Manfaat Vaksinasi Covid-19 Bagi Ibu Hamil, Bisa Berikan Antibodi Pada Bayi

M. Reza Sulaiman, Aflaha Rizal Bahtiar

Senin, 04 Oktober 2021 | 20:12 WIB
Manfaat Vaksinasi Covid-19 Bagi Ibu Hamil, Bisa Berikan Antibodi Pada Bayi
Ibu hamil disuntik vaksin Covid-19 [Foto: Antara]

Suara.com - Vaksinasi Covid-19 untuk ibu hamil boleh diberikan demi mendapatkan perlindungan dari infeksi virus Corona.

Rupanya, ada satu lagi manfaat vaksinasi Covid-19 pada ibu hamil yang diungkapkan oleh penelitian.

Melansir Healthline, vaksin Covid-19 dapat melindungi tidak hanya bagi ibu hamil saja, melainkan juga bayi mereka yang baru lahir.

Data menyebut ibu hamil memiliki risiko besar terpapar komplikasi Covid-19 dibanding ibu yang tidak hamil.

Ilustrasi Perut Ibu Hamil yang Masih Kecil. (Pixabay//Eksiborn0)
Ilustrasi Perut Ibu Hamil yang Masih Kecil. (Pixabay//Eksiborn0)

Selain itu, ibu hamil yang tidak divaksinasi juga rentan mengalami kelahiran prematur, serta memiliki hasil kelahiran bayi yang lebih buruk dibanding ibu hamil yang telah divaksinasi.

Menurut sebuah penelitian terbaru dari New York University, menemukan manfaat lain dari vaksinasi Covid-19. Salah satunya vaksin produk Pifzer atau Moderna yang dikatakan memiliki tingkat antibodi tinggi.

Temuan ini muncul ketika Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) serta Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), memilih ibu hamil yang telah memenuhi syarat untuk menerima suntikan booster Covid-19.

Dilaporkan, jumlah ibu hamil dengan Covid-19 telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir. Hal ini disebabkan karena tingkat vaksinasi masih rendah bagi ibu hamil, serta peningkatan varian Delta yang dikatakan lebih mudah menular.

“Berita baiknya adalah, ketika wanita hamil sudah divaksinasi, bayi yang baru lahir memiliki antibodi pelindung terhadap Covid-19. Jadi vaksin ini efektif buat ibu dan juga bayi,” ungkap Dokter Obstetri dan Ginekologi di Pusat Kesehatan Providence Saint John Santa Monica, California, dr. Sheryl Ross.

Selain itu, menurut laporan dari NYU juga mengukur tingkat antibodi pada 36 bayi yang baru lahir, di mana ibunya telah menerima satu dosis vaksin mRNA.

Para peneliti menemukan, semua bayi yang baru lahir memiliki tingkat antibodi yang cukup tinggi. Bahkan, bayi yang lahir setelah ibu divaksinasi dalam 13 minggu, disebut juga memiliki antibodi tinggi dibanding ibu yang yang menerima dosis lebih dari 20 minggu sebelum melahirkan.

“Kekebalan antibodi akan diteruskan ke janin lewat tali pusar,” ungkap ahli Obstetri dan Ginekologi dr. Daniel Roshan, yang berbasis di New York City.

Para peneliti mengatakan, butuh lebih banyak data untuk melakukan penelitian ini selanjutnya, sebab ini untuk melihat bagaimana waktu penyuntikan dapat memengaruhi tingkat kekebalan pada bayi yang baru lahir.

“Karena kehamilan dapat menurunkan kondisi kekebalan, dianjurkan ibu hamil untuk menerima vaksinasi pada trimester apapun,” pungkas dr. Daniel Roshan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Kemenkes Libatkan NU dan Muhammadiyah, Lawan Hoaks Vaksin yang Masih Marak

Kemenkes Libatkan NU dan Muhammadiyah, Lawan Hoaks Vaksin yang Masih Marak

News | Jum'at, 24 April 2026 | 15:32 WIB

Daftar Lokasi, Jadwal, dan Harga Vaksin HPV Terbaru 2026 di Jogja

Daftar Lokasi, Jadwal, dan Harga Vaksin HPV Terbaru 2026 di Jogja

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 14:33 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:04 WIB

Bukan Sekadar Ruam Merah: Ini Bahaya Fatal Campak yang Diabaikan Setelah Pandemi

Bukan Sekadar Ruam Merah: Ini Bahaya Fatal Campak yang Diabaikan Setelah Pandemi

Your Say | Selasa, 10 Maret 2026 | 20:20 WIB

Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang

Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang

Health | Kamis, 19 Februari 2026 | 07:35 WIB

Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?

Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?

Health | Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:38 WIB

Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue di DKI Jakarta: Kolaborasi Menuju Nol Kematian 2030

Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue di DKI Jakarta: Kolaborasi Menuju Nol Kematian 2030

Health | Sabtu, 04 Oktober 2025 | 06:13 WIB

Benarkah Vaksinasi Campak Bisa Picu Kecacatan Anak? Ini Penjelasan Dokter

Benarkah Vaksinasi Campak Bisa Picu Kecacatan Anak? Ini Penjelasan Dokter

Lifestyle | Rabu, 27 Agustus 2025 | 19:00 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB