Virus Corona Covid-19 Varian Eta Terdeteksi di India, Berbahayakah?

Cesar Uji Tawakal, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 12 Agustus 2021 | 07:29 WIB
Virus Corona Covid-19 Varian Eta Terdeteksi di India, Berbahayakah?
Ilustrasi virus Corona Covid-19, varian Eta. (Shutterstock)

Suara.com - Kasus virus corona Covid-19 varian Eta ditemukan di Mangaluru, Karnataka, India pada 5 Agustus 2021. Laporan mengklaim bahwa varian Eta ini teridentifikasi dari seseorang yang baru saja pulang dari Dubai.

Tapi dilansir dari Times of India, otoritas kesehatan mengatakan bahwa itu bukanlah kasus pertama virus corona Covid-19 varian Eta. Pada April 2020 lalu, ada dua kasus lain yang dilaporkan di laboratorium virologi Nimhans.

Virus corona Covid-19 varian Eta ini pun terdeteksi melalui bantuan genom milik seorang pasien di Mangaluru. Varian Eta ini juga dikenal sebagai garis keturunan B.1.525, yang membawa mutasi E484K seperti varian Gamma, Zeta, dan Beta.

Berbeda dengan varian Alpha, Beta, dan Gamma, varian Eta ini tidak membawa mutasi N501Y. Sesuai laporan, varian virus corona ini juga membawa asam amino histidin dan valin yang sama di posisi 69 dan 70, seperti varian Alpha, N439K (B.1.141 dan B.1.258) dan varian Y453F.

Sejauh ini, varian Eta masih belum menjadi varian perhatian dan masih dikategorikan sebagai varian menarik. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), varian menarik adalah kategori varian virus corona Covid-19 dengan perubahan genetik yang diprediksi mampu memengaruhi karakteristik virus.

Ilustrasi virus corona Covid-19 varian Eta [Shutterstock]
Ilustrasi virus corona Covid-19 varian Eta [Shutterstock]

Karakteristik virus ini termasuk tingkat penularan, keparahan infeksi, pelepasan kekebalan, diagnostik atau terapeutik, dan mampu lolos dari antibodi. Varian virus corona yang masuk kategori varian menarik juga diidentifikasi mampu menyebabkan transmisi komunitas yang signifikan.

WHO juga menjelaskan perbedaan varian Eta dengan varian virus corona lainnya adalah memiliki mutasi E484K dan F888L. Saat itu, jenis virus corona itu tidak terlalu mengkhawatirkan, seperti varian virus corona mematikan lainnya dengan tingkat penularan dan keparahan infeksi yang lebih tinggi.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), kasus pertama varian Eta ditemukan di Inggris dan Nigeria pada Desember 2020. Terlepas dari kasus yang terdeteksi di Karnataka di India, Mizoram melaporkan satu kasus varian Eta pada Juli 2021 ini.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahli Khawatir Munculnya Gabungan Varian Virus Corona, Ini Risikonya

Ahli Khawatir Munculnya Gabungan Varian Virus Corona, Ini Risikonya

Health | Senin, 09 Agustus 2021 | 07:14 WIB

Ahli: Varian Virus Corona Covid-19 Bisa 600 Kali Lipat Lebih Menular!

Ahli: Varian Virus Corona Covid-19 Bisa 600 Kali Lipat Lebih Menular!

Health | Jum'at, 06 Agustus 2021 | 14:25 WIB

Alert! CDC Peringatkan Munculnya Varian Virus Corona yang Kebal Vaksinasi Covid-19

Alert! CDC Peringatkan Munculnya Varian Virus Corona yang Kebal Vaksinasi Covid-19

Health | Rabu, 28 Juli 2021 | 09:20 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×