Vaksin Moderna Ciptakan Antibodi Dua Kali Lebih Banyak dari Pfizer, Studi Menunjukkan

Yasinta Rahmawati

Rabu, 01 September 2021 | 07:35 WIB
Vaksin Moderna Ciptakan Antibodi Dua Kali Lebih Banyak dari Pfizer, Studi Menunjukkan
Ilustrasi Vaksin Covid

Suara.com - Sebuah studi baru mengenai respons imun dari dua vaksin Covid-19 berbasis mRNA, menemukan bahwa vaksin Moderna menciptakan antibodi dua kali lebih banyak daripada vaksin Pfizer-BioNTech.

Studi ini adalah salah satu yang pertama membandingkan tingkat antibodi yang dihasilkan oleh kedua vaksin, yang dianggap sebagai salah satu komponen penting dari respons imun.

Dilansir dari The Hill, para peneliti menganalisis tingkat antibodi petugas kesehatan Belgia setelah mereka menerima kedua dosis vaksin, termasuk 688 orang yang divaksinasi dengan Moderna dan 959 yang menerima suntikan Pfizer.

Dalam penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association pada hari Senin ini, menunjukkan peserta yang sebelumnya tertular Covid-19 melaporkan tingkat antibodi yang lebih tinggi.

Peserta yang sebelumnya tertular Covid-19 melaporkan tingkat antibodi yang lebih tinggi, meningkatkan rata-rata keseluruhan di antara semua peserta menjadi 3.836 unit per mililiter untuk penerima vaksin Moderna (dari yang sebelumnya 2.881 mililiter) dan 1.444 unit per mililiter untuk Pfizer (dari 1.108 mililiter).

Vaksin Moderna. [Nhac Nguyen/AFP]
Vaksin Moderna. [Nhac Nguyen/AFP]

Tingkat antibodi pada mereka yang menerima vaksin Moderna lebih tinggi pada yang terinfeksi, tidak terinfeksi dan lintas kategori usia, menurut penelitian tersebut.

Para peneliti mengatakan perbedaan tingkat antibodi berpotensi dikaitkan dengan kandungan mRNA yang lebih tinggi dalam vaksin Moderna, yakni 100 mikrogram dibandingkan 30 mikrogram di vaksin Pfizer-BioNTech

Selain itu juga terkait interval yang sedikit lebih lama antara suntikan awal dan kedua. Vaksin Moderna kedua diberikan empat minggu setelah suntikan pertama, sedangkan vaksin Pfizer diberikan tiga minggu setelah suntikan pertama.

Tes antibodi ini dilakukan sebelum vaksinasi dan enam sampai 10 minggu setelah dosis kedua.

baca juga

Dikutip dari Bloomberg, "ada kemungkinan bahwa tingkat antibodi awal yang lebih tinggi mungkin berkorelasi dengan durasi perlindungan yang lebih lama terhadap infeksi ringan," kata Deborah Steensels, ahli mikrobiologi di Ziekenhuis Oost-Limburg, sebuah rumah sakit besar di Belgia, yang menjadi penulis utama studi tersebut.

Selain itu, jika tingkat antibodi yang lebih tinggi dipastikan penting, maka vaksin Moderna mungkin lebih baik untuk orang dengan gangguan kekebalan yang tidak merespon dengan baik terhadap vaksin, katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Belgia: Vaksin Moderna Hasilkan Antibodi Lebih Tinggi Daripada Pfizer

Studi Belgia: Vaksin Moderna Hasilkan Antibodi Lebih Tinggi Daripada Pfizer

Health | Selasa, 31 Agustus 2021 | 22:19 WIB

5 Fakta Terkini Soal Kasus Vaksin Moderna yang Terkontaminasi di Jepang

5 Fakta Terkini Soal Kasus Vaksin Moderna yang Terkontaminasi di Jepang

Health | Selasa, 31 Agustus 2021 | 20:55 WIB

Menteri Kesehatan Jepang Duga Vaksin Moderna Terkontaminasi dari Jarum Suntik

Menteri Kesehatan Jepang Duga Vaksin Moderna Terkontaminasi dari Jarum Suntik

Health | Selasa, 31 Agustus 2021 | 19:21 WIB

Terkini

Audio Jadi Bagian dari Gaya Hidup, Menemukan Suara yang Pas untuk Setiap Momen

Audio Jadi Bagian dari Gaya Hidup, Menemukan Suara yang Pas untuk Setiap Momen

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:56 WIB

Mengenal Qamaril Adani, Akan Wakili Indonesia di Miss Polo Universe 2027

Mengenal Qamaril Adani, Akan Wakili Indonesia di Miss Polo Universe 2027

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:46 WIB

Anak Skena di Cherrypop 2026 Diajak Melek Sampah Plastik Bareng POPSEA

Anak Skena di Cherrypop 2026 Diajak Melek Sampah Plastik Bareng POPSEA

Entertainment | Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Dari Gadis 19 Tahun: Perjalanan 3 Dekade Wanda Ponika Bangun Imperium Berlian

Dari Gadis 19 Tahun: Perjalanan 3 Dekade Wanda Ponika Bangun Imperium Berlian

Entertainment | Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:18 WIB

Dalam 4 Jam PM2.5 Palembang Melonjak 3 Kali Lipat, Begini Kondisi Terbarunya

Dalam 4 Jam PM2.5 Palembang Melonjak 3 Kali Lipat, Begini Kondisi Terbarunya

Sumsel | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:44 WIB

Revaldo Ditangkap di Apartemen, Polisi Temukan Sabu dan Alat Isap

Revaldo Ditangkap di Apartemen, Polisi Temukan Sabu dan Alat Isap

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Diisukan Membelot dari Gerindra ke PSI, Dedi Mulyadi Kaget dan Heran

Diisukan Membelot dari Gerindra ke PSI, Dedi Mulyadi Kaget dan Heran

Jabar | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Modus Timbang Berat Badan, Pedagang Cimin di Cirebon Diduga Cabuli 7 Anak

Modus Timbang Berat Badan, Pedagang Cimin di Cirebon Diduga Cabuli 7 Anak

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Pakai Teknologi Kelme K-Loomax, Ini Tampilan Jersey Home, Away dan Third Persib

Pakai Teknologi Kelme K-Loomax, Ini Tampilan Jersey Home, Away dan Third Persib

Jabar | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:11 WIB

Bukan Perkuat Timnas Indonesia, Adik Mitchell Baker Pilih Hong Kong

Bukan Perkuat Timnas Indonesia, Adik Mitchell Baker Pilih Hong Kong

Bola | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:05 WIB

×