Pemerintah Diminta Jangan Buru-Buru Longgarkan PPKM, Begini Saran Epidemiolog

Risna Halidi, Lilis Varwati

Senin, 23 Agustus 2021 | 14:16 WIB
Pemerintah Diminta Jangan Buru-Buru Longgarkan PPKM, Begini Saran Epidemiolog
Ilustrasi PPKM Darurat. [Ist]

Suara.com - Epidemiolog Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman mengingatkan pemerintah Indonesia untuk tidak terburu-buru melakukan pelonggaran aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM.

Ia mengatakan, paparan infeksi Covid-19 di Indonesia saat ini masih tinggi sehingga risiko penularan juga masih besar.

"Kita masih dalam level penularan tinggi, artinya masih banyak kasus infeksi berkeliaran yang tidak terdeteksi. Dengan positivity rate tinggi itu risiko paparan ketika orang keluar, beraktivitas, itu tinggi," kata Dicky saat dihubungi suara.com, Senin (23/8/2021).

Menurutnya, aturan PPKM khususnya Jawa-Bali belum bisa dicabut, yang mana akan selesai hari ini, Senin (23/8/2021).

Tetapi, dengan adanya tingkat level pada aturan PPKM tersebut, Dicky menyarankan sebaiknya pelonggaran lebih dilakukan dengan menurunkan tingkat level tersebut, bukan mencabut PPKM seutuhnya.

Namun, ia menegaskan, dalam rangka menurunkan tingkat level PPKM suatu wilayah juga harus disesuaikan dengan kondisi nyata terkait paparan virus Corona yang terjadi.

"Harus ditegaskan dulu performa indikatornya supaya tidak berubah-ubah, supaya tidak ada negosiasi. Kita kan terbiasa begitu, dulu PSBB, ada PSBB transisi, ada negosiasi, itu tidak bisa dalam situasi seperti ini."

"Kita Jangan membawa kebiasaan kita dalam bernegosiasi, karena ini masalah nyawa. Kalau memang mau PPKN level 4, ya patuhi indikatornya. Kalau memang layak ke (PPKM level) tiga, patuhi juga indikatornya," tuturnya.

Di samping memastikan indikator dari penetapan PPKM, Dicky mengingatkan bahwa pemerintah masih punya pekerjaan rumah dalam meningkatkan 3T, yakni testing, tracing, dan treatment.

baca juga

Pelacakan orang yang kemungkinan terpapar Covid-19 justru cenderung turun sehingga belum sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mengatur minimal 1 orang per 1.000 penduduk dalam satu hari.

Menurut Dicky, testing dan tracing Indonesia saat ini turun menjadi 0,4 per 1.000 penduduk.

Walaupun beberapa daerah mungkin sudah mencapai target testing dan tracing, Dicky mengatakan, hal itu perlu dilakukan merata di seluruh wilayah Indonesia agar positivity rate secara nasional juga membaik.

Selain itu, treatment juga dikatakan belum optimal. Lantaran angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia masih di atas seribu sejak awal Juli lalu.

"Bila melihat keberhasilan (pengendalian Covid-19) itu juga melihat angka kematian. Jadi kalau melihat performa yang nyata, angka kematian juga selain tes positif. Kedua hal itu menunjukkan yang belum bisa kita bernapas lega, belum bisa kita melakukan pelonggaran di banyak tempat," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Kafe dan Tempat Karaoke di Jatinegara Disegel Aparat, Nekat Buka saat PPKM

4 Kafe dan Tempat Karaoke di Jatinegara Disegel Aparat, Nekat Buka saat PPKM

Jakarta | Senin, 23 Agustus 2021 | 13:38 WIB

Berakhir Hari ini, PPKM Diperpanjang atau Tidak? Ini Arahan Jokowi

Berakhir Hari ini, PPKM Diperpanjang atau Tidak? Ini Arahan Jokowi

Banten | Senin, 23 Agustus 2021 | 12:59 WIB

Nekat Buka saat PPKM, Empat Kafe dan Tempat Karaoke di Jatinegara Disegel Aparat

Nekat Buka saat PPKM, Empat Kafe dan Tempat Karaoke di Jatinegara Disegel Aparat

News | Senin, 23 Agustus 2021 | 12:49 WIB

Terkini

Kapan Benjolan di Payudara Harus Diperiksakan? Waspada jika Muncul Warning Signs Ini

Kapan Benjolan di Payudara Harus Diperiksakan? Waspada jika Muncul Warning Signs Ini

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:01 WIB

Jangan Asal Pakai! Ini Tanda Serum Wajah Sudah Kedaluwarsa atau Rusak

Jangan Asal Pakai! Ini Tanda Serum Wajah Sudah Kedaluwarsa atau Rusak

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Bandara Riyadh Diserang, Bagaimana Nasib Jemaah Umrah asal Makassar?

Bandara Riyadh Diserang, Bagaimana Nasib Jemaah Umrah asal Makassar?

Sulsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Setangkai Melati di Sayap Jibril: Sastra Surealis, Spiritualitas, dan Kegelisahan Zaman

Setangkai Melati di Sayap Jibril: Sastra Surealis, Spiritualitas, dan Kegelisahan Zaman

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Aksi Siram Jubir PN Pati Berbuntut Panjang, MA Bakal Tempuh Hukum Jerat Botok!

Aksi Siram Jubir PN Pati Berbuntut Panjang, MA Bakal Tempuh Hukum Jerat Botok!

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:57 WIB

Mudahkan Administrasi hingga Arisan, Aplikasi One Partner dan Tata Warga Resmi Mengudara

Mudahkan Administrasi hingga Arisan, Aplikasi One Partner dan Tata Warga Resmi Mengudara

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:56 WIB

8 Efek Samping Treatment Chemical Peeling untuk Memudarkan Flek Hitam

8 Efek Samping Treatment Chemical Peeling untuk Memudarkan Flek Hitam

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:55 WIB

Listrik Padam Ganggu Rapat Pemkot Batam, Layanan Online Lumpuh-Jalanan Macet

Listrik Padam Ganggu Rapat Pemkot Batam, Layanan Online Lumpuh-Jalanan Macet

Batam | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:52 WIB

Bisakah Limbah Sawit Gantikan Plastik Sekali Pakai? Studi Ungkap Hal Ini

Bisakah Limbah Sawit Gantikan Plastik Sekali Pakai? Studi Ungkap Hal Ini

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:51 WIB

Akhiri 29 Laga Tanpa Gol, Egy Maulana Vikri Bikin Pelatih Dewa United Tersenyum

Akhiri 29 Laga Tanpa Gol, Egy Maulana Vikri Bikin Pelatih Dewa United Tersenyum

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:51 WIB

×