alexametrics

Prof Wiku Ungkap 3 Tameng Utama Penanganan Covid-19

Vania Rossa | Aflaha Rizal Bahtiar
Prof Wiku Ungkap 3 Tameng Utama Penanganan Covid-19
Ilustrasi Covid-19.(Pixabay/fernandozhiminaicela)

Upaya penanggulangan Covid-19 masih terus dilakukan baik oleh pemerintah maupun masyarakat.

Suara.com - Upaya penanggulangan Covid-19 masih terus dilakukan, baik itu melalui pembatasan kegiatan masyarakat hingga program vaksinasi yang masih terus berjalan hingga kini.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito menyebut ada tiga tameng utama yang perlu dilakukan dalam penanganan pandemi.

“Pertama yang paling mudah itu 3M, kemudian tameng kedua itu 3T (Testing, Tracing, Treatment), dan ketiga tameng vaksinasi,” ungkapnya dalam acara 83 Tahun Sinar Mas, Indonesia Sehat Ekonomi Bangkit, Selasa (14/9/2021).

Ia memastikan tidak hanya vaksinasi saja sebagai bentuk pencegahan diri, melainkan 3M juga perlu dilakukan, yaitu menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan dengan sabun.

Baca Juga: Bersiap Gelar PON XX, Vaksinasi Penuh di Jayapura Capai 34 Persen

“3M ini memang menjadi tantangan yang besar dan sangat dinamis, dan kendalinya ada di diri kita sendiri,” lanjutnya.

“Tapi kalau vaksinasi, kendalinya masih banyak di diri kita, pemerintah, dan produsen vaksin,” ungkap Prof Wiku.

Ia menambahkan, sampai kini ada 130-an negara dunia belum punya akses vaksin. Maka dari itu, Indonesia, menurutnya, punya kelebihan dalam memiliki akses program vaksinasi.

Selain itu, ia juga memastikan vaksinasi bisa didistribusikan dengan baik di seluruh Indonesia. Hal ini menjadi harapan besar, bahwa dengan program vaksinasi tersebut dapat membentuk kekebalan kelompok alias herd immunity nantinya.

Menurut Prof. Wiku, hingga saat ini capaian dosis vaksin satu sudah sebesar 73,8 juta. Sedangkan dosis kedua baru 42,3 juta.

Baca Juga: 6,26 Juta Warga KTP Jakarta Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Pertama, Sisanya 2,68 Juta Lagi

“Meski sudah ada yang menerima dan mau divaksin, tapi masih ada kelompok masyarakat yang belum memahami pentingnya vaksinasi. Dan itu tugas kita bersama untuk meyakinkan seluruh masyarakat,” pungkas Prof. Wiku.

Komentar