Pandji Pragiwaksono Sembuh dari Sleep Apnea Usai Turunkan Berat Badan, Ini Hubungannya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Minggu, 12 September 2021 | 12:50 WIB
Pandji Pragiwaksono Sembuh dari Sleep Apnea Usai Turunkan Berat Badan, Ini Hubungannya!
Aktor yang juga komika Pandji Pragiwaksono berpose usai kunjungan ke kantor redaksi Suara.com, Jakarta, Selasa (16/10). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Komika Pandji Pragiwaksono menceritakan keberhasilannya menurunkan berat badan 16 kg dari 96 kg. Ia pun merasakan banyak manfaat kesehatan setelah berat badannya menurun.

Pandji Pragiwaksono mengaku sudah tidak lagi mengalami sleep apnea dan tidak mengorok keras hingga membuat napas berhenti ketika tidur.

"Di berat ini, banyak masalah kesehatan gue hilang. Gue jauh lebih segar. Dan entah ada hubungannya atau enggak. lebih sabar," kata Pandji Pragiwaksono dalam Instagramnya.

Sleep apnea adalah gangguan yang relatif umum di mana orang mengalami gangguan pernapasan ketika tidur. Pada apnea tidur obstruktif (OSA) yang merupakan jenis apnea tidur paling umum, gangguan pernapasan terjadi karena saluran udara bagian atas yang sempit atau tersumbat.

Kondisi ini mirip dengan seseorang bernapas melalui sedotan. Orang dengan OSA parah biasanya mengalami gangguan pernapasan lebih dari 30 kali per malam.

Pandji Pragiwaksono [Instagram]
Pandji Pragiwaksono [Instagram]

Beberapa masalah kesehatan bisa meningkatkan risiko sleep apnea, terutama orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Karena dilansir dari Sleep Foundation, kelebihan berat badan menyebabkan timbunan lemak di leher yang disebut lemak faring.

Lemak faring dapat menyumbat saluran napas bagian atas seseorang saat tidur ketika saluran napas sudah rileks. Kondisi inilah yang menyebabkan seseorang tidur mendengkur.

Selain itu, peningkatan lingkar perut dari kelebihan lemak dapat menekan dinding dada seseorang sehingga menurunkan volume paru-paru. Kondisi inilah yang membuat saluran napas bagian atas lebih mungkin kolaps ketika tidur, karena kapasitas paru-paru berkurang.

Risiko OSA terus meningkat dengan meningkatnya indeks massa tubuh. Bahkan kenaikan berat badan 10 persen dikaitkan dengan peningkatan enam kali lipat risiko OSA.

Karena itu, menurunkan berat badan yang artinya mengurangi timbunan lemak di leher dan lidah bisa menyebabkan aliran udara terbatas. Pada akhrinya, menurunkan berat badan bisa meningkatkan volume paru-paru dan meningkatkan traksi saluran napas, sehingga membuat jalan napas cenderung tidak kolaps saat tidur.

Menurunkan berat badan juga dapat mengurangi banyak gejala terkait OSA, seperti kantuk di siang hari secar signifikan. Iritabilitas dan disfungsi neuropsikiatri lainnya juga meningkat secara nyata.

Namun, penurunan berat badan hanya 10-15 persen mengurangi keparahan OSA sebesar 50 persen pada pasien obesitas sedang. Sayangnya, meskipun penurunan berat badan dapat memberikan dampak baik pada OSA, biasanya tidak menyembuhkan secara total. Banyak pasien sleep apnea membutuhkan terapi tambahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandji Pragiwaksono Turun Berat Badan hingga 16 Kg, Ini Perubahan yang Dirasakan

Pandji Pragiwaksono Turun Berat Badan hingga 16 Kg, Ini Perubahan yang Dirasakan

Entertainment | Sabtu, 11 September 2021 | 21:05 WIB

Cara Turunkan Berat Badan Tanpa Diet dan Olahraga

Cara Turunkan Berat Badan Tanpa Diet dan Olahraga

Bekaci | Jum'at, 10 September 2021 | 12:15 WIB

5 Manfaat Berenang, Bisa Jadi Cara Menurunkan Berat Badan

5 Manfaat Berenang, Bisa Jadi Cara Menurunkan Berat Badan

Your Say | Kamis, 09 September 2021 | 11:31 WIB

Terkini

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB