Data Global: Setiap 3 Menit, 1 Anak Terlahir dengan Kondisi Bibir Sumbing

Risna Halidi, Lilis Varwati

Selasa, 31 Agustus 2021 | 18:42 WIB
Data Global: Setiap 3 Menit, 1 Anak Terlahir dengan Kondisi Bibir Sumbing
Ilustrasi: Balita penderita bibir sumbing Hilya Zuyinuha di Banjarnegara. [Suara.com/Citra Ningsih]

Suara.com - Setiap tiga menit, seorang bayi terlahir dengan kondisi bibir sumbing dan atau celah langit-langit. Hal ini menjadi bukti bawa bayi lahir sumbing masih jadi masalah kesehatan dunia, termasuk Indonesia.

Sementara di Indonesia -- hanya di daerah Jember, Jawa Timur saja, rasio bayi lahir dengan bibir sumbing sebanyak 1:1.000 anak pada 2019 lalu.

Dikatakan dokter spesialis bedah plastik dr. Ulfa Elfiah, kondisi bibir sumbing jika terus dibiarkan akan menyebabkan masalah kesehatan fisik juga psikologis bagi anak.

"Di dunia, setiap hari ada 540 anak yang terlahir dengan kondisi bibir sumbing dan/atau celah langit-langit, sebuah kondisi yang apabila tidak ditangani dapat membawa dampak berkepanjangan bagi fisik maupun psikologi anak," kata dokter Ulfa melalui keterangan tertulisnya, Selasa (31/8/2021).

Ia melanjutkan bagaimana kondisi tersebut memang butuh perhatian khusus dan serius agar tercipta kemudahan akses untuk mendapatkan penanganan bibir sumbing secara komprehensif, baik dari sebelum, saat, hingga sesudah operasi.

Kondisi bibir sumbing dan celah langit-langit merupakan salah satu bentuk kelainan daerah kraniofasial (tulang kepala dan tulang wajah) yang ditandai dengan adanya celah pada bibir, gusi, dan langit-langit akibat gangguan fusi (fusion) pada masa kandungan.

Penyebabnya kerap tidak diketahui pasti. Namun, jika tidak segera ditangani, bibir sumbing dapat menyebabkan komplikasi masalah seperti kesulitan makan, bernapas, mendengar, berbicara, serta meningkat resiko malnutrisi, dan bahkan gangguan psikologis, jelas Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Jember tersebut.

"Masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa Timur hendaknya kini makin aware untuk berperan aktif. Apalagi lembaga Smile Train Indonesia kini sudah bermitra dengan banyak pihak untuk menyediakan operasi dan perawatan gratis, sehingga akses pun menjadi lebih luas dan terbuka," kata dokter Ulfa.

Bekerja sama dengan Yayasan Dewi Kasih dan didukung oleh Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Jember, lembaga Smile Train Indonesia itu berupaya memberikan penanganan medis, mulai dari operasi hingga terapi wicara dan bantuan psikologis bagi anak-anak dan keluarga pasien bibir sumbing dan atau celah langit-langit di Jawa Timur.

baca juga

"Kami bermitra dengan dokter ahli bedah serta tenaga medis lokal melalui berbagai pelatihan, untuk memberikan perawatan sumbing, termasuk di Jawa Timur."

"Dengan demikian, kami dapat lebih luas menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan akses atau informasi perawatan sumbing sumbing gratis," kata Program Director Smile Train Indonesia Ruth Monalisa.

Di Jawa Timur, Smile Train Indonesia telah memberikan lebih dari 15.200 operasi bibir sumbing dan celah langit-langit sejak tahun 2002, bekerjasama dengan 15 mitra rumah sakit Smile Train Indonesia yang berada di wilayah Surabaya, Sidoarjo, Malang, Kediri, Jember, dan Madura. 

Diakui Ruth, butuh tindakan menyeluruh, mulai dari perbaikan gizi sebelum operasi, operasi perbaikan, observasi pasca-operasi, serta tindakan lanjutan seperti terapi wicara dan bimbingan psikologis untuk memastikan bahwa tumbuh kembang anak akan berjalan optimal. 

Smile Train Indonesia bersama para mitranya bertujuan untuk memfasilitasi setiap anak yang hidup dalam kesenjangan agar dapat menjalani hidup secara sehat dan produktif. Lebih jauh lagi, menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya penanganan yang komprehensif dan segera bagi anak-anak yang terlahir dengan bibir sumbing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak Alami Bibir Sumbing, Psikolog Sebut Dukungan Keluarga Sangat Penting

Anak Alami Bibir Sumbing, Psikolog Sebut Dukungan Keluarga Sangat Penting

Health | Kamis, 19 Agustus 2021 | 11:55 WIB

Psikolog: Anak Alami Bibir Sumbing, Jangan Dianggap Sebagai Aib Keluarga

Psikolog: Anak Alami Bibir Sumbing, Jangan Dianggap Sebagai Aib Keluarga

Health | Rabu, 18 Agustus 2021 | 20:30 WIB

Kabar Baik, Ada Layanan 1.000 Operasi Bibir Sumbing Gratis di RS Bhayangkara

Kabar Baik, Ada Layanan 1.000 Operasi Bibir Sumbing Gratis di RS Bhayangkara

Health | Rabu, 16 Juni 2021 | 10:52 WIB

Terkini

Raih Empat Penghargaan Pada 2026, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun

Raih Empat Penghargaan Pada 2026, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun

Malang | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:46 WIB

7 Film Dokumenter Netflix, Angkat Kasus Pembunuhan hingga Kehidupan Artis

7 Film Dokumenter Netflix, Angkat Kasus Pembunuhan hingga Kehidupan Artis

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:45 WIB

Powder Foundation Somethinc Cocok untuk Kulit Apa? Diklaim Tahan Lama 24 Jam

Powder Foundation Somethinc Cocok untuk Kulit Apa? Diklaim Tahan Lama 24 Jam

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:45 WIB

Jadi Bank Beraset di Atas Rp500 Triliun, BRI Raih Empat Penghargaan Bergengsi Pada 2026

Jadi Bank Beraset di Atas Rp500 Triliun, BRI Raih Empat Penghargaan Bergengsi Pada 2026

Jogja | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Kejar Penerimaan Negara, Hashim Sebut Pemerintah Akan Tarik Pajak Digital 9 November

Kejar Penerimaan Negara, Hashim Sebut Pemerintah Akan Tarik Pajak Digital 9 November

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita

Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita

Sumbar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Setelah Kantor PT Djarum, KPK Geledah 6 Perusahaan Afiliasi

Setelah Kantor PT Djarum, KPK Geledah 6 Perusahaan Afiliasi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Penyerapan Tembakau oleh Industri Rokok Melambat, Pabrik Pilih Habiskan Stok Lama

Penyerapan Tembakau oleh Industri Rokok Melambat, Pabrik Pilih Habiskan Stok Lama

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Bibit Siklon 91B Picu Ancaman Banjir dan Longsor, BNPB Beri Imbauan Waspada

Bibit Siklon 91B Picu Ancaman Banjir dan Longsor, BNPB Beri Imbauan Waspada

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:39 WIB

BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026

BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:37 WIB

×