alexametrics

Studi: Punya Seorang Teman Sekaligus Pendengar yang Baik Sehatkan Mental dan Otak

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Studi: Punya Seorang Teman Sekaligus Pendengar yang Baik Sehatkan Mental dan Otak
Ilustrasi Curhat. (freepik)

Sebuah studi menunjukkan bagaimana kondisi sosial berefek pada kesehatan otak seseorang.

Suara.com - Memiliki teman yang bisa menjadi pendengar yang baik bukan hanya menyenangkan namun juga menyehatkan untuk Anda.

Seperti kata studi baru yang megungkapkan bahwa interaksi sosial yang baik bisa mencegah penurunan kognitif.

Melansir dari Healthshots, penelitian diterbitkan pada JAMA Network Open ini mengamati bahwa hanya dengan memiliki seseorang yang ada hampir sepanjang waktu yang dapat diandalkan untuk mendengarkan Anda ketika perlu berbicara dikaitkan dengan ketahanan kognitif yang lebih besar.

"Kami menganggap ketahanan kognitif sebagai penyangga efek penuaan otak dan penyakit," kata pemimpin peneliti Joel Salinas, MD, Lulu P. dan David J. Levidow Asisten Profesor Neurologi di NYU Grossman School of Medicine dan anggota Departemen Pusat Neurologi untuk Neurologi Kognitif. 

Baca Juga: Waduh! Hasil Studi Sebut Covid-19 Bisa Buat Otak Menyusut

"Studi ini menambah bukti yang berkembang bahwa orang dapat mengambil langkah-langkah, baik untuk diri mereka sendiri atau orang yang paling mereka sayangi, untuk meningkatkan kemungkinan mereka akan memperlambat penuaan kognitif atau mencegah perkembangan gejala penyakit Alzheimer," imbuhnya. 

Para peneliti menggunakan salah satu kohort berbasis komunitas yang paling lama berjalan dan paling dipantau di AS, Framingham Heart Study (FHS) sebagai sumber dari 2.171 peserta studi mereka dengan usia rata-rata 63 tahun. 

Ilustrasi Curhat (Pexels/Pixabay)
Ilustrasi Curhat (Pexels/Pixabay)


Ketahanan kognitif peserta studi diukur sebagai efek relatif dari total volume otak otak pada kognisi global, menggunakan pemindaian MRI dan penilaian neuropsikologis yang diambil sebagai bagian dari FHS. Volume otak yang lebih rendah cenderung berhubungan dengan fungsi kognitif yang lebih rendah. 

Dalam studi ini, para peneliti memeriksa efek modifikasi dari bentuk individu dari dukungan sosial pada hubungan antara volume otak dan kinerja kognitif.

Fungsi kognitif individu dengan ketersediaan yang lebih besar dari satu bentuk dukungan sosial tertentu lebih tinggi dibandingkan dengan total volume otak mereka.

Baca Juga: Studi: COVID-19 Buat Otak Menyusut, Bisa Balik Normal Lagi?

Bentuk kunci dari dukungan sosial ini adalah ketersediaan pendengar dan sangat terkait dengan ketahanan kognitif yang lebih besar.

Komentar