facebook

Tega! Perawat Ini Suntik 8.600 Lansia dengan Vaksin Palsu Berisi Air Garam

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi
Tega! Perawat Ini Suntik 8.600 Lansia dengan Vaksin Palsu Berisi Air Garam
Ilustrasi perawat. (Shutterstock)

Alih-alih menyuntikan vaksin Covid-19, seorang perawat antivaksin di Jerman diduga menyuntikan 8.600 orang peserta vaksinasi dengan larutan air garam.

Suara.com - Kejadian tidak pantas dan tidak patut ditiru melibatkan seorang perawat di Jerman.

Alih-alih menyuntikan vaksin Covid-19, seorang perawat antivaksin di Jerman diduga menyuntikan 8.600 orang peserta vaksinasi dengan larutan air garam.

Mengutip Dailymail, Rabu (11/8/2021) dugaan ini disampaikan berdasarkan penyelidikan kepolisian, lantaran tersangka yang tidak disebutkan namanya itu memposting pandangan skeptisnya tentang vaksin di media sosial.

Menurut keterangan polisi, tersangka yang tidak disebutkan namanya itu diduga telah menyuntikan vaksin palsu kepada calon penerima vaksin lanjut usia (lansia) di Jerman Utara.

Baca Juga: Ogah Ribet Tunjukin Kartu Vaksin Mau Masuk Mal, Ini Solusi Jitu ala Warganet +62

Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga di Yayasan St Fransiskus Asisi, Jakarta, Selasa (3/8/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga di Yayasan St Fransiskus Asisi, Jakarta, Selasa (3/8/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Akibatnya pihak berwenang mendesak ribuan orang yang menerima suntikan vaksinasi di Friesland, yakni gedung pemerintah di sebuah desa dekat pantai Laut Utara untuk kembali mendapatkan suntikan vaksin.

Diduga sebanyak 8.600 peserta vaksinasi terdampak suntikan vaksin palsu berisi air garam tersebut.

Meski air larutan garam tidak berbahaya, namun menurut petugas setempat sebagian besar peserta vaksinasi pada Maret hingga April 2021 lalu di Jerman, adalah kelompok orang berisiko tinggi tertular virus corona.

Sayangnya, hingga kini tidak jelas apakah tersangka sudah ditahan atau didakwa dalam kasus tersebut. Namun menurut keterangan, tersangka sudah diserahkan ke unit khusus yang menyelidiki kejahatan bermotif politik.

Sementara itu Jerman juga tengah mendapatkan lonjakan minat vaksinasi, usai Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan negara akan berhenti membiayai tes Covid-19 gratis untuk masyarakat yang tidak divaksinasi pada Oktober 2021 mendatang.

Baca Juga: Operasional Mal Diperpanjang Pukul 20.00 WIB, Belum Terapkan Wajib Kartu Vaksin

Merkel mengatakan jika aturan ini akan mulai berlaku pada 11 Oktober mendatang, karena semua warga Jerman harus sudah mendapatkan suntikan vaksinasi Covid-19.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar