alexametrics

Seorang Wanita Terkena Pneumonia Diduga Tertular Kucing Peliharaannya

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah
Seorang Wanita Terkena Pneumonia Diduga Tertular Kucing Peliharaannya
Kucing peliharaan [Foto: Antara]

Sang wanita ini terinfeksi bakteri Yersinia pestis yang biasanya menyebabkan wabah pes.

Suara.com - Seorang wanita asal Fremont County, Wyoming, Amerika Serikat, didiagnosis jenis pneumonia langka namun serius yang diduga ditularkan oleh kucing peliharaannya.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan bahwa kucing sangat rentan terhadap pneumonia dan bisa menjadi sumber infeksi manusia.

"Kucing yang sakit pneumonia dapat menimbulkan risiko serius bagi pemilik, dokter hewan, dan orang yang menangani atau berkontak dekat dengan hewan tersebut karena kemungkinan aerosolisasi bakteri," kata CDC, lansir Livescience.

Yersinia pestis merupakan bakteri penyebabnya dan pernah menimbulkan Wabah Hitam atau Black Death di Eropa pada 1347 hingga 1351.

Baca Juga: Gejala Pneumonia, Beberapa Jenis Batuk Ini Bisa Jadi Tanda Peringatan!

Manusia dapat tertular penyakit ini melalui gigitan kutu, kontak dekat dengan hewan yang terinfeksi, jaringan atau cairan tubuh hewan tersebut.

Ilustrasi paru-paru, pneumonia (Pixabay/oracast)
Ilustrasi paru-paru, pneumonia (Pixabay/oracast)

Ketika biasanya bakteri Yersinia pestis menyebabkan wabah pes, pada wanita ini bakteri tersebut mengakibatkan pneumonia.

Sementara manusia dapat terinfeksi pneumonia ketika mereka menghirup tetesan menular yang disebarkan orang lain atau hewan dengan penyakit tersebut.

Pneumonia dapat diobati dengan antibiotik, tetapi perlu pengobatan sedari dini untuk menghindari komplikasi serius, termasuk kematian.

Sayangnya, Departemen Kesehatan Wyoming tidak merilis rincian lebih lanjut tentang wanita ini atau kondisinya saat ini. Sementara seorang pejabat kesehatan mengungkap bahwa sang wanita mengalami gejala serius.

Baca Juga: China Temukan Satu Kasus Pneumonia Antraks Mematikan

Pejabat sudah men-tracking orang-orang yang terpapar dengan pasien dan memberi antibiotik pasca-pajanan untuk mencegah penyakit.

Komentar