Pengertian, Gejala, Hingga Cara Penularan Infeksi Dengue atau Demam Berdarah

Risna Halidi, Lilis Varwati

Kamis, 12 Agustus 2021 | 09:10 WIB
Pengertian, Gejala, Hingga Cara Penularan Infeksi Dengue atau Demam Berdarah
Positif terinfeksi demam berdarah. (Shutterstock)

Suara.com - Penyakit infeksi dengue atau yang dikenal juga demam berdarah dengue (DBD) masih jadi ancaman kesehatan di Indonesia.

Pada laporan nasional tercatat bahwa sejak Januari hingga Juni 2021 telah ada 97 ribu kasus infeksi dengue, dengan 661 orang di antaranya meninggal dunia.

Data Kementerian Kesehatan tercatat bahwa risiko kematian akibat infeksi dengue paling tinggi terjadi pada anak usia 5-14 tahun, yakni sebesar 34,13 persen. Disusul balita 1-4 tahun dengan risiko kematian 28,57 persen.

Sementara pada remaja di atas 15 tahun hingga dewasa muda kurang dari 44 tahun, risiko kematian akibat infeksi dengue sebesar 15,87 persen.

Nyamuk aedes aegypti. (Dok: Shutterstock)
Nyamuk aedes aegypti. (Dok: Shutterstock)

Menjelang lanjut usia atau di atas 44 tahun, risiko kematiannya lebih kecil, yakni 11,11 persen. Dan yang paling rendah terjadi pada bayi kurang dari 1 tahun, yakni 10,32 persen.

Namun, dalam jumlah kasus infeksi paling banyak terjadi pada usia 15-44 tahun, yakni 37,45 persen. Disusul pada anak usia 5-14 tahun sebanyak 33,97 persen. Dan paling sedikit pada bayi di bawah usia 1 tahun, yakni 3,13 persen.

Apa sebenarnya infeksi dengue tersebut? Seperti apa gejala orang yang terinfeksi? Dan bagaimana penularannya? Baca selengkapnya di bawah ini, sebagaimana telah dirangkum dari infografis Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Pengertian Infeksi Dengue

Ilustrasi demam. (unsplash)
Ilustrasi demam. (unsplash)

Infeksi Dengue merupakan infeksi akut yang disebabkan oleh virus dengue penyebab sakit demam berdarah dengue. Terdapat empat serotipe virus dengue, yakni DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4.

Virus tersebut bisa menularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti betina. Nyamuk tersebut biasanya menggigit pada waktu pagi atau petang hari.

Juga bisa menggigit banyak orang dalam satu waktu. Sehingga sering kali ditemukan dalam satu tempat terdapat beberapa orang yang terinfeksi dengue.

Gejala dan Tanda Bahaya Infeksi Dengue
Gejala dengue:

  1. Demam mencapai 40 derajat Celcius
  2. Nyeri kepala berat
  3. Nyeri otot dan sendi
  4. Mual
  5. Muntah
  6. Bengkak kelenjar getah bening
  7. Muncul ruam seluruh tubuh

Ada tanda-tanda bahaya dari infeksi dengue yang harus diperhatikan. Di antaranya:

  1. Nyeri perut berat
  2. Muntah darah
  3. Napas berat
  4. Pendarahan gusi
  5. Kelelahan dan gelisah

Fase kritis biasanya terjadi pada 3-7 hari setelah munculnya gejala. Pada saat itu demam akan turun hingga di bawah 38 derajat celcius.

Ilustrasi anak demam.

Saat fase kritis tersebut jika tidak mendapatkan perawatan medis dengan baik sangat berisiko alami severe dengue atau perburukan yang menyebabkan terjadi komplikasi berat akibat syok, pendarahan, bahkan gangguan fungsi organ.

Cara Penularan Infeksi Dengue:

  1. Nyamuk betina terinfeksi virus dengue setelah menghisap darah dari pasien DBD yang sedang pada fase demam
  2. Nyamuk sedang dalam sifat infektif selama 8-12 hari. Setelah masa inkubasi ekstrinsik tersebut, nyamuk tetap bisa infektif selama hidupnya
  3. Selama masa tersebut, virus bisa berkembang biak pada saluran pencernaan nyamuk. Hingga akhirnya sampai pada kelenjar ludah nyamuk
  4. Ketika nyamuk tersebut menggigit manusia, ia akan menularkan virus dengue melalui cairan ludah ke dalam luka gigitannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Pertama Virus Marburg yang Mematikan Terdeteksi di Afrika Barat

Kasus Pertama Virus Marburg yang Mematikan Terdeteksi di Afrika Barat

Health | Selasa, 10 Agustus 2021 | 12:36 WIB

Prof Sri Rezeki Hadinegoro: Ancaman DBD Saat Pandemi, Waspada Beban Ganda Penyakit Infeksi

Prof Sri Rezeki Hadinegoro: Ancaman DBD Saat Pandemi, Waspada Beban Ganda Penyakit Infeksi

wawancara | Sabtu, 31 Juli 2021 | 07:32 WIB

Musim Hujan Tingkatkan Risiko Koinfeksi Covid-19 dan Demam Berdarah, Ini Dampaknya

Musim Hujan Tingkatkan Risiko Koinfeksi Covid-19 dan Demam Berdarah, Ini Dampaknya

Health | Rabu, 21 Juli 2021 | 14:40 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB