Dokter Kulit Ungkap Ancaman Kesehatan yang Membayangi Manusia Silver

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 28 September 2021 | 20:22 WIB
Dokter Kulit Ungkap Ancaman Kesehatan yang Membayangi Manusia Silver
Tamara (55), manusia silver dan rekan-rekannya di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. (Suara.com/Raihan Hanani)

Suara.com - Di kota besar Indonesia, fenomena manusia silver kerap ditemui di jalanan. Hal itu mendapat sorotan dermatologist yang mengungkap ancaman bahaya kulit terus terpapar cat seperti yang digunakan manusia silver.

Ini karena bahan pewarna yang digunakan bukanlah bahan pewarna yang aman diaplikasikan ke kulit.

"Karena tidak didesain untuk manusia, namun di desain untuk pakaian atau benda mati. Padahal terdapat body paint khusus yang didesain untuk cat kulit tubuh yang lebih ramah untuk kulit," ujar Dermatologist sekaligus Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Arini Astasari Widodo, Sp.KK, saat dihubungi suara.com, Selasa (28/9/2021).

Lebih lanjut, dr. Arini juga mendapati jika cat silver pada manusia silver umumnya dicampur menggunakan bahan lain, yakni bahan pelarut agar lebih ekonomis, seperti minyak tanah, minyak goreng, bahkan kerap mencampur dengan bensin.

"Beberapa mengatakan mencampur dengan pylox silver untuk mendapatkan efek lebih mengkilat. Efek bahan-bahan lain ini menambah potensi toksisitas, alergi, dan iritasi pada kulit di luar cat itu sendiri," jelas dr. Arini.

Toksisitas adalah tingkat merusaknya sebuah zat seperti zat kimia terhadap organisme tubuh manusia atau makhluk hidup lainnya.

Tidak hanya itu, dari penuturan kesaksian beberapa manusia silver kerap menggunakan bubuk berwarna silver, dan ini sangatlah berbahaya, terlebih jika digunakan pada bayi, ditambah potensi terhirup oleh bayi.

Seperti beberapa waktu lalu, viral bayi silver, yang seluruh wajahnya diwarnai silver dan dipangku oleh sang ibu yang juga manusia silver.

"Cat sendiri memiliki potensi memiliki bahan VOC (volatile organic compound) atau senyawa organic yang mudah menguap, yang dikhawatirkan memiliki efek jangka panjang terhadap berbagai organ seperti saluran pernapasan, mata, hidung, dan lain-lain," jelasnya.

Tidak hanya itu, dokter yang berpraktik di Bamed Skin Care itu juga mendapatkan informasi jika pembersihan kulit pada manusia silver tidaklah menggunakan sabun biasa, melainkan menggunakan sabun colek untuk cuci piring.

"Sabun seperti itu akan merusak pH kulit, dan kemudian merusak barrier kulit, terlebih lagi apabila membersihkan harus di gosok. Barrier kulit yang rusak kemudian akan semakin meningkatkan efek buruk, menurunkan perlindungan kulit apabila terpapar cat tersebut esok harinya," pungkas dr. Arini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Konser Offline Berskala Besar Boleh Digelar di Jogja, Haryadi Suyuti Beri Pesan Ini

Konser Offline Berskala Besar Boleh Digelar di Jogja, Haryadi Suyuti Beri Pesan Ini

Jogja | Selasa, 28 September 2021 | 19:11 WIB

BPJS Kesehatan Gratis, Rahmad Mas'ud: Bukan 3 Bulan Tapi Selama Saya Jadi Wali Kota

BPJS Kesehatan Gratis, Rahmad Mas'ud: Bukan 3 Bulan Tapi Selama Saya Jadi Wali Kota

Kaltim | Selasa, 28 September 2021 | 18:46 WIB

THR dan Gaji ke-13 Belum Dibayar, Puluhan Mantan Karyawan Geruduk Kantor PT KAI

THR dan Gaji ke-13 Belum Dibayar, Puluhan Mantan Karyawan Geruduk Kantor PT KAI

Jabar | Selasa, 28 September 2021 | 17:00 WIB

Terkini

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:03 WIB

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:56 WIB

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB