Tips Membuat Anak Mau Mengkonsumsi Sayuran

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Minggu, 19 September 2021 | 10:49 WIB
Tips Membuat Anak Mau Mengkonsumsi Sayuran
Hasil kreasi Kobe Tepung Bakwan Kress. (Dok: Kobe)

Suara.com - Mengkonsumsi sayuran setiap hari merupakan salah satu cara untuk memenuhi gizi seimbang. Sebagai sumber vitamin, mineral, dan serat yang bermanfaat untuk tubuh, tentunya sayuran tidak boleh ketinggalan dalam menu hidangan sehari-hari.

Sayangnya tak semua orang suka makan sayur, terutama anak-anak yang sulit makan sayur sehingga menjadi problematika bagi para ibu dalam mengolah sayur.

Untuk megatasi hal tersebut, berikut beberapa tips mendorong anak mau mengkonsumsi sayuran;

1. Beli Sayuran yang Masih Segar dan Langsung Diolah
Sayuran, semakin segar akan semakin lezat rasanya. Karena itu, penting bagi orang tua untuk selalu memastikan kesegaran sayuran sebelum diolah. Menyimpan sayuran di dalam kulkas dalam waktu lama, bisa mengurangi kesegarannya. Sayuran yang tidak segar pun akan terlihat kurang menarik dan semakin membuat anak tidak berselera menyantapnya.

2. Tambahkan Perasan Jeruk Nipis untuk Sayuran Pahit
Seperti diketahui, bagi anak-anak, sayuran mungkin terasa agak pahit atau karena lidah mereka masih sensitif. Karena itu, menolak sayuran seperti sudah menjadi insting mereka. Penambahan ¼ sendok teh perasan jeruk nipis pada tumisan sayur akan mengurangi rasa pahit dan memberikan rasa yang lebih seimbang.

3. Cari Sayuran yang Disukai Anak dan Sajikan Gergantian
Sebagai orang tua, kita harus cermat memperhatikan sayuran mana yang menjadi kesukaan anak. Sajikan berbagai olahan sayuran secara bergantian setiap hari agar anak tidak bosan, dan memperkenalkan anak secara bertahap pada sayuran baru.

Jangan menyerah untuk tetap mengajak anak makan sayur. Walaupun anak sudah pernah menolak makan sayur tertentu, tetap konsisten menawarkan sayuran untuk dicoba anak.

4. Kreasi Penyajian Sayuran dengan Menarik
Kreatifitas orang tua dituntut lebih untuk membuat sayuran menjadi makanan menarik untuk anak, mulai dari bentuk potongannya, hingga cara masak yang variatif. Sayuran bisa juga ditambahkan kedalam kreasi lain, tetapi kuncinya sayur masih harus terlihat warna dan teksturnya.

Tujuannya agar anak tetap mengenali sayuran didalam hidangan yang disajikan dan menyadari bahwa sayuran bisa dinikmati dalam berbagai bentuk.

Bakwan Bayam Kobe dapat menjadi solusi agar si kecil mulai menyukai sayuran. Cara membuatnya mudah, sayur bayam yang telah dipotong-potong dicampurkan dengan Kobe Tepung Bakwan Kress dan air.

Hasilnya adalah menu bakwan bayam yang kres, nikmat dan gurih berbumbu. Dengan memperkenalkan sayur bayam dalam bentuk yang menarik dan rasa yang enak, anak-anak bisa menjadi lebih mudah menerima sayuran dalam bentuk-bentuk hidangan lain. 

"Kobe Tepung Bakwan Kress diformulasikan khusus untuk membuat gorengan bakwan yang praktis. Terbuat dari racikan bumbu alami yang lengkap sehingga dapat membuat kreasi Resep Bakwan Bayam Kobe memiliki bentuk yang menarik, rasanya yang enak dan teksturnya yang renyah, sehingga bisa menjadi solusi agar anak suka makan sayur di rumah," kata Dipa Utomo Presiden Direktur PT Kobe Boga Utama.

Kobe Tepung Bakwan Kress. (Dok: Kobe)
Kobe Tepung Bakwan Kress. (Dok: Kobe)

Kobe Tepung Bakwan Kress yang super praktis dan lezat adalah cara mudah untuk mengemas aneka sayuran menjadi hidangan yang mudah dinikmati. Kreasi bakwan unik lainnya, termasuk bakwan sawi hijau, bakwan kangkung, sawi putih, daun singkong, katuk, hingga pakchoy.

Terbuat dari rempah asli pilihan dan bumbu yang lengkap, Kobe Tepung Bakwan Kress menghasilkan bakwan yang kress diluar, lembut didalam, dan pas berbumbu. Temukan Kobe Tepung Bakwan Kress di Minimarket, Supermarket, Pasar Tradisional terdekat, atau E-Commerce Shopee/Tokopedia Kobe Official Store.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenali Ciri Anak Keras Kepala, Ini Cara Menghadapinya

Kenali Ciri Anak Keras Kepala, Ini Cara Menghadapinya

Sumsel | Minggu, 19 September 2021 | 06:10 WIB

Anaknya Sulit Berkomunikasi, Larissa Chou Panggil Jasa Terapi

Anaknya Sulit Berkomunikasi, Larissa Chou Panggil Jasa Terapi

Entertainment | Sabtu, 18 September 2021 | 15:59 WIB

4 Persiapan Traveling Bersama Anak, Jangan Lupa Siapkan Hiburan Ini

4 Persiapan Traveling Bersama Anak, Jangan Lupa Siapkan Hiburan Ini

Batam | Sabtu, 18 September 2021 | 14:45 WIB

5 Anak Artis Punya Brand Sendiri, Ada Anak Kiano Anak Baim Wong

5 Anak Artis Punya Brand Sendiri, Ada Anak Kiano Anak Baim Wong

Entertainment | Sabtu, 18 September 2021 | 14:08 WIB

Hadiri World Knowledge Forum 2021, Choi Siwon Suarakan Perlindungan Anak

Hadiri World Knowledge Forum 2021, Choi Siwon Suarakan Perlindungan Anak

Your Say | Sabtu, 18 September 2021 | 09:46 WIB

Penelitian: Berbagai Kondisi Berikut Jadi Pemicu Keparahan Covid-19 pada Anak

Penelitian: Berbagai Kondisi Berikut Jadi Pemicu Keparahan Covid-19 pada Anak

Health | Sabtu, 18 September 2021 | 07:49 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB