Jumlah Pasien Covid-19 Sempat Naik 10 Kali Lipat, RS Diminta Cepat Beradaptasi

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 25 Agustus 2021 | 12:52 WIB
Jumlah Pasien Covid-19 Sempat Naik 10 Kali Lipat, RS Diminta Cepat Beradaptasi
Ilustrasi rumah sakit. (Shutterstock)

Suara.com - Meski pandemi Covid-19 telah berlangsung hampir dua tahun, namun virus corona varian delta berhasil membuat sistem rumah sakit di Indonesia kalang kabut.

Keterbatasan sumber daya manusia (SDM) juga fasilitas obat dan oksigen menjadi tantangan utama yang harus dihadapi fasilitas layanan kesehatan dalam mengobati pasien Covid-19.

"Lonjakan yang tiba-tiba karena dampak varian kemarin memang luar biasa. Walaupun kami sudah siap secara alat tapi tantangannya bukan hanya dari fasilitas tapi satu juga SDM," kata CEO Primaya Hospital Leona A. Karnali dalam webinar ulangtahun Primaya Hospital ke-15 tahun, Rabu (25/8/2021).

Leona menambahkan, lonjakan pasien selama puncak penyebaran virus corona beberapa minggu lalu mencapai 10 kali lipat. Kondisi tersebut memaksa rumah sakit harus cepat beradaptasi di tengah tenaga kesehatan yang juga terbatas jumlahnya.

"Tiba-tiba harus membantu pasien yang jumlahnya kemarin mungkin cuma 10 lalu tiba-tiba jadi 100. Jadi harus cepat sekali berubah dan meningkatkan kemampuan masing-masing," ucapnya.

Meningkatnya jumlah pasien Covid-19 tersebut juga tentu mempengaruhi ketersediaan fasilitas, mulai dari tempat tidur, obat-obatan, hingga pasokan oksigen.

Meski begitu, Leona bersyukur adanya kerjasama dengan pemerintah dan berbagai pihak untuk menangani berbagai tantangan tersebut.

"Kemarin juga sempat masalah fasilitas yang kita harus perjuangkan, masalah oksigen, masalah obat-obatan. Tapi sudah kita lalui semuanya dengan baik, bekerjasama dengan pemerintah untuk semua bisa kita lalui. Tantangannya sebetulnya banyak, tapi terbesarnya adalah SDM," ucapnya.

Tantangan mengenai SDM itu, menurut Leona, cukup teratasi dengan adanya layanan telemedicine dari Primaya Hospital. Ia mengatakan bahwa selama pandemi, layanan daring tersebut banyak digunakan oleh pasien Covid-19 yang tengah mengalami isolasi mandiri di rumah maupun di hotel.

Fasilitas tersebut memungkinkan pasien tetap terhubung dengan dokter spesialis tanpa harus tatap muka ke rumah sakit ataupun dokter yang datang ke lokasi pasien.

"Tidak mungkin juga dokter ke rumah-rumah, karena pada saat itu juga pandemi, SDM sangat ketat jumlahnya dan kami juga harus memproteksi para nakes. Sehingga adanya telemedicine itu sangat membantu," ujarnya.

Namun bukan hanya bermanfaat bagi pasien Covid-19, layanan telemedicine juga berguna bagi pasien non-covid yang sebelum pandemi memang telah rutin lakukan pemeriksaan kesehatan akibat penyakitnya.

"Kami juga banyak membantu pasien yang mempunyai penyakit jangka panjang, seperti jantung, diabetes, itu juga kami bantu melalui telemedicine," kata Leona.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Yuk Ikuti FGD Bersama Bowo Leksono, Menghidupkan Kembali Festival Film Saat Pandemi

Yuk Ikuti FGD Bersama Bowo Leksono, Menghidupkan Kembali Festival Film Saat Pandemi

Bogor | Rabu, 25 Agustus 2021 | 11:38 WIB

Kabar Baik, Makin Banyak Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Kalbar yang Kosong

Kabar Baik, Makin Banyak Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Kalbar yang Kosong

Kalbar | Rabu, 25 Agustus 2021 | 10:37 WIB

3.150 Karyawan Terdampak PPKM, PHRI Banyuwangi Minta Solusi Konkret

3.150 Karyawan Terdampak PPKM, PHRI Banyuwangi Minta Solusi Konkret

Malang | Rabu, 25 Agustus 2021 | 06:00 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB