Tegas! WHO Tidak Ingin Isu Covid-19 Dibenturkan dengan Urusan Politik!

Risna Halidi, Lilis Varwati

Rabu, 25 Agustus 2021 | 20:31 WIB
Tegas! WHO Tidak Ingin Isu Covid-19 Dibenturkan dengan Urusan Politik!
ilustrasi WHO. (Hector Christiaen / Shutterstock.com)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia WHO mengingatkan, jangan ada upaya politik dalam investigasi asal usul virus corona penyebab sakit Covid-19 di Wuhan, China.

Kepala ilmuwan WHO Dr Soumya Swaminathan menyerukan, selalu utamakan upaya ilmiah global berbasis bukti untuk memahami Covid-19 dan mencari langkah yang diperlukan untuk mencegah pandemi di masa depan.

“Saya pikir, politik sama sekali tidak memiliki tempat. Karena ilmu di balik ini akan menjadi penting bagi kita semua, terlepas dari negara mana kita tinggal,” kata Dr Swaminathan dalam wawancara khusus dengan Channel News Asia, Senin (23/8/2021).

Komentarnya muncul setelah pakar WHO Peter Ben Embarek, yang memimpin misi internasional ke China pada Februari lalu, mengatakan bahwa peneliti China telah menekan timnya untuk tidak mengaitkan asal mula pandemi dengan laboratorium penelitian di Wuhan.

Dr Swaminathan mengakui bahwa teori kebocoran laboratorium yang tidak disengaja itu harus diselidiki dengan cermat. 

“Kita tahu bahwa kecelakaan terjadi di laboratorium. Mereka pernah terjadi di masa lalu. Itu bisa saja terjadi lagi," ucapnya.

Ia menyatakan bahwa WHO lebih menduga adanya kebocoran laboratorium yang tidak disengaja selama proses normal mempelajari penyakit menular, daripada mencurigai virus corona itu sengaja dibuat.

"Saya tidak berpikir ada bukti sama sekali dari teori konspirasi ini bahwa ini adalah virus yang dibuat khusus yang kemudian dilepaskan pada orang-orang," katanya.

Awal Agustus, WHO telah mendesak China untuk membagikan data utama dari kasus Covid-19 pertama, tetapi Beijing menolak, menegaskan bahwa seruan itu dimotivasi oleh unsur politik bukan sains.

baca juga

Ketika ditanya apakah pihak berwenang dan peneliti China harus mengungkapkan lebih banyak informasi, Dr Swaminathan mengatakan, kepentingan politik harus disingkirkan sepenuhnya dari dalam penelusuran asal usul Covid-19. Agar nantinya membiarkan para ilmuwan melanjutkan pekerjaannya.

“Kami membutuhkan datanya. Kami membutuhkan lebih banyak penelitian yang harus dilakukan," katanya.

Ia menambahkan, ilmuwan China telah melakukan cukup banyak pekerjaan latar belakang tetapi perlu ada penelitian ekstensif untuk mengetahui apakah ada bukti virus corona baru yang beredar baik pada manusia atau di hewan bahkan sebelum kasus pertama yang dilaporkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daripada Vaksin Dosis Ketiga, Pakar Lebih Anjurkan Pakai Masker untuk Cegah Varian Delta

Daripada Vaksin Dosis Ketiga, Pakar Lebih Anjurkan Pakai Masker untuk Cegah Varian Delta

Health | Rabu, 25 Agustus 2021 | 20:22 WIB

Pesawat Nganggur karena Covid-19 Kini Jadi 'Korban Kanibalisme'

Pesawat Nganggur karena Covid-19 Kini Jadi 'Korban Kanibalisme'

News | Rabu, 25 Agustus 2021 | 20:19 WIB

Update COVID-19 Jakarta 25 Agustus: Positif 789, Sembuh 729, Meninggal 11

Update COVID-19 Jakarta 25 Agustus: Positif 789, Sembuh 729, Meninggal 11

Jakarta | Rabu, 25 Agustus 2021 | 20:07 WIB

Terkini

Kunjungan Dapil, Adang Soroti Kesiapan Polres Jakut Hadapi Penerapan KUHP-KUHAP Baru

Kunjungan Dapil, Adang Soroti Kesiapan Polres Jakut Hadapi Penerapan KUHP-KUHAP Baru

DPR | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:21 WIB

PLN Jadwalkan Pemadaman Palembang 12-15 Agustus, Cek Wilayah dan Jamnya

PLN Jadwalkan Pemadaman Palembang 12-15 Agustus, Cek Wilayah dan Jamnya

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:20 WIB

5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga

5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:20 WIB

Pedagang Menjerit! Harga Ayam di Pasar Surade Sukabumi Terus Melambung

Pedagang Menjerit! Harga Ayam di Pasar Surade Sukabumi Terus Melambung

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:17 WIB

Mengendus Rekayasa Hukum Lahan Kencana Bogor, Kuasa Hukum Ujang Minta Gelar Perkara Khusus

Mengendus Rekayasa Hukum Lahan Kencana Bogor, Kuasa Hukum Ujang Minta Gelar Perkara Khusus

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:16 WIB

Ahmad Doli Tegaskan RUU Masyarakat Adat Tak Akan Lemahkan Otonomi Khusus

Ahmad Doli Tegaskan RUU Masyarakat Adat Tak Akan Lemahkan Otonomi Khusus

DPR | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Viral Tantangan Hafalan Alquran Berhadiah Miras di The Sounds Project, Newport Bakal Tindak Kru

Viral Tantangan Hafalan Alquran Berhadiah Miras di The Sounds Project, Newport Bakal Tindak Kru

Entertainment | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Dari Gula Jadi Plastik Mudah Terurai, Seberapa Jauh Bioplastik Bisa Atasi Polusi?

Dari Gula Jadi Plastik Mudah Terurai, Seberapa Jauh Bioplastik Bisa Atasi Polusi?

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Komisi VIII DPR Desak Polisi Usut Promosi Miras Pakai Ayat Al-Qur'an di Acara Musik

Komisi VIII DPR Desak Polisi Usut Promosi Miras Pakai Ayat Al-Qur'an di Acara Musik

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:13 WIB

Akhirnya Nintendo Resmi Masuk ke Indonesia pada Desember 2026

Akhirnya Nintendo Resmi Masuk ke Indonesia pada Desember 2026

Tekno | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:13 WIB

×