Wilayah Zona Merah Wajib Punya Tempat Isolasi Terpusat

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 02 September 2021 | 20:14 WIB
Wilayah Zona Merah Wajib Punya Tempat Isolasi Terpusat
Petugas menyiapkan kamar yang akan digunakan sebagai ruang perawatan di Tower 8 Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC), Pademangan, Jakarta, Selasa (15/6/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Daerah yang masuk dalam zona merah wajib punya tempat isolasi terpusat. Fasilitas itu penting untuk menekan laju penularan dan risiko kematian.

“Intinya, isolasi terpusat harus kita siapkan betul, termasuk di provinsi-provinsi lain terutama di zona merah agar dapat sedini mungkin memantau pasien-pasien dan siapa yang terpapar Covid-19,” kata Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) Tentara Nasional Indonesia Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, seperti dikutip dari ANTARA.

Isolasi terpusat saat ini jadi salah satu strategi Pemerintah menekan penyebaran Covid-19 terutama sejak adanya lonjakan kasus Varian Delta. Seperti diketahui varian itu menyumbang angka kematian dan kasus positif tertinggi di tanah air pada akhir Juni sampai Juli 2021.

Sejauh ini, pemerintah daerah di sejumlah provinsi bekerja sama dengan pemerintah pusat, serta TNI dan Polri mengalihfungsikan beberapa bangunan menjadi sarana isolasi terpusat.

Petugas menyiapkan kamar yang akan digunakan sebagai ruang perawatan di Tower 8 Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC), Pademangan, Jakarta, Selasa (15/6/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Petugas menyiapkan kamar yang akan digunakan sebagai ruang perawatan di Tower 8 Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC), Pademangan, Jakarta, Selasa (15/6/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Bahkan tidak terbatas pada bangunan, kapal-kapal milik PT Pelni pun turut beralih fungsi menjadi tempat isolasi terpusat di beberapa daerah.

Dalam kegiatan yang sama, Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander Kaliaga Ginting mengajak masyarakat untuk tidak ragu menjalankan isolasi secara terpusat demi mencegah adanya klaster keluarga dan menekan risiko kematian.

“Isolasi mandiri punya kelemahan, karena kalau rumahnya tidak memadai, itu berpotensi menyebabkan naiknya klaster keluarga,” terang dr. Alexander.

Oleh karena itu, ia berharap posko-posko PPKM yang berada di kelurahan dan desa dapat memberi pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjalani isolasi secara terpusat daripada isolasi mandiri (isoman).

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Virus Corona Varian Delta Dominasi Hasil Tes Sekuensing Indonesia Selama 2020

Virus Corona Varian Delta Dominasi Hasil Tes Sekuensing Indonesia Selama 2020

Health | Kamis, 02 September 2021 | 20:05 WIB

Satgas Covid-19 Minta Posko PPKM Aktif Pindahkan Pasien Isoman ke Isolasi Terpusat

Satgas Covid-19 Minta Posko PPKM Aktif Pindahkan Pasien Isoman ke Isolasi Terpusat

News | Kamis, 02 September 2021 | 15:53 WIB

Ahli Temukan Varian Virus Corona Baru yang Disebut C12, Seberapa Mematikan?

Ahli Temukan Varian Virus Corona Baru yang Disebut C12, Seberapa Mematikan?

Health | Kamis, 02 September 2021 | 16:06 WIB

Terkini

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:45 WIB

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:19 WIB

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:30 WIB

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:27 WIB

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:15 WIB

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:09 WIB

PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak

PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:05 WIB

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:01 WIB

×