Hati-hati! Perilaku Sederhana Ini Bisa Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Rabu, 06 Oktober 2021 | 13:09 WIB
Hati-hati! Perilaku Sederhana Ini  Bisa Tingkatkan Risiko Serangan Jantung
Ilustrais mual.

Suara.com - Serangan jantung disebut juga dengan infark miokard. Kondisi itu terjadi secara tiba-tiba ketika bagian dari otot jantung tidak mendapatkan cukup darah.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, semakin terlambat pertolongan didapatkan oleh orang yang alami serangan jantung kerusakan pada otot jantung bisa makin besar.

Penyakit arteri koroner disebut menjadi penyebab utama serangan jantung. Kejang parah atau kontraksi tiba-tiba dari arteri koroner juga dapat menghentikan aliran darah ke otot jantung.

Gejala serangan jantung meliputi nyeri dada atau rasa tidak nyaman, merasa lemah, pingsan atau pusing, nyeri pada satu atau kedua lengan atau bahu, sesak napas dan nyeri, ketidaknyamanan di rahang, leher atau punggung.

Ilustrasi Serangan Jantung. (Pexels/Freestockorg)
Ilustrasi Serangan Jantung. (Pexels/Freestockorg)

Dikutip dari Fox News disebutkan bahwa perempuan lebih mungkin mengalami gejala mual, muntah atau kelelahan yang tidak dapat dijelaskan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, penyakit kardiovaskular menjadi penyebab utama kematian secara global, sekitar 17,9 juta jiwa setiap tahun.

Ada beberapa faktor yang harus dipantau karena dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung dan serangan jantung. 

Setidaknya ada tiga faktor risiko utama penyakit jantung, termasuk tekanan darah tinggi, kolesterol darah tinggi, dan kebiasaan merokok.

Sementara beberapa faktor risiko tidak dapat dikendalikan, seperti usia atau genetika, perilaku lain yang menyebabkan peningkatan risiko dapat terjadi. Misalnya, makan makanan tinggi lemak jenuh, lemak trans dan kolesterol telah dikaitkan dengan penyakit jantung dan kondisi terkait. Terlalu banyak konsumsi makanan tinggi garam juga dapat meningkatkan tekanan darah. 

baca juga

Selain itu, tidak melakukan aktivitas fisik yang cukup dapat menyebabkan penyakit jantung serta meningkatkan kemungkinan memiliki kondisi medis lain yang juga termasuk faktor risiko, seperti obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes.

Penggunaan tembakau juga meningkatkan risiko penyakit jantung dan serangan jantung. CDC mengatakan bahwa merokok dapat merusak jantung dan pembuluh darah. Karena nikotin meningkatkan tekanan darah. Dan karbon monoksida dari asap rokok mengurangi jumlah oksigen yang dapat dibawa oleh darah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Manfaat Buah Plum untuk Kesehatan Tubuh, Diklaim Turunkan Risiko Penyakit Stroke

7 Manfaat Buah Plum untuk Kesehatan Tubuh, Diklaim Turunkan Risiko Penyakit Stroke

Health | Rabu, 06 Oktober 2021 | 11:17 WIB

Cara Membuat Jantung Sehat, Lakukan 4 Kebiasaan Baik ini

Cara Membuat Jantung Sehat, Lakukan 4 Kebiasaan Baik ini

Jakarta | Rabu, 06 Oktober 2021 | 10:31 WIB

Jaga Kesehatan Jantung Selama Pandemi Covid-19, Ahli Sarankan Hal Ini

Jaga Kesehatan Jantung Selama Pandemi Covid-19, Ahli Sarankan Hal Ini

Health | Rabu, 06 Oktober 2021 | 07:00 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB