1 dari 1000 Warga Jember Alami Masalah Bibir Sumbing, Dokter Ungkap Faktor Penyebabnya

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 31 Agustus 2021 | 23:14 WIB
1 dari 1000 Warga Jember Alami Masalah Bibir Sumbing, Dokter Ungkap Faktor Penyebabnya
Ilustrasi bibir sumbing [shutterstock]

Suara.com - Badan amal internasional, Smile Train Indonesia menemukan prevalensi penderita bibir sumbing di Jember, Jawa Timur yang sangat tinggi. 

Pada 2019 saja, satu dari 1.000 orang Jember mengalami kondisi masalah bibir sumbing.

Meski efek kesehatan tidak terlalu berat, namun masalah bibir sumbing bisa menyebabkan dampak psikologi yang berat, termasuk kemampuan berkomunikasi yang terganggu.

"Angka ini mencerminkan bahwa butuh perhatian khusus dan serius agar tercipta kemudahan akses untuk mendapatkan penanganan bibir sumbing secara komprehensif, baik dari sebelum, saat, hingga sesudah operasi," ujar dr. Ulfa Elfiah, seorang spesialis bedah plastik, Selasa (31/8/2021).

Dokter Ulfa juga mengatakan operasi bibir sumbing dan dinding langit-langit jadi satu-satunya solusi untuk penderita masalah tersebut.

Hanya dengan begitu, penderita bibir sumbing, khususnya anak tidak mengalami hambatan tumbuh kembang lantaran memiliki fungsi mulut yang berbeda dengan teman-temannya.

Lebih lanjut, Ketua Yayasan Dewi Kasih sekaligus Kepala UNEJ Medical Center itu juga mengatakan ada berbagai faktor penyebab tingginya angka kasus bibir sumbing di Jember dan Jawa Timur.

Salah satunya faktor lingkungan, di mana mayoritas masyarakatnya menjadikan pertanian dan perkebunan sebagai mata pencaharian.

"Pertanian dan perkebunan yang mayoritas menggunakan pestisida ini akhirnya membuat masyarakat terpapar dan bisa merusak genetik, dan memicu kelahiran bayi sumbing," tutur dr. Ulfa.

Genetik ini dipengaruhi kualitas sperma dan sel telur yang rusak akibat paparan bahan kimia, sehingga meningkatkan risiko bayi lahir sumbing.

Menurut dr. Ulfa, bayi lahir sumbing disebabkan 30 persen dari faktor genetik orang tua yang memiliki riwayat bibir sumbing, dan faktor eksternal 70 persen dipengaruhi lingkungan dan gaya hidup.

"Tapi jika 70 persennya bisa ditekan, maka bisa menurunkan risiko bayi lahir sumbi ng, itu yang penting," pungkas dr. Ulfa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Laporkan Polemik Honor Pemakaman Jenazah Covid-19 Bupati Jember ke KPK

Warga Laporkan Polemik Honor Pemakaman Jenazah Covid-19 Bupati Jember ke KPK

Malang | Selasa, 31 Agustus 2021 | 22:21 WIB

Ari Lasso Akhirnya Pulang setelah Dirawat di Rumah Sakit

Ari Lasso Akhirnya Pulang setelah Dirawat di Rumah Sakit

Entertainment | Selasa, 31 Agustus 2021 | 20:53 WIB

Data Global: Setiap 3 Menit, 1 Anak Terlahir dengan Kondisi Bibir Sumbing

Data Global: Setiap 3 Menit, 1 Anak Terlahir dengan Kondisi Bibir Sumbing

Health | Selasa, 31 Agustus 2021 | 18:42 WIB

Terkini

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:03 WIB

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:56 WIB

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB