WASPADA! Bila Warna Feses Seperti Ini, Bisa Jadi Tanda Kolesterol Tinggi

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Minggu, 03 Oktober 2021 | 10:35 WIB
WASPADA! Bila Warna Feses Seperti Ini, Bisa Jadi Tanda Kolesterol Tinggi
Ilustrasi Buang Air Besar (freepik)

Suara.com - Tahukah Anda bahwa ternyata perubahan warna feses bisa mencerminkan kondisi kesehatan, termasuk kadar kolesterol yang tinggi dalam tubuh.

Perlu diketahui, kolesterol tinggi terjadi ketika telalu banyak zat lemak yang disebut kolesterol dalam darah.

Penumpukan kolesterol bisa menyumbat arteri Anda, sehingga meningkatkan risiko Anda terkena serangan jantung.

Kolesterol tinggi ini juga bisa mempengaruhi sistem pencernaan dan secara langsung mempengaruhi empedu seseorang yang mengubah warna kotoran Anda.

Karena, kolesterol bertanggung jawab untuk produksi empedu dalam sistem pencernaan seseorang. Empedu inilah yang membantu tubuh memecah makanan dan menyerap nutrisi di usus.

Jika kolesterol dalam empedu terlalu banyak, kondisi ini bisa membentuk kristal yang akan mengeras menjadi batu di kantong empedu. Kondisi ini dikenal sebagai batu empedu yang sangat menyakitkan.

Jika batu empedu ini masuk ke usus, kondisi ini bisa menyebabkan rasa sakit parah dan mengubah warna feses menjadi kuning. Perubahan warna feses lainnya, termasuk feses berwarna pucat atau berwarna tanah liat.

Ilustrasi kolesterol. (Shutterstock)
Ilustrasi kolesterol. (Shutterstock)

Dr David Chengelis, mengatakan sebagian besar batu empedu terbuat dari kolesterol yang mengeras, tetapi juga mengandung zat lain. Jika batu mengandung lebih dari 50 persen kolesterol, ini bisa diklasifikasikan sebagai batu empedu kolesterol.

Para ahli tidak yakin penyebab terbentuknya batu kolesterol, tetapi beberapa percaya bahwa kelebihan kolesterol kemungkinan menyebabkan batu empedu berkembang.

"Hati Anda mengeluarkan kolesterol yang biasanya dilarutkan oleh empedu. Jika Anda mengalami kolesterol tinggi, empedu mungkin tidak bisa memecah semuanya dan akhirnya membentuk batu," kata Dr David dikutip dari Express.

Batu kolesterol terbentuk ketika empedu jenuh dengan kolesterol, yang mungkin diakibatkan oleh penurunan produksi asam empedu, peningkatan kolesterol dalam empedu atau keduanya.

Penelitian mencatat pembentukan batu oleh kristal kolesterol monohidrat ditingkatkan oleh hipersekresi musin dan hipomotilitas kandung empedu.

Pembentukan batu kolesterol dikelola oleh konten yang meningkatkan ekskresi hati, seperti kehamilan kontrasepsi oral, obat anti kolesterol, penurunan berat badan yang cepat, dan obesitas, atau oleh kondisi yang menyebabkan stasis kandung empedu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada Jika Muncul Lingkaran Putih di Tepi Mata, Mungkin Tanda Kolesterol Tinggi!

Waspada Jika Muncul Lingkaran Putih di Tepi Mata, Mungkin Tanda Kolesterol Tinggi!

Health | Rabu, 29 September 2021 | 17:30 WIB

7 Manfaat Tomat yang Luar Biasa untuk Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Menyehatkan Jantung

7 Manfaat Tomat yang Luar Biasa untuk Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Menyehatkan Jantung

Lifestyle | Rabu, 29 September 2021 | 13:00 WIB

Donor Darah Bisa Turunkan Hipertensi dan Kolesterol, Mitos Atau Fakta?

Donor Darah Bisa Turunkan Hipertensi dan Kolesterol, Mitos Atau Fakta?

Health | Senin, 27 September 2021 | 17:30 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB