alexametrics

Update Covid-19 Global: Alami Lonjakan Kasus, Laos Lockdown Lagi

Risna Halidi | Lilis Varwati
Update Covid-19 Global: Alami Lonjakan Kasus, Laos Lockdown Lagi
Ilustrasi Pandemi Covid-19 (pexels)

Untuk angka kematian harian paling banyak dilaporkan Malaysia dengan 301 jiwa.

Suara.com - Kasus positif Covid-19 bertambah 384.690 hanya dalam satu hari. Orang yang meninggal setelah terinfeksi virus corona SARS COV-2 itu juga bertambah sebanyak 5.504 jiwa.

Data pada situs Worldometers per Selasa (21/9) menunjukkan bahwa total kasus Covid-19 sejak akhir Desember 2019 kini telah lebih dari 229,76 juta dengan angka kematian 4,71 juta jiwa.

Amerika Serikat (74 ribu), Inggris (36 ribu), dan Turki (27 ribu) tercatat menjadi negara yang melaporkan kasus baru terbanyak.

Sementara angka kematian masih didominasi Rusia yang melaporkan 778 jiwa. Diikuti Amerika Serikat dengan 618 kematian dalam sehari.

Baca Juga: Idap Sindrom Langka Usai Terinfeksi Covid-19, Bocah 8 Tahun Ini Alami Kelumpuhan

Di Asia Tenggara, kasus positif baru yang dilaporkan Indonesia lebih sedikit dari Filipina, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Kasus baru di wilayah Asia Tenggara dalam 24 jam terakhir di dominasi oleh Filipina yang melaporkan 18.937 kasus, diikuti Malaysia 14.345, Thailand 12.709 kasus, dan Vietnam 8.681 kasus. Sementara Indonesia melaporkan 1.932 kasus.

Untuk angka kematian harian paling banyak dilaporkan Malaysia dengan 301 jiwa.

Laos Lockdown
Meski tak mendominasi kasus positif harian di Asia Tenggara, Laos masih alami lonjakan infeksi secara nasional. Negara itu kini telah mengunci ibu kotanya Vientiane dan melarang perjalanan antara provinsi yang memiliki kasus Covid-19, tinggi.

Laos alami lonjakan kasus positif sejak pertengahan April dan pada hari Sabtu (18/9), negara itu melaporkan 467 kasus baru infeksi komunitas, tertinggi selama pandemi.

Baca Juga: Studi: Pria Lebih Berisiko Alami Infeksi Virus Corona Parah Meski Sudah Vaksinasi

Sedangkan dalam 24 jam terakhir, Laos melaporkan 214 kasus baru. Padahal sebelumnya selama pandemi 2020 hingga Maret 2021, Laos sempat menekan kasus harian hingga kurang dari 60 infeksi per hari.

Walikota Vientiane mengatakan bahwa penguncian ketat telah dimulai sejak Minggu (19/9) dan dilakukan selama dua minggu. Pemerintah setempat memerintahkan penduduk untuk tinggal di rumah kecuali jika ingin membeli makanan, obat-obatan, atau pergi ke rumah sakit.

Perjalanan dilarang di antara tujuh provinsi yang terkena dampak parah infeksi, sementara siapapun yang akan masuk ke Vientiane harus karantina selama 14 hari.

Semua pertemuan publik, bahkan upacara keagamaan, juga dilarang. Demikian pula kegiatan olahraga di luar ruangan dan menjual makanan di jalanan, menurut media pemerintah KPL.

Laos sejauh ini mencatat total 19.399 kasus dan 16 kematian.

Menurut kementerian kesehatan setempat, Laos telah memberikan lebih dari 4,5 juta dosis vaksin, sebagian besar Sinopharm disumbangkan dari negara tetangga China dan suntikan Pfizer-BioNTech yang diperoleh melalui program COVAX untuk negara-negara berpenghasilan rendah.

Media yang dikelola pemerintah melaporkan bahwa setiap pelanggaran saat lockdown di Vientiane akan didenda 3 juta kip (setara 4,4 juta rupiah).

Komentar