alexametrics

Virus Corona Covid-19 Varian Eta Terdeteksi di India, Berbahayakah?

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni
Virus Corona Covid-19 Varian Eta Terdeteksi di India, Berbahayakah?
Ilustrasi virus Corona Covid-19, varian Eta. (Shutterstock)

India melaporkan satu kasus virus corona Covid-19 varian Eta dan menjelaskan perbedaannya dengan varian lain.

Suara.com - Kasus virus corona Covid-19 varian Eta ditemukan di Mangaluru, Karnataka, India pada 5 Agustus 2021. Laporan mengklaim bahwa varian Eta ini teridentifikasi dari seseorang yang baru saja pulang dari Dubai.

Tapi dilansir dari Times of India, otoritas kesehatan mengatakan bahwa itu bukanlah kasus pertama virus corona Covid-19 varian Eta. Pada April 2020 lalu, ada dua kasus lain yang dilaporkan di laboratorium virologi Nimhans.

Virus corona Covid-19 varian Eta ini pun terdeteksi melalui bantuan genom milik seorang pasien di Mangaluru. Varian Eta ini juga dikenal sebagai garis keturunan B.1.525, yang membawa mutasi E484K seperti varian Gamma, Zeta, dan Beta.

Berbeda dengan varian Alpha, Beta, dan Gamma, varian Eta ini tidak membawa mutasi N501Y. Sesuai laporan, varian virus corona ini juga membawa asam amino histidin dan valin yang sama di posisi 69 dan 70, seperti varian Alpha, N439K (B.1.141 dan B.1.258) dan varian Y453F.

Baca Juga: Sudah 6 Orang di Riau Tertular Virus Corona Varian Delta, Dua Meninggal

Sejauh ini, varian Eta masih belum menjadi varian perhatian dan masih dikategorikan sebagai varian menarik. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), varian menarik adalah kategori varian virus corona Covid-19 dengan perubahan genetik yang diprediksi mampu memengaruhi karakteristik virus.

Ilustrasi virus corona Covid-19 varian Eta [Shutterstock]
Ilustrasi virus corona Covid-19 varian Eta [Shutterstock]

Karakteristik virus ini termasuk tingkat penularan, keparahan infeksi, pelepasan kekebalan, diagnostik atau terapeutik, dan mampu lolos dari antibodi. Varian virus corona yang masuk kategori varian menarik juga diidentifikasi mampu menyebabkan transmisi komunitas yang signifikan.

WHO juga menjelaskan perbedaan varian Eta dengan varian virus corona lainnya adalah memiliki mutasi E484K dan F888L. Saat itu, jenis virus corona itu tidak terlalu mengkhawatirkan, seperti varian virus corona mematikan lainnya dengan tingkat penularan dan keparahan infeksi yang lebih tinggi.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), kasus pertama varian Eta ditemukan di Inggris dan Nigeria pada Desember 2020. Terlepas dari kasus yang terdeteksi di Karnataka di India, Mizoram melaporkan satu kasus varian Eta pada Juli 2021 ini.

Baca Juga: Jaga Kekebalan Tubuh Anak Selama Pandemi Virus Corona, Konsumsi 4 Makanan Berikut Ini

Komentar