Ketua IDAI Desak Vaksinasi Covid-19 Anak di Bawah 12 Tahun Segera Dilakukan

Risna Halidi, Lilis Varwati

Minggu, 26 September 2021 | 19:30 WIB
Ketua IDAI Desak Vaksinasi Covid-19 Anak di Bawah 12 Tahun Segera Dilakukan
Sebagai ilustrasi: vaksinasi Covid-19 untuk Anak

Suara.com - Seiring telah dilakukannya pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sejumlah sekolah, vaksinasi Covid-19 bagi anak di bawah 12 tahun dinilai makin perlu dilakukan.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Aman Pulungan, Sp.A mengatakan bahwa pelaksanaan PTM terbatas memang tidak bisa ditunda lagi. Namun pelaksanaannya harus benar-benar dipastikan aman dan sehat bagi anak.

"Kalau kita mau mencapai herd imunity segera, anak harus segera kita mulai. Beberapa negara kan sudah mulai. EUA sudah, Amerika sudah."

"IDAI meminta anak di bawah 12 tahun (segera imunisasi Covid-19). kita tidak setuju sebenarnya anak di bawah 12 tahun dibawa ke mal dan lain-lain itu, mereka kan belum imunisasi," kata dokter Aman dalam konferensi pers daring, Minggu (26/9/2021).

IDAI mencatat, angka kematian akibat Covid-19 pada anak hingga September 2021, telah mencapai 1.800 anak. Menurut dokter Aman, sekitar setengahnya kematian terjadi pada balita. 

Oleh sebab itu, vaksinasi Covid-19 untuk anak di bawah 12 tahun perlu segera dilakukan. Hal itu juga untuk mendukung pelaksanaan PTM terbatas.

"Kalau saya bermimpi imunisasi ini bisa paling telat awal 2022 untuk anak di bawah 12 tahun. Dan saya bermimpi ada sekolah atau daerah yang bebas covid bagi anak. Bisa dong, tergantung dari niat kita," ucapnya.

Dokter Aman mengaku, dirinya memang telah dua kali rapat dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) untuk membicarakan vaksinasi Covid-19 bagi anak di bawah 12 tahun. Namun belum ada hasil yang mengarah bahwa emergency use Authorisation (EUA) dari Badan POM akan segera diterbitkan.

"Saya sudah dua kali diundang rapat di Badan POM. Tapi untuk dua vaksin berbeda, bukan Pfizer. Untuk anak di bawah 12 tahun. Selalu kalau di kita ada yang baru, ada pro kontra. Tapi selalu kalau kami melihat dari IDAI, risiko dan benefit. Ketika benefit lebih besar, risiko akan kita kurangi," ujarnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banyak Anak Punya Komorbid, GKR Bendara Desak Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

Banyak Anak Punya Komorbid, GKR Bendara Desak Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

Jogja | Minggu, 26 September 2021 | 13:56 WIB

Menunggu Model Pembelajaran di Tengah Pandemi

Menunggu Model Pembelajaran di Tengah Pandemi

Your Say | Minggu, 26 September 2021 | 13:30 WIB

Pangdam Siliwangi Pimpin Serbuan ke Kaki Gunung Tangkuban Parahu Naik Motor Trail

Pangdam Siliwangi Pimpin Serbuan ke Kaki Gunung Tangkuban Parahu Naik Motor Trail

Jabar | Minggu, 26 September 2021 | 10:57 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×