alexametrics

Merasa Lebih Muda dari Usia Sebenarnya Ternyata Baik untuk Kesehatan

Yasinta Rahmawati
Merasa Lebih Muda dari Usia Sebenarnya Ternyata Baik untuk Kesehatan
Ilustrasi pasangan kakek nenek. (Shutterstock)

Studi menunjukkan, merasa lebih muda dari usia sebenarnya punya efek bagus terkait kesehatan mental.

Suara.com - Dalam hal penuaan, tiap orang tidak mengalaminya dengan cara yang sama. Banyak orang merasa lebih tua atau lebih muda dari umur yang sebenarnya.

Penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal Psychology and Aging menemukan bahwa merasa lebih muda dari usia Anda sebenarnya dapat melindungi terhadap efek berbahaya dari stres.

Dilansir dari Very Well Health, para peneliti dari Pusat Gerontologi Jerman menganalisis data tiga tahun dari 5.000 lebih peserta dari German Aging Survey.

Survei tersebut menanyakan kepada pesertanya, yang berusia 40 tahun ke atas, pertanyaan yang masuk ke dalam tiga kategori. Pertama soal usia fungsional, yakni apakah subjek memiliki keterbatasan dalam menyelesaikan 10 aktivitas sehari-hari, termasuk mandi.

Baca Juga: Begini Perbedaan Proses Penuaan Antara Laki-laki dengan Perempuan

Kedua, usia subjektif, berapa usia yang dirasakan subjek survei dibandingkan usia kronologis mereka. Ketiga, stres yang dirasakan, yakni jika subjek memiliki masalah dalam hidup mereka yang membuat mereka kewalahan.

Ilustrasi pasangan bercinta di usia 50 tahun  (Shutterstock)
Ilustrasi dewasa tua. (Shutterstock)

Peneliti kemudian menemukan bahwa mereka yang merasa lebih muda dapat bertindak sebagai penghalang pelindung terhadap stres, yang dapat berkontribusi pada masalah kesehatan terkait stres.

"Khususnya, temuan kami bahwa usia subjektif yang lebih muda memiliki peran penyangga stres juga menyiratkan bahwa usia subjektif yang lebih tua merupakan faktor kerentanan yang memperburuk risiko kesehatan fisik dan mental yang buruk dari situasi stres," tulis para peneliti.

Namun di luar usia subjektif, ada faktor psikologis lain yang berpotensi berperan dalam mengatasi masalah kesehatan terkait stres, termasuk mempertahankan pandangan hidup yang positif.

"Ini bukan hanya tentang perasaan yang lebih muda, tapi ada juga sesuatu tentang memiliki sikap yang lebih optimis dan menjadi lebih penuh kesadaran hadir di saat Anda berada dalam," kata Scott Kaiser, direktur kesehatan kognitif geriatri untuk Institut Ilmu Saraf Pasifik di Pusat Kesehatan Providence Saint John.

Baca Juga: Jaga Kesehatan Mental Anak, Coba Lakukan 4 Kebiasaan Berikut

Perlu diketahui, stres dapat berperan dalam kesehatan mental seseorang dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Stres kronis menempatkan orang pada risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit jantung.

Komentar