Terlihat Keren, Ternyata Makan di Kolam dengan Kudapan Terapung Diklaim Kurang Menyehatkan

Arendya Nariswari | Fita Nofiana | Suara.com

Senin, 20 September 2021 | 11:35 WIB
Terlihat Keren, Ternyata Makan di Kolam dengan Kudapan Terapung Diklaim Kurang Menyehatkan
Ilustrasi makanan terapung

Suara.com - Belakangan cukup tren makan di kolam dengan kudapan yang diapungkan. Di media sosial, hotel, vila, dan resor-resor sering kali menghadirkan fasilitas ini untuk memberikan kesan mewah. 

Sayangnya, makan dengan gaya yang fancy tersebut tak baik untuk kesehatan. 

Melansir dari Healthshots, ahli gizi terkenal Kavita Devgan menyatakan bahwa meski terlihat santai dan menenangkan, makan terapung belum tentu mbaik untuk kesehatan. 

Berenang bukanlah cara terbaik untuk menenangkan perut yang kenyang. Sebenarnya, yang terbaik adalah masuk ke kolam setidaknya satu jam setelah Anda makan sesuatu. Plus, kemungkinan besar jika Anda makan sambil bergerak di kolam renang, apa yang Anda makan kemungkinan besar tidak akan dicerna dengan baik,” ujar Devgab. 

Sejak dahulu kala, ada banyak kekhawatiran tentang menggabungkan berenang dan makan di air.

Ahli Gizi Fungsional, Manjari Chandra mengarahkan perhatian pada aspek fisiologis tentang bagaimana tubuh memfokuskan semua energi dan sumber dayanya untuk mencerna, mengasimilasi, dan menyerap makanan seefisien mungkin.


“Makan itu sendiri bukan hanya tindakan untuk memuaskan rasa lapar tetapi juga untuk menyehatkan tubuh dan pikiran. Dengan semakin banyak fokus pada makan intuitif dan makan penuh perhatian, selalu merupakan ide yang baik untuk makan dalam pengaturan di mana Anda dapat memantau dan mengontrol jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi," ujar Chandra. 

"Itulah sebabnya ada anjuran untuk tidak mencampur makanan dengan kesenangan dan menonton televisi,” imbuhnya. 

Tidak ada salahnya menikmati sarapan terapung asalkan dibatasi sekali atau dua kali.

“Perairan seperti kolam renang dapat menjadi sumber infeksi serius dari berbagai bakteri yang terbawa air,” kata Chandra. 

Makan di kolam renang meningkatkan kemungkinan infeksi yang ditularkan melalui makanan seperti Clostridium, Pseudomonas, Escherichia coli (E. coli). Selain itu, air kolam memiliki bahan kimia seperti klorin, bromin, asam klorida. Bahan kimia ini ditambahkan untuk mendisinfeksi atau membunuh mikroorganisme di dalam air.

“Air kolam renang tidak dimaksudkan untuk diminum karena bahan kimia ini. Makan di kolam renang dapat menyebabkan seseorang mengonsumsi air kolam, menyerap bahan kimia berbahaya ini,” imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jaga Pola Makan Secara Teratur, Ini Delapan Makanan yang Bisa Membuat Ceria

Jaga Pola Makan Secara Teratur, Ini Delapan Makanan yang Bisa Membuat Ceria

Surakarta | Minggu, 19 September 2021 | 14:58 WIB

Resep Bumbu Kuah Bakso, Seenak Bikinan Abang Tukang Bakso

Resep Bumbu Kuah Bakso, Seenak Bikinan Abang Tukang Bakso

Lifestyle | Sabtu, 18 September 2021 | 10:13 WIB

Jerinx SID Tak Mau Makan akibat Kena Body Shaming, Bahayanya Bisa Bikin Gangguan Makan

Jerinx SID Tak Mau Makan akibat Kena Body Shaming, Bahayanya Bisa Bikin Gangguan Makan

Health | Jum'at, 17 September 2021 | 20:45 WIB

Terkini

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB