alexametrics

Jutaan Orang Alami Long Covid, tapi Belum Banyak Informasi Tentang Kondisi Ini

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah
Jutaan Orang Alami Long Covid, tapi Belum Banyak Informasi Tentang Kondisi Ini
Ilustrasi Covid-19. (Andrea Piacquadio/Pexels)

Gejala umum long Covid meliputi kelelahan, sesak napas dan tidak berfungsinya kemampuan kognitif.

Suara.com - Banyak orang yang selamat dari infeksi virus corona Covid-19 mengalami kondisi kesehatan lain yang dikenal long Covid.

Kondisi ini terlepas dari tingkat keparahan awal infeksi SARS-CoV-2, tetapi lebih sering terjadi pada wanita, paruh baya, dan orang yang mengalami banyak gejala saat terinfeksi.

Meski gejala long Covid tidak mengancam jiwa, sebuah penelitian yang terbit pada April 2021 di jurnal Nature menunjukkan penderita mengalami 59% peningkatan kematian dalam waktu enam bulan.

Artinya, ada 8 kematian per 1.000 penyintas Covid-19. Menambah jumlah korban tersembunyi selama pandemi virus corona, lapor Channel News Asia.

Baca Juga: Antisipasi Klaster COVID-19 di PON, Pemprov DKI Siapkan Lokasi Isolasi Bagi Atlet

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan gejala long Covid biasanya menyerang penyintas tiga bulan setelah infeksi dengan gejala yang terjadi selama minimal dua bulan serta kondisin yang tidak dapat dijelaskan.

Gejala umum long Covid meliputi kelelahan, sesak napas serta tidak berfungsinya kemampuan kognitif. Gejala juga bisa kambuh dari waktu ke waktu.

INFOGRAFIS: Lakukan 5 Teknik Alami Mengatasi Long Covid-19!
INFOGRAFIS: Lakukan 5 Teknik Alami Mengatasi Long Covid-19!

WHO mengatakan pengetahuan ini dapat berubah ketika bukti baru muncul, dan informasi terpisah mungkin diperlukan untuk anak-anak.

Meski pandemi sudah terjadi selama hampir dua tahun, peneliti belum mendapat banyak data tentang apa saja efeknya, berapa jumlah pasien yang menderita atau untuk berapa lama terjadinya.

Berbagai penelitian mencatat 10 hingga 20% orang mengalami gejala menetap selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan setelah infeksi.

Baca Juga: Muncul Klaster Tilik di Bantul, 9 Warga Tertular Covid-19 Setelah Jenguk Orang Sakit

Tetapi, Covid-19 belum tentu menjadi penyebab utama dari masalah kesehatan ini.

Sebuah studi besar yang terbit di BMJ pada Mei lalu menemukan 14% orang yang dulunya terinfeksi virus corona mengalami satu atau lebih komplikasi terkait (long Covid) yang memerlukan perawatan medis.

Tapi begitu juga pada 9% orang dalam kelompok kontrol dalam studi tersebut. Beberapa gejala mungkin terjadi secara kebetulan atau dipicu oleh stres dan kecemasan.

PPKM, lockdown, bekerja atau belajar di rumah, hilangnya mata pencaharian, hingga penurunan aktivitas ekonomi berpotensi memengaruhi kesehatan mental masyarakat.

Penelitian menemukan pandemi Covid-19 telah mengakibatkan tambahan 53,2 juta kasus gangguan depresi mayor dan tambahan 76,2 juta gangguan kecemasan secara global.

Komentar