Pesawat Nganggur karena Covid-19 Kini Jadi 'Korban Kanibalisme'

Reza Gunadha | BBC | Suara.com

Rabu, 25 Agustus 2021 | 20:19 WIB
Pesawat Nganggur karena Covid-19 Kini Jadi 'Korban Kanibalisme'
Ilustrasi Pesawat dalam Badai (pixabay/Finmiki)

Suara.com - Pandemi covid-19  membawa keruntuhan bisnis perjalanan udara, sekitar seperempat jet komersial di dunia akhirnya menganggur, mangkal di bandara dan hanggar.

Sementara para pemiliknya sudah memutuskan apa yang harus mereka lakukan. Sebagian dari pesawat itu tidak akan kembali mengudara.

"Para pemilik tidak ingin membayar biaya parkir, dan penyimpangan untuk pesawat mereka," kata James Cobbold, direktur Willis Leaser, perusahaan penyewaan mesin global.

"Mereka membutuhkannya untuk dioperasikan, atau dengan cara di luar pembukuan, yang berarti menjual suku cadangannya ke pedagang dengan cara dibongkar."

Rob Morris, adalah kepala konsultan global di Ascend by Cirium, sebuah perusahaan penerbangan dan analisis data. Ia mengatakan terdapat 5.467 pesawat jet penumpang komersial di tempat penyimpanan pada bulan Juli, setara dengan seperempat dari jumlah global.

Rasio penyimpanan pesawat ini turun 35% dari jumlah global pada akhir Februari 2021, dan secara signifikan turun 64% dibandingkan pada saat pandemi berlangsung di akhir Akhir 2020.

Namun demikian, masih ada jumlah besar pesawat yang terparkir di hanggar, dan di landasan terbang di seluruh dunia.

Kondisinya sangat bervariasi, ada yang masih lengkap, sampai benar-benar dipreteli, dan bagian-bagiannya yang tersebar di landasan.

Salah satu lokasi tersebut ada di Bandara Cotswold dekat Cirencester di Gloucestershire, dan garasi Air Salvage International, sebuah perusahaan khusus untuk pembongkaran pesawat.

Bradley Gregory, direktur manajer di Skyline Aero, pemasok suku cadang pesawat, dan bagian dari grup Air Salvage International, menjelaskan ada tiga skenario utama saat sebuah pesawat dalam kondisi tak layak terbang dan dikirim ke fasilitas mereka.

Skenario paling ringan adalah mempertahankan kondisinya tetap layak terbang, dengan melakukan pemeriksaan pra-terbang yang dibutuhkan agar bisa kembali mengudara.

Skenario kedua, memasukkan pesawat ke tempat penyimpanan dengan jangka-panjang, di mana mesinnya dicopot, dan perawatan dengan intensitas yang dikurangi dari sebelumnya.

Skenario terakhir adalah pembongkaran atau "part out" di mana pesawat dibawa ke fasilitas untuk dibongkar. Mesinnya, dan suku cadang lainnya dicopot agar bisa digunakan untuk pesawat lain, atau didaur ulang.

"Sekitar 75-80% pesawat terbang tiba dalam 12 bulan terakhir, masuk ke dalam tempat penyimpangan, tanpa rencana yang segera dari pemiliknya," jelas Gregory.

Saat ini, terdapat 29 pesawat di tempat penyimpanan; 14 menunggu pembongkaran, dan enam dalam proses pembongkaran dan menunggu untuk dibuang.

Secara global, pada 2020, sebanyak 449 pesawat dikirim untuk dibongkar. Jumlahnya lebih sedikit dari 2019, yaitu 508 pesawat, menurut Cirium.

Perhatian lebih mengacu tahap akhir masa pakai jet penumpang, karena industri ini berusaha untuk lebih ramah lingkungan dan keberlanjutan, dalam menghadapi meningkatnya pemanasan global.

"Banyak suku cadang yang bisa digunakan kembali, tergantung dari jenis dan model pesawatnya," kata Gregory.

"Jumlah suku cadang yang dicopot ada sekitar 200 dari model lama dengan komponen yang kurang diinginkan, hingga 1.200 komponen pada model yang lebih baru, terkadang jumlahnya lebih dari itu."

Selain mesin, komponen yang masih berguna lainnya termasuk instrumen roda pesawat, rem, instrumen penerbangan di kokpit, dan bahkan ban.

"Ratusan suku cadang dari sebuah pesawat bisa didapatkan melalui kunjungan bengkel reparasi, dan selama mereka memiliki sertifikat ulang, dan tidak rusak dalam reparasi, ini bisa digunakan pada pesawat lainnya," katanya.

Asosiasi Daur Ulang Armada Pesawat (AFRA) juga mengambil peran di dalam hal ini. Sejumlah perusahaan besar, termasuk mereka yang terlibat dalam pembongkaran diaudit oleh asosiasi. Mereka dipantau dengan ketat untuk memastikan mengikuti praktik manajemen yang baik.

Di tengah tingginya jumlah dan suku cadang yang bisa didaur ulang, dan digunakan kembali, tantangan lainnya masih tetap ada.

"Hal yang benar-benar tak bisa didaur ulang secara fisik saat ini adalah bagian dalam kabin, karena ini terbuat dari campuran plastik," jelas Cobbold.

"Jadi, jika kita harus membongkar badan pesawat atau bagian-bagiannya, dan bagian dalam kabin tidak termasuk, ini menjadi material yang akan bermuara ke tempat pembuangan sampah," katanya kepada saya.

Mike Corne of eCube Solutions, perusahaan lain yang menangani pesawat akhir masa pakai, mengatakan daur ulang pesawat kemungkinan akan jadi lebih menantang karena pesawat model baru menggunakan bahan komposit, di mana ini sulit untuk diproses.

"Saat ini tak ada cara yang hemat biaya untuk mendaur ulang serat karbon," jelasnya.

Dia mengatakan akan banyak biaya yang dikeluarkan untuk investasi menemukan cara mendaur ulang material seperti itu, dan mungkin, di masa depan, serat karbon akan bisa digunakan kembali.

Morris dari Cirium memperkirakan bahwa jumlah pesawat yang terparkir di tempat penyimpanan akan meningkat dari 5.467 unit di bulan Juli menjadi 6.120 unit di akhir tahun.

Gregory dari Skyline Aero baru-baru ini menerima permintaan untuk membongkar tiga pesawat, hal yang menunjukkan permintaan pasar untuk penerbangan masih lemah.

"Permintaan mulai meningkat, tapi tidak serta merta meningkatkan banyak daya tarik yang saya kira banyak diharapkan," jelasnya.

Jika lebih banyak pesawat dialokasikan untuk dibongkar maka industri daur ulang akan siap bekerja.

"Pada saat ini kami bisa mendaur ulang antara 92-99% sebuah pesawat, melalui proses daur ulang alami atau perputaran ekonomi," kata Cobbold.

"Saya tidak berpikir orang-orang di luar industri penerbangan memahami seberapa tinggi itu, dan seberapa kreatif sektor yang berhubungan akhir masa pakai dengan industri penerbangan."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update COVID-19 Jakarta 25 Agustus: Positif 789, Sembuh 729, Meninggal 11

Update COVID-19 Jakarta 25 Agustus: Positif 789, Sembuh 729, Meninggal 11

Jakarta | Rabu, 25 Agustus 2021 | 20:07 WIB

Kasus Covid-19 Kaltim Dibawah Angka 1.000, 2 Kota Tidak Menyumbangkan Kasus Meninggal

Kasus Covid-19 Kaltim Dibawah Angka 1.000, 2 Kota Tidak Menyumbangkan Kasus Meninggal

Kaltim | Rabu, 25 Agustus 2021 | 20:01 WIB

Situasi Pandemi COVID-19, OLX Ungkapkan Optimisme Penjualan Mobil Bekas

Situasi Pandemi COVID-19, OLX Ungkapkan Optimisme Penjualan Mobil Bekas

Otomotif | Rabu, 25 Agustus 2021 | 19:50 WIB

Mantan Teroris di Kota Makassar Ajak Warga Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Mantan Teroris di Kota Makassar Ajak Warga Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Sulsel | Rabu, 25 Agustus 2021 | 19:44 WIB

Bantah Laporkan Aa Umbara ke KPK, Hengky Kurniawan Senggol Sosok Sutradara

Bantah Laporkan Aa Umbara ke KPK, Hengky Kurniawan Senggol Sosok Sutradara

Jabar | Rabu, 25 Agustus 2021 | 19:30 WIB

6 Contoh Pandemi Jadi Endemi yang Perlu Diketahui

6 Contoh Pandemi Jadi Endemi yang Perlu Diketahui

News | Rabu, 25 Agustus 2021 | 19:13 WIB

Terkini

ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru

ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru

News | Rabu, 15 April 2026 | 23:00 WIB

H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen

H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen

News | Rabu, 15 April 2026 | 22:30 WIB

Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

News | Rabu, 15 April 2026 | 22:23 WIB

Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!

Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!

News | Rabu, 15 April 2026 | 22:00 WIB

Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman

Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman

News | Rabu, 15 April 2026 | 21:21 WIB

Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa

Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa

News | Rabu, 15 April 2026 | 21:06 WIB

Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka

Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka

News | Rabu, 15 April 2026 | 20:53 WIB

Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing

Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing

News | Rabu, 15 April 2026 | 20:43 WIB

Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!

Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!

News | Rabu, 15 April 2026 | 20:30 WIB

Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026

Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026

News | Rabu, 15 April 2026 | 20:25 WIB