Mitos atau Fakta: Biopsi Bisa Bikin Kanker Payudara Menyebar? Ini Kata Ahli

Husna Rahmayunita, Dini Afrianti Efendi

Minggu, 02 November 2025 | 08:25 WIB
Mitos atau Fakta: Biopsi Bisa Bikin Kanker Payudara Menyebar? Ini Kata Ahli
Dokter Spesialis Hematologi dan Onkologi, Prof. Dr. dr. Aru Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FACP di Jakarta, Kamis (30/10/2025) (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
baca 10 detik
  • Di zaman kekinian, banyak perempuan yang masih takut menjalani biopsi, tak memandang tingkat pendidikannya. 
  • Dokter menyarankan agar tak perlu takut, karena biopsi sangat diperlukan untuk skrining dan pemeriksaan kanker.
  • kanker payudara jika terdeteksi pada stadium awal, maka diyakini bisa menurunkan angka kematian di Indonesia.

Suara.com - Ada banyak mitos pemeriksaan kanker, termasuk biopsi dinilai bisa membuat kanker payudara lebih 'ganas' seolah-olah membangunkan macan tidur. Menanggapi ini dokter spesialis hematologi dan onkologi tegas membantah.

Dokter Spesialis Hematologi dan Onkologi Medistra Jakarta, Prof. Dr. dr. Aru Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FACP mengingatkan para perempuan jangan takut menjalani tindakan biopsi pada kanker payudara.

Pesan ini ia sampaikan mengingat ketakutan pada biopsi tidak memandang tingkat pendidikan perempuan.

"Tolong jangan takut di-biopsi, bagaimanapun tinggi pendidikannya, ada anggapan nanti di-biopsi bukannya membangunkan macan tidur. Padahal macannya udah jalan-jalan," ujar Prof. Aru dalam acara Health Talk Medistra Hospital di Jakarta, Kamis (30/10/2025).

Ia juga menegaskan sifat tumor tidak akan berubah, jika sedari awal tumor dikatakan sebagai tumor jinak maka tidak akan berubah jadi tumor ganas atau kanker, begitupun sebaliknya.

"Tumor jinak akan selalu jinak, kalau tumor ganas tidak bisa berubah jadi jinak," jelasnya.

"Nanti bukannya kalau sudah dini opsinya akan jadi ganas, itu jadi mitos itu. Biopsi tidak membuat sebuah benjolan jadi ganas, atau lebih ganas dari sekarang," sambungnya.

Dokter Spesialis Hematologi dan Onkologi, Prof. dr. Abdul Muthalib, Sp.PD-KHOM  di Jakarta, Kamis (30/10/2025) (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Dokter Spesialis Hematologi dan Onkologi, Prof. dr. Abdul Muthalib, Sp.PD-KHOM di Jakarta, Kamis (30/10/2025) (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Biopsi adalah tindakan mengambil sampel dari bagian tubuh untuk mendapatkan jaringan yang diperlukan. Sampel ini akan diperiksa menggunakan mikroskop, yang nantinya bakal menentukan normal tidaknya suatu jaringan.

Prosedur biopsi ini dinilai sangat diperlukan untuk skrining dan pemeriksaan kanker. Dalam biopsi ini juga nantinya dokter radiologi akan mencari tahu kategori tumor ganas atau jinak, stadium kanker, hingga tipe kanker yang ada.

baca juga

Ketakutan terhadap biopsi ini juga yang tidak jarang membuat mayoritas kanker payudara di Indonesia ditemukan dalam stadium 3 hingga lanjut. Hasilnya, pengobatan kanker tidak bisa maksimal karena ditemukan dalam stadium lanjut, dan menurunkan angka harapan hidup.

Di tempat yang sama dan di hadapan anggota Komunitas Pasien Kanker HOPE (Healing, Optimism, Power, Encouragement), Dokter Spesialis Hematologi dan Onkologi, Prof. dr. Abdul Muthalib, Sp.PD-KHOM, mengingatkan jika kanker payudara terdeteksi sejak dini, seperti pada stadium 1, menurutnya angka kesembuhan atau remisi mencapai lebih dari 90 persen.

"Tapi jangan takut sama dokter bedah onkologi, stadium 1 tingkat survival rate-nya mencapai 92 persen. Jadi jangan takut biopsi dan stadium 1 (payudara) bisa dipertahankan," ungkap Prof. Muthalib.

Prof. Aru menambahkan, dengan kanker payudara terdeteksi pada stadium awal, maka diyakini bisa menurunkan angka kematian di Indonesia. Apalagi kini pengobatan kanker sudah ditangani dengan tim ahli multidisiplin, mulai dari ahli onkologi, gizi klinik, radiologi, psikologi, hingga tim bedah.

“Semakin cepat kanker payudara dikenali, semakin besar peluang pasien untuk sembuh total. Edukasi masyarakat menjadi langkah penting dalam menurunkan angka kematian akibat kanker ini,” pungkas Prof. Aru.

Sebagai informasi, kanker payudara adalah kanker pada perempuan yang tersering ditemukan. Data terkini dari GLOBOCAN/Global Cancer Observatory/World Cancer Research Fund tentang kejadian dan kematian akibat kanker payudara di dunia berdasarkan estimasi tahun 2022, menunjukkan setiap tahun ada 2,3 juta kasus baru alias sekitar 11,6% dari semua kasus kanker pada perempuan.

Angka kematian mencapai 666.000 kematian atau kira-kira 6,9 persen dari semua kematian kanker pada perempuan.

Di Indonesia ada sekitar 400 ribu kasus baru kanker terdeteksi setiap tahunnya, dengan angka kematian mencapai 240 ribu kasus. Jumlah kasus kanker di Indonesia terus meningkat dan diprediksi melonjak hingga lebih dari 70 persen pada 2050 jika langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat.

Tanpa intervensi yang efektif, beban kanker akan semakin besar, baik dari segi kesehatan masyarakat maupun ekonomi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vidi Aldiano Pamit Sementara dari Panggung Musik, Ungkap Alasan Hiatus

Vidi Aldiano Pamit Sementara dari Panggung Musik, Ungkap Alasan Hiatus

Entertainment | Sabtu, 01 November 2025 | 18:50 WIB

Gerakan Peduli Kanker Payudara, YKPI Ajak Perempuan Cintai Diri Lewat Hidup Sehat

Gerakan Peduli Kanker Payudara, YKPI Ajak Perempuan Cintai Diri Lewat Hidup Sehat

Health | Jum'at, 31 Oktober 2025 | 15:46 WIB

Yuk Lebih Aware: Mitos vs Fakta Kanker Payudara yang Perlu Kamu Tahu

Yuk Lebih Aware: Mitos vs Fakta Kanker Payudara yang Perlu Kamu Tahu

Your Say | Jum'at, 31 Oktober 2025 | 14:00 WIB

Terkini

Novel Tanah Para Bandit: Ketika Penegak Hukum Justru Terlibat Kejahatan

Novel Tanah Para Bandit: Ketika Penegak Hukum Justru Terlibat Kejahatan

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 13:00 WIB

Namanya Tersangkut di Heboh Penyadapan Ilegal, Hercules Buka Suara

Namanya Tersangkut di Heboh Penyadapan Ilegal, Hercules Buka Suara

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 12:50 WIB

Perbedaan Facial Wash vs Facial Foam, Benarkah Makin Banyak Busa Makin Bersih?

Perbedaan Facial Wash vs Facial Foam, Benarkah Makin Banyak Busa Makin Bersih?

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 12:40 WIB

Wangi Bersih, Sopan, dan Elegan! 5 Pilihan Parfum yang Cocok untuk Ibu Guru

Wangi Bersih, Sopan, dan Elegan! 5 Pilihan Parfum yang Cocok untuk Ibu Guru

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 12:30 WIB

Kontak Tembak Pecah di Dekai Yahukimo, 7 Pucuk Senjata Api OPM Disita TNI

Kontak Tembak Pecah di Dekai Yahukimo, 7 Pucuk Senjata Api OPM Disita TNI

News | Sabtu, 07 November 2026 | 12:26 WIB

Desil 10 tapi Gaji Rp3,5 Juta, Apakah Tetap Dapat BSU Kemnaker Rp900.000? Ini Penjelasannya

Desil 10 tapi Gaji Rp3,5 Juta, Apakah Tetap Dapat BSU Kemnaker Rp900.000? Ini Penjelasannya

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 12:19 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Wamen HAM Desak Pengusutan Transparan

Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Wamen HAM Desak Pengusutan Transparan

News | Sabtu, 07 November 2026 | 12:15 WIB

Apakah Kulit Berminyak Tetap Membutuhkan Moisturizer? Simak Faktanya

Apakah Kulit Berminyak Tetap Membutuhkan Moisturizer? Simak Faktanya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 12:15 WIB

Langkah Awal Memahami Pasar Modal: Belajar Investasi Bersama New BIONS

Langkah Awal Memahami Pasar Modal: Belajar Investasi Bersama New BIONS

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 12:15 WIB

Kasus Penyadapan Listyo, ICW Soroti Celah Hukum 16 Tahun yang 'Dibiarkan' Ugal-ugalan

Kasus Penyadapan Listyo, ICW Soroti Celah Hukum 16 Tahun yang 'Dibiarkan' Ugal-ugalan

News | Sabtu, 07 November 2026 | 12:14 WIB

×