Peneliti: Olahraga Rutin Bisa Turunkan Risiko Kanker Payudara

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Minggu, 10 Oktober 2021 | 07:30 WIB
Peneliti: Olahraga Rutin Bisa Turunkan Risiko Kanker Payudara
Ilustrasi olahraga (unsplash.com).

Suara.com - Olahraga bisa memberikan banyak manfaat kesehatan fisik dan mental. Sebuah penelitian juga menunjukkan olahraga bisa menurunkan risiko terkena kanker payudara.

Menurut Klinik Cleveland, satu penelitian menunjukkan bahwa peningkatan olahraga dan penurunan lemak tubuh bisa menurunkan risiko kanker payudara pada wanita pascamenopause.

Temuan yang dipublikasikan di JAMA Oncology pada tahun 2015, yang melibatkan uji coba acak selama 12 bulan menemukan bahwa olahraga sedang hingga berat 300 menit per minggu lebih efektif daripada 150 menit per minggu dalam mengurangi lemak total di antara wanita pascamenopause.

"Hasil ini menunjukkan manfaat tambahan dari latihan aerobik volume dan kemungkinan risiko kanker payudara pascamenopause yang lebih rendah," tulis studi dikutip dari Fox News.

Klinik Cleveland juga menambahkan bahwa pengurangan lemak tubuh mungkin berperan dalam mengurangi risiko kanker payudara.

Ilustrasi kanker payudara (shutterstock)
Ilustrasi kanker payudara (shutterstock)

Di sisi lain, National Cancer Institute telah mencatat bahwa wanita yang aktif secara fisik memiliki risiko kanker payudara yang lebih rendah sebesar 12-21 persen dibandingkan mereka yang tidak aktif secara fisik.

Para peneliti setuju bahwa menjaga berat badan yang sehat adalah kunci untuk menurunkan risiko kanker payudara.

"Kebanyakan orang dewasa sehat harus melakukan setidaknya 150 menit seminggu aktivitas aerobik sedang atau 75 menit aktivitas aerobik yang kuat setiap minggu, ditambah latihan kekuatan setidaknya 2 kali seminggu," kata Mayo Clinic.

Selain itu, Mayo Clinic juga mengatakan nutrisi pun tur membantu menurunkan risiko kanker payudara. Tapi, mereka mengaitkannya dengan pola diet Mediterania.

Pola diet Mediterania yang dilengkapi minyak zaitun ekstra-virgin dan kacang-kacangan campuran mungkin memiliki penurunan risiko kanker payudara.

Sebagian besar diet Mediterania biasanya fokus pada makanan nabati, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Selain itu, orang yang menjalani pola diet ini juga memilih mengonsumsi lemak sehat, seperti minyak zaitun daripada mentega dan ikan daripada daging merah.

Perubahan gaya hidup lain yang menurunkan risiko kanker payudara, termasuk membatasi minum alkohol, menyusui dan membatasi terapi hormon pascamenopause.

Secara keseluruhan, Mayo Clinic menyarankan semua wanita untuk mewaspadai kanker payudara dan melakukan deteksi sendiri. Jika Anda merasakan adanya perubahan di sekitar payudara, segera konsultasikan dengan dokter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Manfaat Daun Kelor Bagi Kesehatan Tubuh, Diklaim Mampu Cegah Peradangan hingga Kanker

6 Manfaat Daun Kelor Bagi Kesehatan Tubuh, Diklaim Mampu Cegah Peradangan hingga Kanker

Lifestyle | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 14:24 WIB

Warna Urine Seperti Ini Bisa Jadi Tanda Kanker Berbahaya

Warna Urine Seperti Ini Bisa Jadi Tanda Kanker Berbahaya

Health | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 15:30 WIB

CEK FAKTA: Viral Gadget dan Wifi Sebabkan Anak Terkena Kanker Darah, Benarkah?

CEK FAKTA: Viral Gadget dan Wifi Sebabkan Anak Terkena Kanker Darah, Benarkah?

News | Kamis, 07 Oktober 2021 | 19:45 WIB

Terkini

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB