Merasa Lebih Muda dari Usia Sebenarnya Ternyata Baik untuk Kesehatan

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Rabu, 01 September 2021 | 08:00 WIB
Merasa Lebih Muda dari Usia Sebenarnya Ternyata Baik untuk Kesehatan
Ilustrasi pasangan kakek nenek. (Shutterstock)

Suara.com - Dalam hal penuaan, tiap orang tidak mengalaminya dengan cara yang sama. Banyak orang merasa lebih tua atau lebih muda dari umur yang sebenarnya.

Penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal Psychology and Aging menemukan bahwa merasa lebih muda dari usia Anda sebenarnya dapat melindungi terhadap efek berbahaya dari stres.

Dilansir dari Very Well Health, para peneliti dari Pusat Gerontologi Jerman menganalisis data tiga tahun dari 5.000 lebih peserta dari German Aging Survey.

Survei tersebut menanyakan kepada pesertanya, yang berusia 40 tahun ke atas, pertanyaan yang masuk ke dalam tiga kategori. Pertama soal usia fungsional, yakni apakah subjek memiliki keterbatasan dalam menyelesaikan 10 aktivitas sehari-hari, termasuk mandi.

Kedua, usia subjektif, berapa usia yang dirasakan subjek survei dibandingkan usia kronologis mereka. Ketiga, stres yang dirasakan, yakni jika subjek memiliki masalah dalam hidup mereka yang membuat mereka kewalahan.

Ilustrasi pasangan bercinta di usia 50 tahun  (Shutterstock)
Ilustrasi dewasa tua. (Shutterstock)

Peneliti kemudian menemukan bahwa mereka yang merasa lebih muda dapat bertindak sebagai penghalang pelindung terhadap stres, yang dapat berkontribusi pada masalah kesehatan terkait stres.

"Khususnya, temuan kami bahwa usia subjektif yang lebih muda memiliki peran penyangga stres juga menyiratkan bahwa usia subjektif yang lebih tua merupakan faktor kerentanan yang memperburuk risiko kesehatan fisik dan mental yang buruk dari situasi stres," tulis para peneliti.

Namun di luar usia subjektif, ada faktor psikologis lain yang berpotensi berperan dalam mengatasi masalah kesehatan terkait stres, termasuk mempertahankan pandangan hidup yang positif.

"Ini bukan hanya tentang perasaan yang lebih muda, tapi ada juga sesuatu tentang memiliki sikap yang lebih optimis dan menjadi lebih penuh kesadaran hadir di saat Anda berada dalam," kata Scott Kaiser, direktur kesehatan kognitif geriatri untuk Institut Ilmu Saraf Pasifik di Pusat Kesehatan Providence Saint John.

Perlu diketahui, stres dapat berperan dalam kesehatan mental seseorang dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Stres kronis menempatkan orang pada risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit jantung.

Selain merasa lebih muda dari usia sebenarnya, ada banyak cara untuk mengelola stres sekaligus menghambat penuaan. Antara lain terlibat dalam olahraga, meditasi, yoga, dan bahkan membangun pikiran yang lebih positif pada hidup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inspiratif! Program Ini Cari Anak Muda yang Ingin Buat Indonesia Jadi Lebih Baik

Inspiratif! Program Ini Cari Anak Muda yang Ingin Buat Indonesia Jadi Lebih Baik

Press Release | Selasa, 31 Agustus 2021 | 19:47 WIB

Pedagang Angkringan Unggah Kesehariannya, Videonya Bikin Warganet Mewek

Pedagang Angkringan Unggah Kesehariannya, Videonya Bikin Warganet Mewek

Kalbar | Selasa, 31 Agustus 2021 | 14:58 WIB

Toxic Productivity: Kenali Limit Produktifitas Sebelum Beralih Negatif

Toxic Productivity: Kenali Limit Produktifitas Sebelum Beralih Negatif

Your Say | Selasa, 31 Agustus 2021 | 14:18 WIB

Terkini

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB