Peneliti: Kombinasi 2 Vaksin Covid-19 yang Berbeda Picu Efek Samping Lebih Banyak

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:26 WIB
Peneliti: Kombinasi 2 Vaksin Covid-19 yang Berbeda Picu Efek Samping Lebih Banyak
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pixabay)

Suara.com - Sebuah penelitian di Inggris menganalisis orang-orang yang mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 campuran mengalami efek samping paling banyak. D

Demam adalah efek samping yang paling banyak dilaporkan setelah prang menerima dua dosis vaksin Covid-19 yang berbeda atau kombinasi.

Sebuah studi menemukan campuran dari vaksin Covid-19 dari Pfizer dan AstraZeneca bisa menyebabkan efek samping yang lebih banyak dibandingkan pemberian dua dosis vaksin Covid-19 yang sama.

Karena, pemberian satu dosis dari masing-masing vaksin Covid-19 yang dikombinasikan itu memiliki risiko menyebabkan gejala ringan hingga paling berat.

Studi Com-Cov yang dipimpin Oxford melibatkan 830 peserta berusia 50 tahun ke atas dan mengeksplorasi kemanjuran dari kombinasi 2 vaksin Covid-19. Secara keseluruhan, kombinasi vaksin Covid-19 memicu lebih banyak efek samping, termasuk demam.

Gejala lain dari efek samping kombinasi dua vaksin Covid-19, termasuk:

Ilustrasi vaksin Covid-19(pexels.com)
Ilustrasi vaksin Covid-19 (pexels.com)
  1. Panas dingin
  2. Kelelahan
  3. Sakit kepala
  4. Nyeri sendi
  5. Rasa tidak enak
  6. Sakit otot

"Semua efek samping ini kurang lebih sama dengan efek samping yang ditimbulkan dari dua dosis vaksin Covid-19 yang sama. Tapi, gejala ini lebih sering muncul ketika orang mendapatkan suntikan kombinasi dari 2 vaksin Covid-19," kata Matthew Snape, kepala penyelidik dan profesor di bidang pediatri dan vaksinologi di Universitas Oxford dikutip dari Express.

Menurut Matthew, sekarang ini pilihan terbaiknya adalah menyuntikkan dua dosis vaksin Covid-19 dari jenis yang sama kepada orang-orang. Karena, hasil uji klinis setiap vaksin Covid-19 juga telah membuktikan kemanjurannya.

Sementara itu, studi ini juga menemukan urutan pemberian dua dosis vaksin Covid-19 yang berbeda pun berdampak pada respons imun manusia.

baca juga

Suntik vaksin AstraZeneca untuk dosis pertama dan diikuti vaksin Pfizer untuk dosis kedua menunjukkan respons imun yang lebih baik.

Tapi, para peneliti menemukan hasil tersebut ketika kedua dosis vaksin Covid-19 yang berbeda diberikan dalam interval 4 Minggu.

Artinya, kombinasi vaksin Covid-19 bisa memberikan respons imun di atas ambang batas bila diberikan dalam interval 4 Minggu.

"Kelompok usia muda mungkin bisa mengalami lebih banyak efek samping, bila menerima kombinasi dari dua vaksin Covid-19. Reaksi ini sering berhubungan stimulasi respon imun bawaan, sehingga bagian fundamental dari respon imun mengirimkan sinyal inflamasi," jelas Matthew.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rusia Akan Lakukan Uji Coba Vaksin Covid-19 Sputnik V Versi Semprotan Hidung

Rusia Akan Lakukan Uji Coba Vaksin Covid-19 Sputnik V Versi Semprotan Hidung

Health | Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:13 WIB

Amankah Suntik Vaksin Flu dan Booster Vaksin Covid-19 Bersamaan?

Amankah Suntik Vaksin Flu dan Booster Vaksin Covid-19 Bersamaan?

Health | Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:11 WIB

India Siap Suntikkan Vaksin Covid-19 Buatan Sendiri ke Anak Usia di Bawah 12 Tahun

India Siap Suntikkan Vaksin Covid-19 Buatan Sendiri ke Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Health | Selasa, 12 Oktober 2021 | 22:02 WIB

Terkini

Gerai Berdiri Belum Tentu Siap Operasi, KSP Soroti Hambatan Kopdes Merah Putih Meski Ada Perpres

Gerai Berdiri Belum Tentu Siap Operasi, KSP Soroti Hambatan Kopdes Merah Putih Meski Ada Perpres

News | Kamis, 24 September 2026 | 11:23 WIB

Aliran Dana Pelicin Terbongkar, KPK Bidik Summarecon Jadi Tersangka Korupsi

Aliran Dana Pelicin Terbongkar, KPK Bidik Summarecon Jadi Tersangka Korupsi

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 11:22 WIB

Listrik KEK Sei Mangkei Tembus 74 MW, Energi Hijau Baru Penuhi 10 Persen

Listrik KEK Sei Mangkei Tembus 74 MW, Energi Hijau Baru Penuhi 10 Persen

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 11:22 WIB

Adik Mitchell Baker Dicoret dari Timnas Hong Kong, Bisa Gabung Indonesia?

Adik Mitchell Baker Dicoret dari Timnas Hong Kong, Bisa Gabung Indonesia?

Bola | Kamis, 24 September 2026 | 11:21 WIB

BRI Prioritas Tawarkan Ekstra 27.000 GarudaMiles untuk Perjalanan Makin Nyaman

BRI Prioritas Tawarkan Ekstra 27.000 GarudaMiles untuk Perjalanan Makin Nyaman

Riau | Kamis, 24 September 2026 | 11:20 WIB

Bridgestone Hadirkan Ban Mobil Baru Harga Terjangkau untuk Harian

Bridgestone Hadirkan Ban Mobil Baru Harga Terjangkau untuk Harian

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 11:19 WIB

Ekstra 27.000 GarudaMiles, Benefit Perjalanan bagi Nasabah BRI Prioritas

Ekstra 27.000 GarudaMiles, Benefit Perjalanan bagi Nasabah BRI Prioritas

Sumut | Kamis, 24 September 2026 | 11:16 WIB

5 Prinsip Kakeibo: Cara Efektif Orang Jepang Mengerem Kebiasaan Belanja Impulsif

5 Prinsip Kakeibo: Cara Efektif Orang Jepang Mengerem Kebiasaan Belanja Impulsif

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 11:12 WIB

Kisah Pemilah Sampah Tumbangkan Petahana: Sinyal Kuat Perubahan Politik dari Desa hingga Pilpres

Kisah Pemilah Sampah Tumbangkan Petahana: Sinyal Kuat Perubahan Politik dari Desa hingga Pilpres

News | Kamis, 24 September 2026 | 11:11 WIB

Hari Tani Nasional, Energi Terbarukan Jadi Penggerak Pangan dan Kemandirian Petani

Hari Tani Nasional, Energi Terbarukan Jadi Penggerak Pangan dan Kemandirian Petani

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 11:11 WIB

×