Peneliti: Vaksin Mirip Covishield Bisa Melawan Virus Nipah

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Minggu, 12 September 2021 | 17:08 WIB
Peneliti: Vaksin Mirip Covishield Bisa Melawan Virus Nipah
Ilustrasi Vaksin Covishield, virus Nipah (pixabay)

Suara.com - Sebuah tim peneliti Internasional menemukan vaksin mirip Covishield, yakni salah satu jenis vaksin Covid-19 yang telah terbukti mampu melawan virus Nipah setelah uji coba klinis terhaadap monyet.

Virus Nipah (NiV) adalah virus yang sangat patogen yang bisa menyebabkan infeksi sporadis parah pada manusia.

Minggu lalu, virus Nipah sudah merenggut nyawa anak laki-laki usia 12 tahun di Kerala di tengah lonjakan kasus virus corona Covid-19. Sedangkan, orang yang kontak dekat dengan korban dan berisiko tinggi terinfeksi virus Nipah sudah menunjukkan hasil negatif virus Nipah.

Pada 2018 lalu, wabah virus Nipah di negara bagian tersebut sudah menewaskan 17 dari 18 orang yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus tersebut.

Saat ini, belum ada vaksin untuk virus Nipah yang disetujui. Para peneliti dari Universitas Oxford dan Institut Kesehatan Nasional AS menyelidiki kemanjuran ChAdOx1 NiV, yakni vaksin mirip Covishield pada 8 monyet hijau di Afrika.

Ilustrasi virus Nipah. [Shutterstock]
Ilustrasi virus Nipah. [Shutterstock]

Para peneliti menerbitkan hasilnya di server pra-cetak bioRxiv yang belum ditinjau rekan sejawat. ChAdOx1 NiV didasarkan pada vektor yang sama dengan ChAdOx1 nCoV-19, yang telah disetujui untuk penggunaan darurat pada lebih dari 60 negara di seluruh dunia.

Sementara itu, 1 kelompok yang terdiri dari 4 monyet diberikan 2 suntikan atau 1 suntikan vaksin ChadOx1NiV. Lalu, kelompok lain disuntik dengan protein tiruan (ChAdOx1 GFP), lagi-lagi divektorkan oleh ChAdOx1.

Kemudian, kedelapan orang tersebut dibuat terinfeksi virus Nipas asli secar artifisial. Beberapa orang mendapatkannya melalui hidung dan lainnya melalui tenggorokan.

Respons humoral dan seluler yang kuat terdeteksi mulai 14 hari setelah vaksinasi awal. Ketika mereka terinfeksi virus Nipah secara artifisial, hewan dalam kelompok kontrol menunjukkan beberapa tanda dan harus di-eutanasia antara lima hingga tujuh hari pasca inokulasi.

"Sebaliknya, hewan yang sudah divaksinasi tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit dan kami tidak bisa mendeteksi virus menular di semua orang," kata para peneliti dikutip dari The Hans India.

Sarah C Gilbert, dari Jenner Institute Nuffield Department of Kedokteran di Oxford mengatakan tidak ada antibodi terbatas terhadap protein fusi atau nukleprotein IgG yang bisa dideteksi 42 hari pasca infeksi dengan eal NiV.

Hal ini menunjukkan bahwa vaksinasi bisa menginduksi respons imun protektif yang kuat untuk mencegah replikasi virus yang meluas.

Para peneloti sebelumnya telah menunjukkan bahwa dosis tunggal ChAdOx1 NiV memberikan perlindungan penuh pada hamster. Tim juga menemukan bahwa replikasi virus yang sangat terbatas pada hewan yang divaksinasi, kecuali satu swab negatif untuk virus menular dan tidak ada virus pada jaringan yang diperoleh dari hewan yang vaksinasi.

Data ini menunjukkan bahwa vaksin ChAdOx1 NiV bisa memberikan kekebalan pelindungan yang hampir lengkap pada monyet.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Efek Samping Vaksin Covid-19 Covishield, Mirip AstraZeneca

4 Efek Samping Vaksin Covid-19 Covishield, Mirip AstraZeneca

Health | Minggu, 12 September 2021 | 11:31 WIB

Epidemiolog: Segeralah Vaksin, Jangan Pilih-pilih Merek

Epidemiolog: Segeralah Vaksin, Jangan Pilih-pilih Merek

News | Minggu, 12 September 2021 | 09:42 WIB

Penelitian : Orang Tidak Divaksin 11 Kali Memiliki Risiko Meninggal Dunia

Penelitian : Orang Tidak Divaksin 11 Kali Memiliki Risiko Meninggal Dunia

Sulsel | Minggu, 12 September 2021 | 06:05 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB