Terapi Akupuntur Bisa Bantu Atasi Long Covid-19, Begini Cara Kerjanya

Cesar Uji Tawakal, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 04 September 2021 | 12:45 WIB
Terapi Akupuntur Bisa Bantu Atasi Long Covid-19, Begini Cara Kerjanya
Ilustrasi akupuntur (shutterstock)

Suara.com - Elvira Figueroa, seorang penata rambut berusia 69 tahun di New York, sempat mengira akan meninggal dunia ketika terinfeksi virus corona Covid-19.

Elvira mengaku mengalami sakit kepala selama 2 hari, lalu mulai demam tinggi. Setelah itu, virus corona Covid-19 diketahui telah menginfeksi paru-parumya hingga ia mengalami penurunan berat badan hingga 11,33 kilogram.

Setelah pulih, Elvira mengalami Long Covid-19, yakni gejala virus corona Covid-19 jangka panjang yang biasanya berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah infeksi virus corona pertama.

"Saya merasa sangat lemah dan tidak memiliki energi. Saya terus-menerus kelelahan. Saya minum vitamin E dan C, seperti yang disarankan oleh ahli jantung. Kuku saya juga menjadi hitam dan banyak hal yang berubah," kata Elvira dikutip dari China Daily.

Karena itu, ahli jantungnya merekomendasikan ia menjalani akupuntur untuk membantu mengatasi Long Covid-19. Elvira pun mengatakan terapi akupuntur sangat membantu proses pemulihannya.

Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)

Elvira mengatakan bahwa akupuntur membantu meredakan peradangan tubuh dan mengurangi rasa sakit di punggungnya.

Banyak orang Amerika Serikat yang menjalani terapi akupuntur untuk mengatasi Long Covid-19.

Anda hanya perlu tidur berbaring di ruangan dengan pencahayaan hangat, mendengarkan musik menyenangkan dan terapis akan menusukkan sejumlah jarum ke tubuh.

Selama ribuan tahun, China telah menggunakan metode akupuntur sebagai pengobatan tradisional dengan cara memasukkan jarum logam tipis ke titik-titik tertentu di telinga atau bagian lain dari tubuh untuk menghilangkan rasa sakit dan memulihkan aliran energi.

baca juga

Penelitian telah menunjukkan bahwa virus corona Covid-19 bisa menyebabkan badai sitokin. Kondisi ini bisa mengakibatkan peradangan yang membunuh jaringan dan merusak organ.

Tahun lalu, sebuah studi oleh Universitas Harvard menemukan bahwa akupuntur mengurangi dampak badai sitokin pada tikus.

Tim peneliti menerapkan elektroakupunktur, versi modern dari pendekatan manual tradisional ke titik tertentu di kaki tikus dengan badai sitokin yang disebabkan oleh racun bakteri.

Para peneliti menemukan tikus memiliki tingkat sitokin pemicu peradangan yang lebih rendah dan kelangsungan hidup yang lebih besar.

Sebanyak 60 persen hewan yang menjalani akupuntur bisa bertahan hidup dibandingkan dengan 20 persen hewan yang tak diobati.

Para peneliti Harvard juga menemukan bahwa hewan yang diobati dengan akupuntur sebelum mengembangkan badai sitokin mengalami tingkat peradangan lebih rendah dan mampu bertahan hidup lebih baik daripada hewan yang tidak menjalani akupuntur.

Sementara itu, para ahli Tiongkok juga menemukan bahwa pengobatan akupuntur untuk virus corona Covid-19 ini membantu menekan peradangan yang disebabkan oleh stres, meningkatkan sistemm kekebalan, mengatur fungsi sistem saraf dan membantu pasien kanker melawan virus corona.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Vaksin Covid-19 Kurang Efektif pada 8 Kondisi Kesehatan Kronis Ini

Studi: Vaksin Covid-19 Kurang Efektif pada 8 Kondisi Kesehatan Kronis Ini

Health | Sabtu, 04 September 2021 | 10:51 WIB

Guru Berisiko Alami Kelelahan Virtual, Ini 5 Cara Mengatasinya

Guru Berisiko Alami Kelelahan Virtual, Ini 5 Cara Mengatasinya

Health | Jum'at, 03 September 2021 | 10:31 WIB

Pasien Covid-19 Berisiko Idap Penyakit Ginjal Stadium Akhir hingga 215 Persen

Pasien Covid-19 Berisiko Idap Penyakit Ginjal Stadium Akhir hingga 215 Persen

Health | Jum'at, 03 September 2021 | 08:16 WIB

Terkini

Kemarau Kepung Bekasi, 2.592 Hektare Sawah Dilanda Kekeringan

Kemarau Kepung Bekasi, 2.592 Hektare Sawah Dilanda Kekeringan

Foto | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Kesan Singkat Jajal Suzuki Grand Vitara Hybrid yang Jadi Incaran Pengunjung GIIAS 2026

Kesan Singkat Jajal Suzuki Grand Vitara Hybrid yang Jadi Incaran Pengunjung GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:47 WIB

Debut Changan di GIIAS 2026 Hadirkan SUV Listrik Nevo Q05 Serta Tebar Promo Menarik

Debut Changan di GIIAS 2026 Hadirkan SUV Listrik Nevo Q05 Serta Tebar Promo Menarik

Otomotif | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:45 WIB

Parfum YSL Libre Wangi Apa? Ini Daftar 6 Variannya dari yang Segar hingga Sensual

Parfum YSL Libre Wangi Apa? Ini Daftar 6 Variannya dari yang Segar hingga Sensual

Lifestyle | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:43 WIB

Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus 2026, Ini Rincian Lengkapnya

Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus 2026, Ini Rincian Lengkapnya

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:43 WIB

Farhan Wali Kota Bandung dari Partai Apa? Ngamuk 10 Pohon Ditebang Tanpa Izin

Farhan Wali Kota Bandung dari Partai Apa? Ngamuk 10 Pohon Ditebang Tanpa Izin

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:39 WIB

Siapa Lebih Murah Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP Per 1 Agustus 2026?

Siapa Lebih Murah Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP Per 1 Agustus 2026?

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:36 WIB

Pemerintah Tak Tebang Pilih Antara Mobil Listrik dan Hybrid Demi Turunkan Emisi

Pemerintah Tak Tebang Pilih Antara Mobil Listrik dan Hybrid Demi Turunkan Emisi

Otomotif | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:35 WIB

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kunci Kebijakan dan Investasi, Data Akurat Cegah Salah Ambil Keputusan

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kunci Kebijakan dan Investasi, Data Akurat Cegah Salah Ambil Keputusan

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:28 WIB

Kapal Tanker Minyak Dunia Lewat di Selat Bab al-Mandeb Dipastikan Gratis

Kapal Tanker Minyak Dunia Lewat di Selat Bab al-Mandeb Dipastikan Gratis

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:25 WIB

×