Dugaan Kebocoran Data, Kemenkes Minta Masyarakat Hapus Aplikasi eHAC Lama

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 31 Agustus 2021 | 13:13 WIB
Dugaan Kebocoran Data, Kemenkes Minta Masyarakat Hapus Aplikasi eHAC Lama
Tangkapan layar eHac di Playstore. [Suara.com Denada S Putri]

Suara.com - Usai adanya dugaan kebocoran data pengguna aplikasi pelacakan Covid-19 Indonesia, elektronik health alert card atau eHAC, kini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) minta masyarakat untuk menghapus atau menguninstall aplikasi eHAC lama.

Selanjutnya Kemenkes meminta masyarakat untuk mengunduh aplikasi PeduliLindungi, lantaran fitur eHAC yang baru sudah terintegrasi dalam aplikasi penanganan Covid-19 itu.

"Pemerintah meminta masyarakat untuk mendownload aplikasi PeduliLindungi, memanfaatkan fitur eHAC, dan pemerintah meminta masyarakat untuk menghapus, menghilangkan, mendelete dan meng-uninstall aplikasi eHAC yang lama," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI, Anas Ma'ruf saat konferensi pers. Selasa (31/8/2021).

Anas menjelaskan, fitur eHAC baru yang terintegrasi dengan PeduliLindungi sudah mulai digunakan sejak 2 Juli 2021, dan sejak itu pula aplikasi eHAC lama tidak lagi digunakan.

Seorang pengguna eHAC di Kota Bekasi, Jawa Barat, memperlihatkan aplikasi lama yang sudah tidak berfungsi, Selasa (31/8/2021). ANTARA/Andi Firdaus
Seorang pengguna eHAC di Kota Bekasi, Jawa Barat, memperlihatkan aplikasi lama yang sudah tidak berfungsi, Selasa (31/8/2021). ANTARA/Andi Firdaus

Hal ini sesuai dengan yang diterangkan Surat Edaran Menkes No. HK.02.01/MENKES/847/2021, tentang Digitalisasi Dokumen Kesehatan bagi Pengguna Transportasi Udara, bahwa sejak Juli 2021 eHAC sudah terintegrasi dalam aplikasi PeduliLindungi.

Sehingga saat adanya dugaan kebocoran data saat ini, aplikasi eHAC lama sudah tidak digunakan, dan sudah dinon-aktifkan oleh pemerintah.

"Sebagai langkah mitigasi, maka eHAC yang lama sudah dinonaktifkan. Saat ini sudah berhasil dinonaktifkan, dan eHAC yang digunakan berada di dalam aplikasi PeduliLindungi," tutur Anas.

Adapun dugaan kebocoran data tersebut sedang dilakukan investigasi oleh pihak berwajib, untuk mencaritahu kebenaran adanya dugaan kebocoran data.

"Pemerintah sudah melakukan tindakan pencegahan, serta melakukan upaya lebih lanjut yang melibatkan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) dan pihak berwajib, sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019, tentang penyelenggaraan sistem digitalisasi data elektronik," pungkas Anas.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkominfo: Data Pengguna eHAC yang Ada di PeduliLindungi Masih Aman

Menkominfo: Data Pengguna eHAC yang Ada di PeduliLindungi Masih Aman

Tekno | Selasa, 31 Agustus 2021 | 13:12 WIB

Perhatian! Data 1,3 Juta Bocor, Kemenkes Minta Masyarakat Hapus Aplikasi eHAC

Perhatian! Data 1,3 Juta Bocor, Kemenkes Minta Masyarakat Hapus Aplikasi eHAC

Tekno | Selasa, 31 Agustus 2021 | 13:05 WIB

Dugaan Kebocoran Data Pengguna Aplikasi eHAC, Kemenkes Buka Suara

Dugaan Kebocoran Data Pengguna Aplikasi eHAC, Kemenkes Buka Suara

Health | Selasa, 31 Agustus 2021 | 12:32 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×