Waspada! Kekurangan Zat Besi Pengaruhi Risiko Penyakit Jantung di Usia Paruh Baya

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Rabu, 06 Oktober 2021 | 19:30 WIB
Waspada! Kekurangan Zat Besi Pengaruhi Risiko Penyakit Jantung di Usia Paruh Baya
Ilustrasi penyakit jantung (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah penelitian yang terbit di jurnal ESC Heart Failure, Rabu (6/10/2021), menunjukkan bahwa kekurangan zat besi di usia paruh baya berisiko tinggi mengalami penyakit jantung.

Berdasarkan Medical Xpress, studi ini melibatkan 12.164 orang dari tiga kohort dengan populasi di Eropa. Usia rata-rata mereka adalah 59 tahun dan 55 persen adalah perempuan.

Partisipan diklasifikasikan menjadi dua jenis kekurangan zat besi, yakni:

  1. Kekurangan zat besi absolut, mencakup zat besi yang disimpan (ferritin)
  2. Kekurangan zat besi fungsional, meliputi zat besi yang disimpan (ferritin) dan zat besi dalam sirkulasi darah yang digunakan oleh tubuh (transferrin).
Makanan mengandung tinggi zat besi. (Shutterstock)
Makanan mengandung tinggi zat besi. (Shutterstock)

"Kekurangan zat besi absolut adalah cara umum menilai kekurangan zat besi pada pasien, tetapi tidak memperhitungkan zat besi yang bersirkulasi. (Menghitung) Zat besi fungsional lebih akurat karena mencakup pengukuran dan pengambilan zat besi tersimpan secara cukup tetapi kurang bersirkulasi," kata penulis studi Dr. Benedikt Schrage dari University Heart and Vasculature Center Hamburg, Jerman.

Peneliti menganalisis hubungan antara kekurangan zat besi dengan penyakit jantung koroner, stroke, kasus kematian akibat kardiovaskular, dan semua penyebab kematian.

Pada awal studi, peneliti mencatat 60% peserta menderita kekurangan zat besi absolut dan 64% menderita kekurangan zat besi fungsional. Selama tindak lanjut 13,3 tahun, tercatat 2.212 (18,2%) kematian.

Kejadian penyakit jantung koroner diderita 1.033 peserta (8,5%) dan stroke oleh 766 (6,3%) peserta. Sementara 573 (4,7%) meninggal akibat penyakit kardiovaskular.

Kekurangan zat besi fungsional berkaitan dengan risiko penyakit jantung koroner sebanyak 24%, risiko kematian penyakit kardiovaskular 26%, dan risiko semua penyebab kematian 12%.

Sementara kekurangan zat besi absolut berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner sebesar 20%. Tidak ada keterkaitan kekurangan zat besi ini dengan kasus kematian.

baca juga

Peneliti juga tidak menemukan adanya hubungan antara kekurangan zat besi dengan stroke.

"Studi menunjukkan bahwa kekurangan zat besi sangat umum pada kelompok paruh baya ini, dengan hampir dua per tiganya mengalami kekurangan zat besi fungsional," ujar Dr. Schrage.

Ia melanjutkan, "Kelompok ini lebih mungkin mengembangkan penyakit jantung dan juga lebih mungkin meninggal selama 13 tahun ke depan."

Dr. Schrage mengatakan studi selanjutnya dapat memeriksa hubungan kekurangan zat besi dengan penyakit jantung pada kelompok orang yang lebih muda dan bukan orang Eropa.

"Jika hubungannya sesuai, langkah selanjutnya adalah uji coba secara acak untuk menyelidiki efek pengobatan kekurangan zat besi di masyarakat," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kekurang Asupan Zat Besi, Coba Lakukan 4 Tips Ini Di Rumah

Kekurang Asupan Zat Besi, Coba Lakukan 4 Tips Ini Di Rumah

Health | Rabu, 15 September 2021 | 11:03 WIB

Duh, Ahli sebut Kekurangan Zat Besi Bisa Bikin Kesehatan Mental Memburuk

Duh, Ahli sebut Kekurangan Zat Besi Bisa Bikin Kesehatan Mental Memburuk

Health | Rabu, 15 September 2021 | 08:05 WIB

Zodiak Kesehatan 27 Agustus 2021: Taurus, Cukupi Kebutuhan Kalsium dan Zat Besi

Zodiak Kesehatan 27 Agustus 2021: Taurus, Cukupi Kebutuhan Kalsium dan Zat Besi

Health | Jum'at, 27 Agustus 2021 | 06:30 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×