CDC Bandingkan Efek Samping Suntikan Booster Vaksin Pfizer dan Moderna

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 09 Oktober 2021 | 11:41 WIB
CDC Bandingkan Efek Samping Suntikan Booster Vaksin Pfizer dan Moderna
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pexels// Artem Podrez)

Suara.com - Suntikan booster vaksin Covid-19 pun menjadi harapan baru untuk meningkatkan kembali kekebalan tubuh orang yang sudah vaksinasi lengkap.

Tapi, setiap suntikan booster vaksin Covid-19 tentu memiliki efek samping yang berbeda, terutama suntikan booster dari vaksin Pfizer dan Moderna. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) pun membandingkan efek samping keduanya.

Di Inggris sendiri, suntikan booster dari vaksin Covid-19 mRNA, seperti Pfizer dan Moderna telah dimasukkan dalam suntikan penguat yang disetujui penggunaannya.

Jutaan orang Inggris pun sudah mendapat suntikan booster vaksin Covid-19 tersebut. Beberapa orang mungkin mendapatkan suntikan booster dari vaksin Covid-19 yang sama seperti 2 dosis sebelumnya, ada pula yang berbeda.

Pastinya, suntikan booster vaksin Covid-19 ini diperuntukkan bagi orang orang yang paling berisiko tertular virus corona Covid-19. Selain itu, suntikan booster juga bisa dilakukan setidaknya setelah 6 bulan seseorang mendapatkan suntikan kedua vaksin Covid-19.

Ilustrasi Vaksin Covid-19 (pixabay)
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (pixabay)

Namun dilansir dari Express, data terbaru yang dirilis oleh CDC menunjukkan bahwa secara keseluruhan, suntikan booster vaksin Moderna menghasilkan efek samping yang paling kuat.

Sebaliknya, grafik menunjukkan suntikan booster vaksin Johnson & Johnson menghasilkan efek samping paling sedikit. Bahkan, hanya seperempat dari penerima yang melaporkan rasa sakit di tempat suntikan, dibandingkan dengan 81 persen dari penerima suntikan booster vaksin Moderna.

Kelelahan adalah efek samping kedua yang paling umum, yakni memperngaruhi sekitar 61 persen dari mereka yang mendapat suntikan booster vaksin Moderna dan 51 persen yang mendapatkan suntikan booster vaksin Pfizer.

Sakit kepala dan nyeri otot adalah efek samping ketiga yang paling umum di antara mereka yang menerima suntikan booster vaksin Moderna, yakni sekitar 50 persen responden melaporkan gejalanya.

baca juga

Di antara mereka yang menerima suntikan booster vaksin Pfizer, sakit kepala adalah efek samping ketiga yang paling umum, yakni sekitar 38 persen melaporkan gejalanya. Lalu, diikuti oleh nyeri otot yang dialami 36 persen responden.

Efek samping yang paling jarang ditemui dari ketiga suntikan booster vaksin Covid-19 tersebut adalah sakit perut, ruam dan muntah.

Secara terpisah, CDC menunjukkan efek samping kelelahan lebih sering dilaporkan pada responden yang menerima suntikan booster vaksin Pfizer dan Moderna. Tapi, temuan ini bisa bervariasi sesuai usia.

Data yang dikumpulkan untuk dua vaksin mRNA ini juga didasarkan pada uji klinis terhadap 12.000 orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Efek Samping Suntikan Booster Vaksin Pfizer, Ini Daftarnya dari FDA!

Efek Samping Suntikan Booster Vaksin Pfizer, Ini Daftarnya dari FDA!

Health | Sabtu, 09 Oktober 2021 | 10:57 WIB

Sejumlah Puskesmas Sleman Mulai Beri Suntikan Pfizer, Masih Ada Masyarakat yang Takut

Sejumlah Puskesmas Sleman Mulai Beri Suntikan Pfizer, Masih Ada Masyarakat yang Takut

Jogja | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 19:25 WIB

Resmi, Pfizer Ajukan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 untuk Anak 5-11 Tahun

Resmi, Pfizer Ajukan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 untuk Anak 5-11 Tahun

Health | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 02:05 WIB

Terkini

4 Rekomendasi Tablet untuk Kerja di Bawah Rp5 Juta, Memori Luas RAM Besar

4 Rekomendasi Tablet untuk Kerja di Bawah Rp5 Juta, Memori Luas RAM Besar

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 21:34 WIB

Satgas PKH Masuk, Alat Berat Berdatangan: Kuasa Hukum PT KEL Pertanyakan Penguasaan Tambang

Satgas PKH Masuk, Alat Berat Berdatangan: Kuasa Hukum PT KEL Pertanyakan Penguasaan Tambang

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:32 WIB

Pendidikan Gratis di PTN Makin Serius Dikaji, Prabowo Bentuk Tim Khusus

Pendidikan Gratis di PTN Makin Serius Dikaji, Prabowo Bentuk Tim Khusus

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:26 WIB

6 Rekomendasi Vitamin Terbaik untuk Daya Tahan Tubuh, Biar Nggak Gampang Drop!

6 Rekomendasi Vitamin Terbaik untuk Daya Tahan Tubuh, Biar Nggak Gampang Drop!

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 21:23 WIB

Siasati Pipa Uzur Ibu Kota, PAM JAYA Berburu Skema Pendanaan Kreatif di Pentas Global

Siasati Pipa Uzur Ibu Kota, PAM JAYA Berburu Skema Pendanaan Kreatif di Pentas Global

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:11 WIB

KPU Bantah Syarat Pendidikan Gibran Cacat Hukum

KPU Bantah Syarat Pendidikan Gibran Cacat Hukum

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:09 WIB

Laba Operasional BABY Meledak 271%, Integrasi MTI-EGI Baru 56%

Laba Operasional BABY Meledak 271%, Integrasi MTI-EGI Baru 56%

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 21:05 WIB

Ombudsman Temukan Bangunan Khusus di Lapas Cibinong, Fasilitas Disebut seperti Apartemen

Ombudsman Temukan Bangunan Khusus di Lapas Cibinong, Fasilitas Disebut seperti Apartemen

Video | Rabu, 23 September 2026 | 21:05 WIB

Gugatan Soal Ijazah Gibran ke MK Disebut Masuk Kategori Permohonan Pemakzulan

Gugatan Soal Ijazah Gibran ke MK Disebut Masuk Kategori Permohonan Pemakzulan

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:01 WIB

DPR Restui KAI Impor Kereta Bekas untuk KRL Jabodetabek

DPR Restui KAI Impor Kereta Bekas untuk KRL Jabodetabek

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:52 WIB

×