularan, Ahli Virologi: Tapi Bisa Cegah Kematian
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Vaksin mampu mencegah risiko keparahan atau kematian akibat Covid-19.

Suara.com - Hingga saat ini, memang masih belum ada vaksin Covid-19 yang bisa mencegah penularan. Namun, menurut Ahli Virologi Sidrotun Naim vaksin Covid-19 bisa mengurangi risiko kematian. 

Fenomena ini terlihat setelah virus corona varian Delta menyebar sangat cepat ke seluruh dunia, sehingga jadi varian of concern (VOC) oleh organisasi kesehatan dunia (WHO). Naim mengatakan, bahwa semua orang yang sudah divaksinasi dengan jenis vaksin apapun bisa tetap menularkan varian delta ke orang lain.

"Vaksin untuk mencegah penularan gagal semuanya, penularan tetap terjadi dengan menggunakan vaksin apapun," ujar Naim dalam acara diskusi Gelora TV, Rabu (11/8/2021).

Itulah mengapa beberapa negara, seperti Amerika Serikat yang sebelumnya sudah memperbolehkan masyarakat yang telah divaksinasi lepas masker di tempat publik.

Baca Juga: Puluhan Ibu Hamil Suspect COVID-19 di Kediri Ditangani Ketat

Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).

Namun pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika atau CDC, merevisi kembali aturan tersebut dan mewajibkan masker meski sudah divaksinansi karena varian Delta.

Meski begitu kata Naim, vaksin mampu mencegah risiko keparahan atau kematian akibat Covid-19. Hal ini terbukti di beberapa negara yang angka vaksinasinya tinggi, dan lonjakan kasus Covid-19 harian bertambah, tapi angka kematian cenderung lebih rendah.

"Amerika itu kasus baru per hari 100 ribu. Singapura juga kasus barunya tinggi, tapi negara-negara ini kematiannya sedikit dan kuncinya vaksinasi," terang Naim.

Berdasarkan data worldometers, pada 10 Agustus 2021 di Amerika Serikat tembus 100 ribu kasus baru, dengan kematian baru 657 korban jiwa. Di hari yang sama, Singapura tercatat ada 63 kasus baru, tapi tidak ada kematian baru.

Nahasnya, masih di hari yang sama kasus baru Indonesia tembus 32 ribu, dengan lebih dari 2.000 nyawa melayang di hari yang sama karena Covid-19.

Baca Juga: Syarat Masuk Mall Harus Sudah Vaksin Covid-19, Ganjar: Aturan Itu Nggak Fair

Itulah mengapa, menurut Naim vaksinasi sangat berperan besar mencegah perburukan atau kematian akibat terinfeksi virus corona varian Delta.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar