Terungkap! Ini Penyebab Ruam Keunguan Jari Kaki Pada Pasien Covid-19

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Jum'at, 08 Oktober 2021 | 16:49 WIB
Terungkap! Ini Penyebab Ruam Keunguan Jari Kaki Pada Pasien Covid-19
Contoh gambar ruam gejala Covid-19 (Covidskinsigns)

Suara.com - Banyak orang mempertanyakan adanya fenomena ruam jari kaki Covid-19 pada orang yang terinfeksi virus corona SARS CoV 2.

Fenomena ruam jari kaki Covid-19 ini berbentuk radang biru keunguan pada kulit yang kedinginan.

Mengutip Live Science, Jumat (8/10/2021) ternyata ini adalah salah satu kondisi pada pasien Covid-19 yang menandai sistem kekebalan tubuh tidak terkendali, dan menyerang sistem kekebalan tubuhnya sendiri.

Selain Covid-19, nyatanya campak juga bisa menyebabkan ruam kulit. Fakta penyebab ruam ini diterbitkan pada 5 Oktober lalu di British Journal of Dermatology, di mana ruam bisa timbul pada pasien Covid-19 di jari kaki dan jari tangan.

Dalam studi ini peneliti merekrut 50 pasien selama April 2020, yang dirawat dan dirujuk ke departemen dermatologi Rumah Sakit Saint Louis Paris. Khususnya pada pasien Covid-19 yang ruamnya sudah sampai tahap lesi atau lecet.

Hasilnya peneliti menemukan, sebagian besar peserta mengalami autoantibodi atau penyakit autoimun, berkat adanya protein sistem kekebalan tubuh yang secara tidak sengaja menyerang jaringan tubuhnya sendiri.

Protein yang merangsang sistem kekebalan tubuh menyerang diri sendiri disebut dengan interferon tipe 1. Interferon ini tidak hanya membantu tubuh melawan virus tapi juga sel sehat manusia, yang akhirnya menyebabkan kerusakan tambahan.

Para peserta penelitian juga didapati mengalami lapisan pembuluh darah yang rusak, yang akhirnya menyebabkan ruam keunguan di jari kaki mereka.

Penelitian ini juga sejalan dengan studi dengan kapasitas sangat kecil, karena hanya melibatkan tiga pasien Covid-19 yang diterbitkan di jurnal Dermatopathology pada 2020, menyebutkan bahwa tiga pasien yang mengalami ruam, ternyata berkat respon sistem imun yang berlebihan.

Namun pasien Covid-19 yang mengalami gejala ruam keunguan ini, mayoritas atau 60 persen dalam kondisi gejala ringan.

Umumnya, ruam jari kaki Covid-19 biasanya muncul satu hingga empat minggu setelah seseorang tertular Covid-19. Bahkan, beberapa ruam bisa bertahan hingga berbulan-bulan lamanya.

Jadi tidak heran apabila orang yang dites negatif Covid-19, masih memiliki ruam jari kaki Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Positif Covid-19 di Arena PON Papua Bertambah Jadi 57 Orang

Kasus Positif Covid-19 di Arena PON Papua Bertambah Jadi 57 Orang

News | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 16:26 WIB

Hasil Keluar dalam 45 Menit, Israel Mulai Tes Covid-19 Pakai Air Liur

Hasil Keluar dalam 45 Menit, Israel Mulai Tes Covid-19 Pakai Air Liur

Health | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 16:10 WIB

Ahli: Pandemi Covid-19 Tidak akan Berakhir Jika Negara Miskin Belum Semuanya Divaksinasi

Ahli: Pandemi Covid-19 Tidak akan Berakhir Jika Negara Miskin Belum Semuanya Divaksinasi

Health | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 16:30 WIB

Terkini

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB